
Kandungan Ayu sudah mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir). Ayu sering mengalami kram kram di perut dan juga rasa kepingin pipis yg semakin meningkat. Itu di karenakan tertekannya kandung kemih oleh besarnya perut. Queen melihat perut Ayu semakin turun pun merasa kasihan karena susah berjalan. Perut Ayu yang sangat besar membuatnya kesusahan untuk bangun ketika sedang duduk. Atau sedang mengenakan mukrnanya yg terpisah. Queen yg masih kuliah semester 4 pun terus kefikiran ketika harus meninggalkan sodara iparnya itu kuliah.
Ayu, sudah mengambil cuti kuliah dari awal bulan karena sudah semakin susah untuk berjalan. Queen setiap hari menjaga Ayu selama di tinggal oleh Kliene maupun Cinta untuk kerja. Kadang Queen mengajaknya berrnang atau senam sore di taman komples yg dulu sering di gunakan mertuanya untuk pacaran sembunyi sembuyi dari Michel mantan tunangan papa mertuanya. Saat pulang dari taman komples Ayu dan Queen berpapasan dengan Alex yg sudah menikahi Rara sedang mengajak jalan jalan sore sang buah hati.
"Wwooooowwww Ada anak pelakor jadi ****, eh babu." Teriak Rara berharap banyak tetangga yg lagi gosip di depan rumah pak Werdi mendengarnya.
"Jangan bikin gara gara deh Ra, kesian itu anakmu. Inget, anakmu itu cewek takutnya karmanya berbalik ke anakmu lo." Queen mengingatkan.
"Hahahaha gak ada nama karma di keluargaku, emangnya keluargamu benuh dengan sandiwara dan jebakan. Makannya kamu yg mendapat karma gak bisa hamil? hahahaha." Kata Rara semakin meninggi.
"Jangan takabur jadi orang, kamu gak inget saat kamu menyembahku untuk membebaskan suami bejatmu?" Queen semakin hilang kendali.
"Suamiku orang baik baik, dasar kamunya saja yg ke gatelan menggoda tunangan orang."
"Jaga mulut mu Rara sebelum aku adukan kelakuan mu itu pada ayah. Aku yakin Ayah akan mendengarkanku saat ini." Ucap Ayu yang tersulut emosinya.
"Sudah lah mbak, jangan buat dirimu setress inget kandungamu yg menuntutmu dalam kondisi tenang." Queen menuntun Ayu untuk pulang dan mengabaikan Rara.
__ADS_1
"Dasar pelakor gatel. Bisa di lihat dari penampilannya!!! Sumpah malu aku pernah mengakui kamu kakaku. Penampilan sudah seperti wanita murahan mengaku wanita terhormat!!! Inget derajad lo itu tak lebih tinggi dari gadis simpanan dan juga wanita pemburu cinta satu malam." Teriak Rara lagi membuat Queen tak tahan lagi.
"Cukup tutup telingamu Ayu, jangan dengarkan dia. Biar Levin dan Kliene yg mengurus masalah ini." Queen menenangkan Ayu agar tak mempengaruhi kandungannya.
"Tapi kamu gak pa pa Queen?" Tanya Ayu yg sudah meneteskan air mata pilu untuk adik iparnya yg selalu menemaninya itu.
"Hei, aku gak pa pa. Please jangan nangis, aku hanya menganggapnya angin lalu. Karena hal itu gak ada habisnya. Oh iya, kakek ikut ke kantor ya?" Tanya Queen mengalihkan pikiran
"Iya tadi bareng sama Kliene berangkat ke kampus."
Opa Bram memang sudah kembali namun tak mau kembali ke rumah lamanya. Sebenarnya opa Bram tadinya pulang ke rumahnya, namun mendapat sindiran sindiran pedas dari Rara membuat opa Bram memilih untuk tinggal di rumah Rizal. Oma Ingrit masih belum sembuh total dari depresinya, meski sudah menerima Cinta juga Queen.
"Waduh harus gimana ini?" Tanya Queen bingung.
Dengan sigap Queen menelfon Levin yg ternyata sudah di rumah. Setelah mendengar kabar yg di sampaikan Queen, Levin segera mengambil kunci mobil lalu mencari istri dan kakak iparnya itu. Levin langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.
"Levin ceeeeppppppeeeeetttt eeeeerrrrrrggggg..... Hufh hufh hufh eeeeerrrrggggg" Ayu terus mengerang dan sesekali membuanh nafasnya ketika rasa nyeri sakit juga entah apa lagi itu mereda sedikit.
__ADS_1
Tangan Ayu terus mencengkram baju Queen ketika rasa tak karuan itu muncul. Dengan menahan perih dari cakaran atau jambakan di rambutnya, Queen mencoba menenangkan Ayu yg kesakitan.
"Queen tolong gosok perutku, sumpah sakit sekali Queen. Aku butuh Kliene saat ini." Rengek Ayu di selasela rasa sakit di perut dan di pinggul belakangnya.
"Oh tuhan Ayu aku harus gimana?" Queen menangis melihat perjuangan sang kakak ipar namun tak tau harus gimana karena Ayu terus mengatakan sakit yg berpindah pindah.
"Aduuuubbhhh Levin aku minta maaf aku pipis di mobilmu." Ayu kini menjambak rambut mantan tunangannya itu.
"Adu.... du... du Ayu, sakit. Iya gak apa kamu mau pipis juga mau apa aja, tapi lepasin jambakannya ini rambutku bisa rontok." Kata Levin sambil memarkirkan mobinya di depan pintu rumah sakit.
Dengab sigap Kliene membantu Ayu keluar dari mobil yg sudah berada di rumah sakit setelah mendapat kabar dari Queen. Dengan di bantu oleh perawat, Ayu di bawa ke ruanh bersalin karena air ketuban telah pecah saat di dalam mobil.
Tak menunggu waktu lama, terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan tertutup itu. Namun tak berapa lama terdengar kembali dengan nada lebih nyaring. Queen menangis mendengar tangisan yg berbeda dari dalam. Namun Levin samar samar mendengar kembali tangisan namun tak sekuat kedua bayi sebelumnya.
"Mama, berapakah yg keluar?" Tanya Levin membelalakkan matanya.
"2Mungkin Vin, kenapa?" Jawab Cinta sedikit ragu dengan jawabannya.
__ADS_1
"Sepertinya lebih ma, Levin baru saja mendengar yg ketiga." Jawab Levin sambil memeluk Queen yg semakin menangis histeris.
"Tuhan selamatkan lah menantuku dan terimakasih memberikan kebahagiaan yg berlimpah dalam keluarga kami." Cinta memeluk Queen juga Levin bersamaan.