Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kintamani


__ADS_3

Sesampainya di Sanur di mana cafe itu di buka. Levin langsung mencari Miss Sandra yg ternyata seorang wanita lanjut usia namun masih memiliki jiwa muda.


"Miss kenalkan ini papa saya Rizal dan ini mama dan adik saya. Sedangkan yg ini istri saya." Levin mengenalkan satu persatu anggota keluarganya.


"Benar benar cantik kamu Queen." Kata Miss Sandra seraya membelai wajah Queen.


"Miss Sandra terlalu memuji." Ucap Queen malu malu.


"Beruntung sekali kamu mendapat suami yg sangat menyayangimu. Bahkan dia tidak tergoda oleh wanita wanita yg datang padanya." Kata Miss Sandra membuat Queen mengeryitkan dahinya.


"Saat pertama saya kontak dia dan datang ke Bali beberapa bulan yg lalu. Ada gadis Bali yg mencoba merayunya, dia kerja di butik itu. Tapi dia harus menelan kekecewaan karena Levin mengatakan bahwa dia sudah bertunangan dengan Queen. Setelah itu gadis itu kembali merayu dengan mencoba memberi minuman tapi gagal. Ya karena Levin tidak minum alkohol. dari sana saya sangat percaya sama dia. Suamimu itu laki laki bertanggung jawab dan dapat di percaya. saya tidak pernah bertemu dengan laki laki yg hanya setia pada seorang wanita saja. Tapi Levin membuktikan bahwa masih ada laki laki yg setia di muka bumi ini. " Kata Miss Sandra lagi.


"Miss Sandra makanya jangan hanya di sakiti seorang laki laki makanya menghukum semua laki laki. " Ucap Levin karena tau Miss Sandra yg belum menikah karena penghianatan sang mantan.


"Usia saya sudah tidak muda lagi Levin. siapa yg mau, sudah sangat terlambat lah saya menyadari ini semua. Saya bahagia memiliki anak angkat seperti kamu." Kata Miss Sandra.

__ADS_1


"Semoga kami bisa menjadi kebanggaan bagimu Miss." Ucap Queen.


"Harus itu, dan kalian sudah membuatku bangga saat ini dengan membawa keluarga ke sini." Kini Miss Sandra yg berkebangsaan Jerman ini telah meneteskan air mata haru.


"Kami juga bahagia sudah bertemu dengan orang hebat seperti anda Miss Sandra." Ucap Rizal.


"Lain kali kalau kalian ke Bali lagi. kalian harus tinggal di Villa ku. Villaku sangat besar tapi saya hanya sendirian. Di Villa ku ada 5 kamar dan saya hanya mengisi 1 dan yg 4 masih kosong." Ucap Miss Sandra


"Iya nanti kalau ke Bali lagi." Ucap Levin seraya mengajak keluarganya melihat lihat pemandangan.


Di tengah perjalanan yg melewati jalan besar bye pass IB Mantra. Queen dan Levin menikmati pemandangan sekitar dengan view pantai Sanur. semakin jauh perjalanan mereka. sampailah mereka di persimpangan jalan dan memilih ke arah Klungkung. Terus masuk ke kota yg sedang berkembang. Kendaraan yg di tumpangi oleh Levin beserta keluarga mengambil jalur ke arah pura Besakih. Menyusuri jalan yg semakin naik, menanjak dan berbelok. Udara semakin dingin karena mereka sudah memasuki kawasan Kintamani bagian timur. Terdapat tulisan desa Trunyan. tapi itu masih jauh dari kuburan massal Trunyan.


Levin dan Queen menikmati indahnya pemandangan danau Batur dari atas bukit. Pemandangan yg sangat indah namun sayang jalanan sudah tertutup oleh kabut tebal. Hawa dingin semakin menusuk tulang. Di tambah lagi dengan AC mobil yg menyala, membuat tulang semakin nyeri.


"Pak bisa matikan AC nya? Sumpah gak kuat dinginnya." Ucap Billa yg terbangun dari tidurnya karena rasa dingin yg menyerang.

__ADS_1


Billa membangunkan mama dan papanya untuk menikmati pemandangan sekitar. Benar benar bagus. Dengan view pegunungan yg mengelilingi danau di bawah nya. Sungguh pemandangan yg sangat indah sekali.


Pemandu keluarga Rizal memberhentikan perjalanan mereka tepat di tempat melihat keindahan alam yg biasa di sebut Batur lake view. Menyuguhkan keindahan pegunungan dan danau dapat terlihat jelas di sini. Sungguh menyejukkan hati, Hanya saja udara dingin yg menyerang membuat Queen tak tahan. Levin terus mendekap sang istri pun mendapat protes dari sang adik.



"Mama sama papa pasti dan sekarang Abang sama Queen. lah gue sama siapaaaa?" Teriak Billa membuat Levin dan Queen tertawa dan merentangkan tangannya.


"Lo sama kita. Lo itu adik gue selamanya akan menjadi prioritas gue dan Queen." Ucap Levin seraya mendekap istri dan adiknya.


"Lo emang Abang gue yg paling gue sayang bang. biar kata orang Lo itu jutek galak dan yg jelas dingin. tapi Lo tetep hangat buat gue. baik buat gue, dan lagi. Lo itu Abang yg paling sayang keluarga." Ucap Billa membuat Rizal dan Cinta ikut memeluk anak anaknya dan menantunya.


"Semoga kalian terus tetap seperti ini. saling mengayomi dan saling menjaga. Inget Billa kamu masih punya Abang lagi 1 beserta istrinya." Rizal mengingatkan putrinya


__ADS_1


__ADS_2