Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Perpisahan


__ADS_3

Di hari perpisahan nanti. Guru menunjuk Levin untuk membawakan lagu untuk mewakili kelas IPA. Levin setuju asal Queen ikut mendampinginya. Guru pun menyetujui permintaan Levin. Tapi selama seminggu menjelang malam perpisahan Levin dan Queen masih berdebat mau membawakan lagu apa.


"Lagu maju tak gentar saja lah Vin biar gampang." Usul Queen yg tak punya kepercayaan diri akan suaranya.


"Sekalian aja lagu mengheningkan cipta Queen. Heran gue, ini tu hari perpisahan kita di SMA bukan mau upacara 17an." Ucap Levin geram.


"Lah terus apa dong?" Tanya Queen.


"Entar dulu, nyari dulu lagi yg paling ok buat duet." Levin mengotak atik laptopnya.


"Apaan diet?" Tanya Queen memecah konsentrasi Levin dan keseriusan Kliene membaca.


"Duet Queen duet. bukan dieet." Kata Levin yg sudah geram dan memiting kepala Queen di sela ketiaknya.


"Leviiiinnn bauuuu. Mas Kliene tolongin ini rambutku bau keteknya Levin." Kata Queen manja.


"Mas? Sejak kapan Lo manggil Kliene mas?" Tanya Levin sambil melepaskan pitingannya.


"Ya sejak, kita tunangan lah. Queen harus belajar untuk merhormati pasangan belajar menjadi pasangan yg lebih baik. iya kan mas." Queen mengatakan dan di senyumi oleh Kliene.


"Panggil gue juga mas kalo gitu." Kata Levin.


"Dih ogah, Males manggil Lo mas. entar Lo ke gr am lagi." Kata Queen yg beranjak dari duduknya dan memilih untuk duduk di samping Kliene.


"***!!!" Umpat Levin dalam hati.


Hari yg di tunggu pun datang. Selain menjadi hari terakhir kelas 3 kumpul bersama. saat ini adalah hari pengumuman kelulusan dan pelepasan atau perpisahan kelas 3. Kebaya moderen yg menjadi dress code pilihan para guru dari tahun ke tahun.


Kliene memakai baju safari warna merah hati, senada dengan kebaya lengan pendek yg di kenakan oleh Queen. Warna serupa dengan yg di kenakan oleh Levin dan Ayu, hanya beda model. Ayu mengenakan kebaya lengan panjang dengan bawahan kain batik panjang sedangkan Levin mengenakan safari berlengan pendek. Kebaya Queen berlengan pendek dan di padukan rok sepan warna hitam di atas lutut yg memamerkan kaki jenjangnya. Kliene memakai baju safari warna senada dengan lengan panjang dan celana hitam.


Ayu menata rambutnya di salon sehingga dia terlihat lebih cantik bak putri keraton. Sedangkan Queen hanya membiarkan rambut lurus sebahunya dan memoles sedikit bedak dan lipstik warna nute di bibir tipisnya. Kliene duduk di paling ujung, di susul oleh Queen yg duduk di sampingnya. Di sebelah Queen ada Levin yg berdampingan dengan Ayu.


"Baiklah untuk saat ini kita akan mengumumkan siapa saja yg masuk 10 besar. Ini saya yakin pasti anak anak yg sangat beruntung. Kenapa bapak bilang beruntung? Karena kebanyakan orang yg pinter itu banyak yg terkecoh oleh pilihan ganda. Pilih kamu atau dia itu lah yg paling membuat susah sebenarnya. hahahaha." Kepala sekolah mencoba mencairkan suasana yg sedikit menegang.


"Ok, langsung saja untuk nilai terbaik ke 10 jatuh pada anak IPS 3 atas nama, Ananda Putri Sahila. ayo Ananda Putri silahkan naik. Selanjutnya nilai terbaik ke 9 jatuh di kelas bahasa, atas nama Yohannes manunggal. Selanjutnya nilai terbaik ke 8 jatuh di kelas IPA 3 atas nama Alex Sidharta. Selanjutnya terbaik ke 7 Ayu Anggia Pradipta harus puas di posisi 7 ya sayang ku." Pak kepala sekolah sudah mengumumkan sampai di peringkat 4 namun masih belum memanggil nama Queen.


Keputus asaan telah menyerang Queen. Kepalanya tertunduk dan air matanya sudah tak bisa lagi di bendung olehnya. Levin menyadari Queen telah putus asa, Levin menguatkan dengan menggenggam tangan Queen.


