Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Rahasia


__ADS_3

Pagi hari setelah tadi jam 2 dini hari di nyatakan sudah keluar dari masa kritisnya. Queen berada di ruang rawat inap di temani oleh Levin dan Cinta. Sedangkan yg lainnya pulang karena di pagi harinya harus menjalankan aktifitas seperti biasanya. Queen tersadar dari pingsannya dengan raut wajah bingung.


"Kamu di rumah sakit sayang." Ucapan lembut dari seorang mama menyambutnya.


"Ma, bisa mama ceritakan semua pada Queen? Queen berhak tau kan ma?" Tanya Queen dengan nada suara yg parau dan masih bisa di bilang lemah.


"Biar Levin yg jelasin. Dia masih sholat subuh tadi gantian sama mama. kamu juga baru sadar jadi mama harap kamu jangan mikir yg aneh aneh ya." Kelas Cinta hawatir.


Levin yg baru datang dari musolah rumah sakit, langsung di brondong pertanyaan oleh Queen saat mendekatinya. Terlihat Levin sangat gugup saag semua pertanyaan seputar apa yg terjadi setelah kecelakaan.


"Queen, aku mohon jangan pernah punya pikiran ninggalin aku setelah kamu denger semua ini." Levin menggenggam tangan Queen untuk memintanya benjanji.


"Queen janji jangan pernah tinggalin aku. Aku gila tanpamu Queen." Ucap Levin lagi yg masih belum mendapat jawaban dari Queen.


"Kalo lo beneran Cinta sama gue, kedepannya gue mau lo jangan tutupi apapun lagi dari gue. Biar itu menyakitkan bagi gue." Queen masih dalam emosinya, dengan suara serak dia mencoba mengungkapkan apa yg dia mau.


"Iya aku janji." Jawab Levin dengan cepat.

__ADS_1


"Ya kalo gitu gue juga janji gak bakalan ninggalin lo selama lo gak ninggalin gue dengan orang lain." Kata Queen lantang meski dia sebenarnya merasa takut akan hadirnya orang ketiga seperti maminya dulu yg datang sebagai orang ketiga.


"Iya gue janji gak akan ada orang ke tiga keempat atau seterusnya karena Levin hanya untuk Queen seorang." Levin menjeda pembicaraannya sesaat.


"Queen tentang kecelakaan sebulan lalu, dokter bilang karena benturan keras dan pinggulmu menghantam badan jalan sehingga membuat kamu susah hamil. Dan kakimu yg tertimpa motor gede mengakibatkan kelumpuhan sementara. Sebenarnya dokter masih belum bisa memastikan akan kakimu karena ada beberapa otot kaki yg mengalami pembengkakan dan mengalami kerusakan. Dan meminta untuk membawamu terapi meski itu sia sia. Tapi nyatanya kamu bisa berjalan kembali itu sebuah mukjizal bagi mu. Aku turut bahagia meski kamu mendengar rahasia yg selama ini aku tutupi. Aku minta maaf Queen." Levin menangis dan terus menggenggam jemari Queen.


"Itu sebabnya lo mau gue hamil dulu sebelum gue tau apa yg terjadi sebenernya?" Queen mencoba menenangkan diri.


"Iya." Levin mengangguk dan mamanya terus memberi dukungan di belakang Levin.


"Lo harus janji dan bersumpah sama gue, kalo cuma gue yg ada di hidup lo. Apapun keadaannya nanti, lo gak bakalan nyari pengganti atau wanita lain untuk alasan apapun. Meski itu untuk kendapat keturunan." Queen mencoba menjadi pribadi yg egois demi kebahagiaannya sendiri.


"Yg kamu lakukan sudah benar sayang. Saat kalian terjatuh, hati mamalah yg pertama ancur. Begitupun saat kalian bahagia, bibir mama lah yg pertama tersenyum. Kebahagiaan kalian itu yg paling utama." Cinta memeluk Queen dan Levin.


"Ada 1 hal lagi yg mau aku sampaikan sama kamu Queen. Tapi janji jangan pernah membuat dirimu menyalahkan diri. Karena ini semua murni karena keteledoranku melepasmu sendiri." Levin kembali memasang wajah serius.


"Apa itu Vin?" Tanya Queen penasaran.

__ADS_1


"Pas di bandung, kamu hampir di perkosa sama seseorang. Beruntung Mario membuntuti kalian. Orang itu membawamu ke penginapan dalam keadaan tak sadarkan diri. Saat Mario mendobrak pintu kamar itu, dia mendapati kamu sudah tak mengenakan baju. Di ambil selimut untuk menutupi tubuhmu dan membawamu kembali padaku." Kata Levin tertunduk sedangkam Queen membelalakkan matanya tak percaya.


"Siapa yg melakukannya padaku Vin? jawab aku... Vin tolong jangan diem saja. Vin.... jawab." kini Queen menjadi histeris dengar pernyataan Levin.


"Sayang sayang sudah, Levin sudah memberi pelajaran pada lelaki itu." Kata Cinta yg memeluk Queen menenangkannya.


"Mama Queen kotor, Queen jijik tubuh Queen sudah di jamah laki laki lain ma. mama sudah tau kenapa dia. dan gak memberi tau Queen?" Tanya Queen yg masih histeris.


"Aki salah sayang, aku gak mau kamu tau masalah ini. ya karena aku gak mau kamu seperti ini. Tapi aku juga gak mau membuat mu seperti orang bodoh yg mau di dekati lagi dan aku juga gak mau lelaki itu mencobanya lagi meski sudah pernah aku hajar sampai hampir mati." Kata Levin menenangkan Queen dalam pelukannya.


"Jangan bilang Devan yg melakukan ini padaku!!!" kata Queen penuh amarah.


"Iya"


"Itu sebabnya lo hajar dia dan lo gak suka gue deket sama ******** itu?" Queen terbakar api amarah.


"Iya, Aku mohon jauhi dia." Queen menunduk dan mengangguk.

__ADS_1


Gak akan pernah gue biarin lo hidup s


tenang setelah ini!!


__ADS_2