
Angel: Zal gue kangen.
Sebuah notif yg tertera di layar hp Rizal membuat Cinta diam seribu bahasa. Begitu mengagetkan Cinta membaca sekilas notif yg ada di layar hp milik suaminya. Hanya tetesan air mata yg mulai membanjiri pipi Cinta.
Merasa di hianati juga merasa tak berarti lagi bagi suaminya. Cinta merasa kosong tak berdaya. Ingin rasanya marah tapi Cinta merasa itu sia sia. Tak ingin membuat kesalahan yg berakibat fatal. Cinta menunggu penjelasan dari Rizal.
Di ruang makan Cinta biasanya makan dan minum dari tempat yg sama. Tapi kali ini Cinta memilih untuk mengambil sendiri piring dan gelas. Rizal yg melihat itu merasa ada yg aneh dari diri Cinta.
"Kamu kenapa sayang? Kenapa lain tempatnya?" Tanya Rizal heran.
"Lagi pingin menikmati makananku sendiri mas." Jawab Cinta dengan halus agar tak membuat sakit hati suaminya.
"Jangan sering sering larut dalam kesendirian ya sayang. Aku kesepian nanti." Rizal mencoba menggoda Cinta, Namun Cinta hanya diam dan menunduk.
"Iya" Jawab singkat Cinta.
Rizal memilih diam karena dia merasa memikiki salah namun masih belum mengetahui apa salahnya.
Di kampus setelah mata kuliah selesai Rizal beserta kakaknya dan Angel berkumpul di kantin. Cinta yg melihat Rizal duduk bersebelahan dengan Angel merasa risih dan memilih untuk menghindar dan pergi. Cinta hanya memendam apa yg ia rasakan sendiri. Karena tak ingin membuka aib suaminya, Cinta memilih untuk menderita sendiri.
"Cin kenapa lo balik lagi? Ada yg ketinggalan?" Tanya Nadia yg melihat Cinta berbalik arah.
__ADS_1
"Enggak, gue mau ke toilet kebelet." Jawab Cinta sedikit memalingkan muka karena tak ingin sahabatnya tau saat dirinya tengah menahan air matanya.
"Gue temenin ya, Ren lo ke kantin dulu cariin tempat ya." Ucap Nadia pada Rena.
Cinta dan Nadia ke toilet sedangkan Rena ke kantin. Di kantin Rena langsung duduk di samping Rama suaminya.
"Cinta mana? Kok gak bareng?" Tanya Rizal.
"Dia lagi ke toilet Zal, jangan terlalu posesif lah. Kesannya lo itu gak percayaan sama istri lo." Jelas Rena.
"Gue bukan gak percaya ato apa. Gue cuma khawatir soalnya dia gak bilang apa apa tapi lo udah keluar kelas. Wajar lah gue itu nanya bukan posesif juga." Terang Rizal.
"Iya tungguin aja, bentar lagi dia juga kesini. Dia sama Nadia kok."
"Lo kenapa sih Cin? Cerita sama gue, gue masih temen lo kan?" Tanya Nadia sambil memegangi tangan Cinta.
"Kepala gue pusing Nad, pengen pulang. Tapi Rizal kayanya masih mau keliling ngecek cafenya deh." Cinta memegangi pelipis kirinya sembari memijat mijat pelan.
"Terus mau lo apa? Gue anterin pulang? Kebetulan gue bawa mobil sendiri." Nadia menawari Cinta untuk mengantarnya.
"Lo gak keberatan nganterin gue Nad?" Cinta memastikan Nadia.
__ADS_1
"Ya gak lah kenapa juga gue harus keberatan nganterin sabahat terbaik gue." Nadia membimbing Cinta berjalan keluar toilet menuju parkiran.
"Nad gue mohon lo jangan ngasi tau Rizal ya. Gue takut dia akan cemas, akhirnya dia gak jadi kerja. Lo tau sendiri kan Rizal kaya gimana" Terang Cinta masih menyembunyikan kebenaran dari Nadia.
"Ia tenang aja Cin, Gue ngerti kok seberapa bucinnya lakik lo." Terang Nadia sambil melajukan mobilnya meninggalkan parkiran kampus.
Di kantin Rizal semakin tak karuan perasaannya. Kenapa Cinta lama sekali di toilet, apa terjadi sesuatu padanya. Rizal mencoba menghubungi Cinta namun nomer Cinta gak aktif.
"Lo kenapa Zal gelisah banget gue liat dari tadi." Tanya Angel.
"Cinta lama banget di toilet, nomernya juga gak aktif. Khawatir gue, Cinta kan gitu orangnya. Rada oon takut di ajak kabur orang gue." ucap Rizal sekenanya.
"Omongan lo itu lo Zal yg bikin orang pengen ngerjain lo. Terlalu bucin sama istri sendiri." Terang Angel.
"Hei hei hei kita datang."
Sebelum Rizal menjawab omongan Angel, Maya Lina Momo juga Toni datang menghampiri mereka. Rizal yg terlihat kacau membuat Maya gatel ingin bertanya.
"Lo kenapa Zal?" Tanya Maya.
"Cinta pamit ke toilet tapi udah sejam gak keluar keluar." Jawab Rizal yg focus pada layar hpnya.
__ADS_1
"Gak ada Cinta di toilet kok, gue abis dari sono." Jawab Lina.
" Lah Cinta kemana dong kalo gitu?"