Sahabat?

Sahabat?
Bab 88


__ADS_3

Cinta dan Rizal bangun kesiangan karena Alarem barunya ikutan tidur pulas. Entah apa yg membuat kedua bayi itu tam menangis setelah jam 3 subuh. jam sudah berada di angka 8 pagi ketika mamanya Cinta datang ke rumah Cinta dan Rizal.


Melihat kamar anak dan menatunya itu terbuka lebar. Mama Cinta mengira kalo mereka sudah bangu. Tapi saat mama Cinta baru berada di ambang pintu malah menutup pintunya kembali dengan sedikit membanting.


Mendengar pintunya di banting seseorang. Rizal dan Cinta pun terbangun dari tidurnya. Di lirik Suaminya yg tidur dengan berbantalan perut Cinta dan Sarung Rizal yg berantakan tanpa mengenakan baju. Cinta melirik jam ternyata sudah siang sekali.


"Mas sudah jam lapan mas. Mas ketinggalan sholat subuh." Kata Cinta seraya memukul Rizal.


"Ya ampun mas gak sempet sholat subuh yang. Gimana ini?" Rizal berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi Rizal langsung mengambil sajadahnya untuk sholat Duha. Setelah sholat duha baru Rizal berjalan menuju putra putra yg tengah berganti pakaian.

__ADS_1


"Levin Kleine kenapa kalian gak bangunin papi tadi subuh? Biasanya kan kalian nangis tu subuh subuh. kenapa tadi enggak?" Rizal memgomel dengan kesak pada putra putranya.


"Yg salah itu bukan kleine ato Levin pi tapi. Papi sendiri yg ngebo tidurnya." Ucap Cinta memberi kan seorang untuk di ajak oleh suaminya. Dan Cinta yg satunya lagi.


Cinta dan Rizal mengajak ke dua bayi itu jalan jalan sebentar ke rumah oma Erna. Cinta masih takut untuk kerumah oma Inggrit setelah pertengkaran semalam. Cinta duduk di ayunan bersama Rizal dengan Ke dua putranya di gendongan masing masing.


"Mas gimana untuk surat cerainya? Sudah di tanda tangani Rena?" Tanya Cinta


"Um, Bang Rama juga udah kemaren pas aku suruh dia tanda tangan. Aku bilang itu berkas dari bandung yg udah aku baca dan kurang tanda tangan dia aja. Rencananya hari ini di serahin ke pengacara. Paling semingguan akan ada panggilan buat kasus mereka." Jelas Rizal.


"Yg kamu omongin itu mamaku lo sayang kalo kamu lupa. Dia mertuamu jadi dia juga orang tuamu."

__ADS_1


"Tapi mas, kalo misalnya dia masih mau kamu nikah sama orang lain juga aku bisa apa selain benci?" kata Cinta berapi api.


"Itu semua tergantung dari orangnya sayang. Kalo orangnya mau yg terjadi. Tapi kan mas milihnya kamu. Kamu lupa dulu kaya gimana perjuangan aku dapetin kamu? Masak iya mas mau nyerah gitu aja? Kan tinggal mempertahankan saja. Rugi di emas kalo harus ninggalin kamu setelah sejauh ini berjuang. Mending dulu mas mau nikahin Michel dari pada merusak hubungan pertemanan kita dulu." Jawab Rizal.


"Tapi mas, Cinta masih takut kalo kalo mas itu khilaf. Beneran Cinta gak sanggup mas." Cinta tertunduk.


"Kamu harus kuat memperahankan rumah tangga kita. Kamu itu nyanya Rizal satu satunya. Perempuan yg terpilih untuk menjadi ibu dari kedua anak anakku ya meski sedikit oon sih." Kata Rizal membuat Cinta refleks mukul lengan Rizal.


"Mas di depanmu aja aku oon mas. Tapi kamu harus inget kalo istri oon mu ini calon dokter." Cinta membanggakan diri.


"Jadi dokter masih 2 tahun lagi. Mending jadi dokter cintaku aja dulu. Obati rasa rinduku yg menyiksa sampai ke mbun mbunan merusak otakku." Kata Rizal membuat mata Cinta terbelalak.

__ADS_1


"Mas hari ini itu masih jari ke 8 aku habis lahiran jadi tunggu 32 hari lagi untuk mengobati kerusakan otakmu ini mas." Kata Cinta menoyor kepala suaminya.


"Keburu keblinger otakku yang. Kasian adekku karatan." Kat Rizal memelas.


__ADS_2