Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Keanehan Billa


__ADS_3

Dalam keheningan kamar Billa sangat terasa dingin malam ini. Kehampaan yang di rasa Billa bukan karena keheningan kamar saja, namun juga karena hatinya yang terasa kosong, Hampa tak berpenghuni. Kamar yang biasanya di hiasi oleh tawa dari ketiga lelaki kecil yang tampan atau para emak emank sedang menggosip. Tapi kali ini Billa lebih ke mengunci pintu dan mengurung diri. Di tatapnya foto Oppa Oppa ganteng dari negri mata segaris pelantun Fake Love.


"Kenaga gue gak bisa seswag Suga sih? Atau sePD Jin? Mungkin seceria J hope, Pasti gue gak pernah ngerasain yang namanya galau. Hmmm gini amat hidup gue, baru ngerasain pacaran eh udah harus pisah. Emang ya, sebaik baiknya manusia berencana. Tetep Allah penentunya. Ya Allah kalau dengan Sandi atau Aris hamba tidak berjodoh, apa mungkin hamba akan berjodoh dengan V atau jungkook? Jujur Ya Allah hamba tidak sanggup kalau sama mereka, Terlalu sempurna. Mungkin kalau boleh memilih sih RM atau Jimin juga gak apa kok hamba iklas." Celoteh Billa memandang gambar mereka di layar hpnya sebelum tidur.


Pagi ini Billa terlihat sedikit lesu, Billa berjalan ke dapur dimana tempat yang paling anti di masuki oleh Billa. Di ambilnya kotak nasi dan mulai mengisinya dengan nasi putih yang di atasnya di hias dengan nuget ayam berbentuk huruf di tata sesuai dengan namanya. Billa meminta di buatkan sambel super pedes di masukkan ke dalam plastik kecil dan tidak lupa tempe dan tahu goreng beserta wortel bersih kesukaannya dalam wadah terpisah. Jus setrowberry campur susu di tuang ke botol minum dan sisanya di tuang ke gelas. Semua anggota keluarga melihat Billa hari ini terasa aneh.


"Dek, lu gak kenapa?" Tanya Kliene khawatir.


"Kagak, awas mau ngambil nasi." Billa menuang nasi ke dalam piring lalu di siram dengan sayur bening bayam beserta samber super pedes dan perkedel jagung buatan sang kakak ipar.

__ADS_1


"Dek, tumben lu bekel? uang saku lu gak cukup?" Tanya Rizal mengeluarkan dompetnya.


"Cukup kok pa, lebih malahan kan tiap bulan dapet bulanan dari abang Levin. Kalo papa mau ngasi uang lagi, Billa gak nolak kok pa." Kata Billa sambil menyendokkan nasi ke mulutnya dan membuat semua anggota keluarga hanya memandanginya sarapan.


"Billa cucu Oma yang paling cantik, kami berangkat pagi pulang sore itu buat sekolah apa nguli? Gak takut gemuk apa kamu sayang?" Tanya Oma Inggrit yang habis jalan jalan pagi bersama Oma Erna.


"Lah kenapa gak beli aja kan ada kantin di sekolah, Billa. Atau kamu bisa makan di cafe depan itu juga gak bayar." Kata Kliene kaget mendengar Billa nyerocos gak tau artinya.


"Sumpah Billa, kamu itu putri satu satunya Alfan Ahrizal pemilik sekaligus pendiri Cafe Cinta dan juga salah satu ahli waris dari Hotel ALFA masak punya kelakuan kaya orang madesu sih?" Kata Rizal membuat Billa mengangkat kepalanya dan menatap papanya.

__ADS_1


"Bukan uang masalahnya pa. Tapi perhatian mereka yang sangat besar buat Billa jadi gak tega. Kesian bekel mereka kalo harus di bawa pulang lagi. Kadang Billa ganti dengan mentraktir mereka di kantin kok pa. Tenang aja, gak sehina itu kok kelakuan putri cantimu ini." Kata Billa merapikan bekas dia makan.


Billa membawa pirinya ke dapur tanpa mencucinya, ya itu karena dia tidak suka mencuci piring atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Bakhan kalau waktu piket Billa selalu di gantiin temannya. Bukan Billa yang mau, tapi teman temannya tidak mau bekerja dua kali karena ulah Billa yang menyapu dengan cara di putar putar gak jelas. Sebagai rasa tidak terima kasih Billa selalu membelikan jajan, makanan dan minuman meski tanpa di minta.


Billa berangkat bersama Kliene kali ini, karena Levin menunggui Queen yang tengah berjuang demi sang buah hati. Buah Cinta dirinya dengan Levin suaminya. Setibanya di kelas, Billa melihat bangku nya dan bangku Aris masih kosong. Frizka yang duduk di pojok samping jendela terlihat sedang sibuk dengan rambutnya yang entah di apain lagi.


"Eh Billa sayang, makasih ya semalem. Kakek bahagia dan menitipkan ini buat kamu." Frizka menyerahkan kotak kecil bersama dengan surat.


Kotak itu berisi kue kue kecil yang katanya buatan kakek sendiri. Billa memasukkan kotak itu ke dalam laci bangku bersama dengan bekalnya. Setelah mengucapkan kata thanks, Billa pergi dari kelas.

__ADS_1


__ADS_2