"Baiklah, sekarang kita sudah masuk ke 3 besar. Ada yg tau siapa kira kira? Penasaran?" Tanya pak kepala sekolah namun langsung di jawabnya sendiri." Sama"


"Baiklah, sekarang ini bapak akan perkenalkan dia. Di posisi ke 3 di duduki oleh seorang gadis cantik dan baik hati tidak sombong dan rajin menabung dan kali saja mau jadi istri bapak." Kata bapak kepala sekolah yg memang masih belum menikah meski sudah berumur.


huuuuuuu


"Sirik aje lu tong, Baiklah. Dia berasar dari kelas IPA 3, Dia tidak menonjol tapi dia memang pintar mempertahankan nilai nilainya. langsung saja kita panggil ke depan Queensya dari kelas IPA 3. Sodari Queen ayo silahkan naik."

__ADS_1


Mendengar namanya di panggil, secara reflek Queen memeluk Levin setelah itu memeluk Kliene dengan air mata masih membasahi pipinya. Queen berjalan menaiki panggung dan berdiri di atas panggung setelah sujud syukur. Rizal dan Cinta yg duduk bersebelahan dengan Angel pun terharu. Akhirnya anak ku mendapatkan nilai yg di harapkan dengan baik. batin Angel.


"Tak perlu di dramatisir lagi lah untuk juara ke 2 dan pertama. Langsung kita panggil si kembar saja lah." Kata kepala sekolah yg membuat semua wali murid dan siswa tertawa.


"Bapak gak mau menyebut satu persatu karena bapak sampai sekarang belum bisa membedakan kami kan?" Tanya Levin menggoda yg membuat tawa semakin pecah.


"Diam kamu Kliene." Kata kepala sekolah asal.


"Saya Levin pak bukan Kliene. Itu Kliene yg diem diem Bae." Kata Levin menunjuk abangnya.


"Terserah kalian dah, suka suka. sumpah pusing bedain kalian." Kepala sekolah seperti belajar ngelawak.


"Ya sudah, Kliene juara pertama dan Levin juara ke 2." Sambung kepala lagi.


Setelah memberikan piagam pada saiwa yg mendapat nilai 10 besar itu. Kepala sekolah dan siswa tadi menuruni panggung dan mempersilahkan tari Pendet tari tradisional asal Bali sebagai pembukaan acara perpisahan. Setelah itu di lanjut dengan penampilan teman teman dari perwakilan kelas.


Penampilan ke 2 persembahan dari kelas IPS dengan menampilkan dance. Dance pasangan laki laki perempuan yg di tengah di selipi oleh tari tango yg sangat susah bagi seorang pemula. Penampilan ke 3 dari kelas Bahasa. Kelas bahasa menampilkan beberapa atraksi yg membuat penonton berdecak kagum pada penampilan mereka. Ada yg atraksi motor dan ada yg atraksi lainnya.


Setlah beristirahat sejenak untuk menikmati makanan yg sudah di sediakan. Kini tiba giliran perwakilan kelas IPA yg di wakili oleh Levin dan Queen. Queen dan Levin membawakan 2 lagu yg pertama pilihan guru dan yg kedua pilihan pribadi. Sebelum memulai penampilan, Levin mencocokkan nada gitarnya lebih dulu. Niat Levin dan Queen bernyanyi hanya di iringi oleh gitar. lagu pertama pilihan gurunya berjudul Seluruh Cinta milik Siti Nurhaliza dan Cakra Khan.


Levin : Menatap kepergian dirimu


Meratap menangis sedih tak tertahan


Terbayang saat bersama lewati masa terindah


Levin dan Queen:


Kaulah seluruh cinta bagiku


yg selalu menentramkan perasaanku


Levin: Dirimu kan slalu ada


di sisiku selamanya


Levind dan Queen:


Kau bagaikan nafas di tubuhku


yg sanggup menghidupkan segala gerakku


Kukan selalu memujamu hingg nanti kita Bersama.....


Queen: Tak sanggup ku memikirnya lagi

__ADS_1


Habis saparuh nyawaku tangisimu


Levin dan Queen:


Tiada lagi bait yg indah terdengar merdu terucap


Merayu menyanjungku tenangkan jiwa


Kaulah seluruh cinta bagiku


yg selalu menentramkan perasaanku


Dirimu kan slalu ada


di sisiku selamanya


Kau bagaikan nafas di tubuhku


yg sanggup menghidupkan segala gerakku


Kukan selalu memujamu hingg nanti kita Bersama.....


Queen: Tiada Cinta yg setulus cintamu


(Levin. Cintamu)


tiada yg sanggup gantikan dirimu


Levin: Tiada rasa seindah kasihmu


Tiada yg mampu temani diriku


Queen: Kau lah seluruh cinta bagiku


yg selalu menentramkan perasaanku


Levin: Dirimu kan selalu ada di sisiku selamanya


Queen: Kau bagaikan nafas di tubuhku


yg mampu menghidupkan segala gerakku


Levin: Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan


Queen dan Levin: Bersama.....

__ADS_1


"Lagu ini pilihan dari guru wakil kelas IPA 1 sampai 3. Dan untuk lagu yg ke dua pilihan kami berdua. Selamat menikmati suguhan dari kami. semoga tidak mengecewakan." Ucap Levin.


__ADS_2