
Rizal memarkir motornya di garasi rumah orang tuanya. Rizal masuk kedalam rumah di mana ada sang abang sedang makan malam sendirian.
"Kok cepet, mana mama sama papa?" Tanya bang Rama.
"Masih di restoran, bang lo punya buku latihan ujian nasional?" Tanya Rizal mengambil udang goreng di piring abangnya.
"Ada noh di kamar cari aja." Rizal meninggalkan abangnya dan mengambil buku yg di minta tadi.
"Bang lo tau universitas A yg di kota itu?" Tanya Rizal saat kembali dari kamar abangnya.
"Tau lah, itukan kampus gue. Kenapa nanya nanya lo?"
"Abang kuliah di sono? kok gak pernah liat?"
"Lo kan ngintilin Cinta doang mana tau lo gue ngampus di mana. Kenapa lo tanya tanya kampus itu? Lo pengen kuliah di sana juga?"Tanya bang Rama.
"Iya di sana kan bagus tu fakultas kedokterannya. Gue mau masukin Cinta di sono terus gue bisnis bareng abang." jawab Rizal yg kini menyendokkan nasi ke piringnya.
__ADS_1
"Lo yakin dek? Kuliah kedokteran di univ gue mahal lo"
"Yakin lah bang, gue emang nikahin Cinta saat masih muda. Tapi gue gak mau hancurin cita cita dia bang." Rizal menjeda omonganya ketika menyendokkan nasi kemulutnya. "Eh bang lok gak pernah masuk cafe Cinta depan kampus lo ya?" Lanjut Rizal.
"Gila aja gue masuk Cafe bisa tekor gue. palingan seminggu sekali pas di akhir pekan aja, kenapa emangnya?" Tanya bang Rama.
"Jangan kaya orang kere gitu lah bang jadi orang ah. lo tiap hari nongkrong aja di sono ajak dah temen temen lo. Terus temuin bang Arya bilang lo abang gue..."
"Terus hentakkan kaki 3x abis itu lo muncul?"
Di rumah Rizal langsung duduk di sofa ruang tamu. Cinta yg lagi nonton tv langsung menghampiri suaminya.
"Kenapa Zal? Lesu amat? Mau di bikinin teh?" Cinta menawari teh karena Rizal memang menyukai Teh seduhan.
"Gak usah Cin Pengen peluk aja." Kata Rizal memeluk Cinta dari samping.
"Zal, tadi gue belajar masak. Lo mau coba?" Tanya Cinta.
__ADS_1
"Boleh." Rizal melihat banyak macam makanan di meja makan.
"Bilang ya jujur enak ato enggaknya biar bisa di perbaiki." Cinta malu malu
"Tenang aja, selama itu masakan lo pasti gue makan." Rizal mencubil pipi Cinta.
"Ya kalo gak enak ya jangan di makan."
Rizal menyendokkan nasi di piringnya sedikit karena tadi di rumah orang tuanya sudah makan. Kemudian Rizal mengambil sayur kangkung. Rizal memakan masakan Cinta dengan lahapnya meski sedikit terasa asin.
"Cin, besok besok kalo lo mau masak pas ada gue ya. Soalnya gue gak terlalu suka asin. Kalo menurut orang lain sih ini pas tapi buat gue ini masih keasinan. Tapi sebagai pemula lo udah bener bener bagus." Rizal mencium pelipis Cinta yg terlihat manyun.
"Jangan cemberut dong sayang, besok dah kita ke pasar beli kepiting kita masak kepiting kesukaan lo." Cinta mendengar kata kepiting langsung tersenyum dan memeluk Rizal.
"Iya sayang muuuuuaaaacchhhh makasih ya." Cinta mencium pipi Rizal.
"Kamar yuk gue ajarin lo ciuman." Rizal menggendong Cinta ke kemar.
__ADS_1