
Sepulangnya dari kuliah, Queen dan Levin ikut bergabung dengan mama dan papanya beserta Kliene Ayu dan Billa di ruang tv. Kebiasaan Queen adalah tidur di pangkuan mama maupun papanya yg duduk di sofa. Tanpa aba aba Queen tidur di pangkuan mamanya. Cinta membelai rambut Queen manja.
"Levin, Abang mau bulan madu ke Bali. kalau kamu mau kemana?" Tanya Rizal pada putranya.
"Santai bener calon dokter sama perawat ini. Jujur Levin masih belum Nemu jadwal yg kosong pa. Gak tau kalo Queen, misalnya Queen mau dan ada waktu kosong. ya jelas Levin serah in jadwal meeting dengan clien ke papa." kata Levin membuat Rizal terlihat berfikir kembali.
"Emm kamu gak usah deh bulan madu. jadwal mu mengerikan Vin." kata Rizal mengingat jadwal yg Minggu lalu di tunjukkan padanya saat mau menikah.
Semua tertawa karena reaksi papanya yg aneh. Queen mengambil buku panduan Levin yg tersimpan rapi di tasnya.
__ADS_1
"Gila Levin, bisa sakit Lo kalo jadwal ini beneran Lo kerjain." Queen melihat jadwal Levin yg sangat padat.
"Setiap hari sudah gitu sayang." Kata Levin lembut.
"Tapi kok Lo masih bisa sih ngurusin gue kalo jadwal Lo segini padetnya?" Tanya Queen penasaran.
"Kebanyakan meetingnya di luar jadi gue gampang kalo mantau elo. Secara gue kan sudah masang GPS di hp Lo yg terhubung di hp gue. jadi gue bisa tau kemanapun Lo berada." Jawab santai Levin yg membuat Rizal sebagai orang tuanya menggelengkan kepala.
"Sabar ya Queen, tenang aja nanti pulang gue bawain barong deh." kata Ayu membuat Queen merasa sedikit kegi.
__ADS_1
"Gak usah deh Yu. Bawain aja gue ponakan kalo udah pulang." Kata Queen mengeratkan pulukan di pinggang mamanya itu.
"Sabar sayang, Levin kaya gitu kan demi masa depan kalian. Papa dulu juga kaya gitu. mama sama papa malah gak pernah tau rasanya resepsi. Apa lagi bulan madu. secara mama dulu nikah kan masih SMA." Jelas Cinta menenangkan Queen putri yg kini menjadi menantunya itu.
"Pa ma, SMA?" Kata Ayu tak percaya.
"Iya, kelas 3 SMA mama nikah sama papa. tepatnya 5 bulan sebelum kelulusan mama sama papa menikah." Jelas Cinta.
"Salut banget sama mama papa, dari kelas 3 SMA papa menikahi mama. dan sampai sekarang mama sama papa masih mesrah aja. Sungguh patut di jadikan panutan." Lanjut Ayu.
__ADS_1
"Kita juga bisa membuat cerita sendiri sayang. Kuncinya kita tidak boleh egois dan harus bisa mengalah satu sama lain. saling percaya dan jujur, dan saling mencintai itu salah satu syaratnya." Kata Kliene yg mengetahui semua itu yg mama papanya lakukan.
"Yg di katakan Kliene benar, Jangan lupa ketika melewati masalah atau sedang emosi, mama sama papa luapkan dalam sholat. Entah sholat wajib maupun sholat sunah. Hindari membentak pasangan ketika keadaan sekalut apapun itu. Mau kalian emosi kaya apa, redam dengan sholat. Dengan kalian mengambil air wudhu emosi itu pasti sedikit demi sedikit akan luntur. Ketika kalian bersujud, Beban itu akan tumpah. Sayangi pasangan karena kalau emosi kita lampiaska ke mereka sebenernya kita juga yg rugi. mereka sakit, kita juga yg rawat. Kan mending kita sayang, selain membuat hati damai ittu bisa melancarkan rejeki kalian." Rizal menasehati anak anaknya.