Sahabat?

Sahabat?
Bab 55


__ADS_3

"Mas bosen, nonton yuk. Udah lama lo mas kita gak jalan jalan." Ajak Cinta yg masih duduk di pangkuan Rizal.


"Jangan sekarang yang, Mas hari ini mau ngontrol cafe cabang. Kemaren Lisa ngeluh katanya kerjaan bang Arya gak beres. Mas penasaran yang. Sekalian sama yg di deket sekolah juga sudah molai ramai kalo di lihat dari pembukuan. yg di tempat papa juga butuh bantuan." Rizal menjelaskan pada Cinta betapa sibuknya dia hari ini.


"Mas itu kerjaan jangan di ambil hari ini semua. Besok lagi sisain. Kalo di ambil hari ini bisa sakit masnya. Setiap malam harus begadang. Sayangi tubuhmu mas.Katanya mas mau punya anak, tapi kondisi mas gak pernah fit. Gimana mau nyampek mas?" Cinta jugamenjelaskan betapa pentingnya kesehatan.


"Iya mas tau, Ya sudah mas ke cafe Lisa aja ya. Mau tau apa yg sebernya terjadi sama bang Arya. Sayang temenin ya, Mas kangen sama kamu. Kangen saat berduaan sama kamu yang. Udah lama gak pernah manjain kamu lagi. Maafin suamimu ini ya sayang."


"Iya mas. Tapi mas harus janji, entar malem gak boleh begadang."


"Siap nyonya Rizal." Kata Rizal menciumi leher Cinta.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Rizal dan Cinta menuju cafe Lisa yg jaraknya lumayan jauh. Sesampainya di cafe Lisa, ternyata sedang terjadi perdebatan antara seorang laki laki dan dua orang perempuan. Rizal yg mendengar itu langsung masuk kedalam ruangan Lisa.


"Ada apa sih ini ribut ribut kedengeran sampek ke luar. Malu lah di denger pelanggan. Kalian Niat gak sih jalanin Cafe ini?" Tanya Rizal mampu menghentikan perdebatan antara Lisa dan Arya.


"Lo tanya aja sama Arya, kerjaan dia sekarang gak sebagus di tempat lo. Nyesel gue Zal." Adu Lisa.


"Gue cuma ijin 2 jam saja Zal buat nganter Nia ke kontrakan. Tapi Lisa ngotot ngelarang gue. Gue sebel Zal." Bela bang Arya.


"Kenapa Nia kesini? Bukannya dia milih nikah sama pilihan orang tuanya? Jangan cari perkara bang." Rizal menasehati bang Arya.


"Masih banyak yg mau sama lo Ya, jangan lah lo main main sama bini orang." Tetang Lisa membuat Rizal mengerti 1 situasi yg membuat suasana kerja tak kondusif.


"Mending duduk dulu bang mbak, mbk Lisa. Biar bisa mengambil keputusan dengan hati dingin. Tidak penuh emosi." Cinta menenangkan.


"Nia ceritakan pada kami apa yg terjadi sebenernya, kenapa kamu bisa nyampek sini." Tanya Rizal memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Saya lari dari pernikahan mas Rizal, nikahannya besok. Saya gak bisa lagi menahan perasaan saya mas." Terang Nia.


"Tapi lo jangan mengusik kehidupan Arya lagi dong. Arya sudah move on dari lo, kenapa lo muncul lagi?" Omel Lisa yg terlihat air mata yg terbendung di pelupuk matanya.


"Bisa jelasin ini bang? Gue yakin antara lo sama Lisa ada sesuatu kan." Selidik Rizal.


"Gue mencoba buat buka hati untuk Lisa dan kami sudah menjalin hubungan selama sebulan. Terus Nia datang, jujur aku merasa bersalah sama Lisa. Gue gak munafik gue mulai merasa nyaman dengan Lisa. Tapi Nia, gue masih Cinta sama dia." Jawab jujur bang Arya membuat Lisa meneteskan air mata.


"Nia, lo beneran Cinta sama Arya?" Tanya Lisa dengan mencoba menata hati yg hancur lebur.


"Beneran mbak, tapi saya gak tau kalo di hidup mas Arya sudah ada mbak. Saya salah tapi saya cinta dan sayang sama mas Arya." Jawab jujur Nia.


"Lo gak masalah dengan adanya gue di sisi Arya?"


"Maksudnya mbak?" Pertanyaan serupa juga di rasa oleh semua yg ada di ruangan.


"Nia gak masalah mbak, selama mbak sama mas Arya gak melupakan keberadaan Nia juga di antara kalian." Nia dan Lisa mulai tersenyum.


"Gue mau lo nikahin kami Ya." Ucapan Lisa membuat Arya mematung seketika.


"Iya mas, kami mau di madu tapi jangan ada yg lain lagi." Ucapan Nia membuat Arya tersentak.


"Eeedddiiiiaaaannnn kalian!!! Gimana bisa gue adil ke kalian berdua? Satu aja belum tentu bisa gue bahagiain. Ini malah kalian minta di nikahin barengan." Ucap bang Arya seraya melonjak dari tempat duduknya.


"Trima bang rejeki nomplok. Surga juga bagi kalian kalo bisa adil." Kata Rizal tersenyum simpul melihat kelakuan teman yg sudah di anggap sebagai abangnya itu.


"Kalian yakin kuat untuk di madu?" Tanya Cinta meyakinkan Nia sama Lisa.

__ADS_1


"Kami yakin Cin" Membuat Cinta beralih duduk di samping suaminya.


"Mas, jangan pernah kamu nikah lagi. Bahkan berfikir pun jangan mas. Hati Cinta gak kuat mas, Miris mas. Kalo sampek mas lakuin itu taksunat lagi burungmu mas." Ucap Cinga sambil memeluk Rizal.


"Lah, kok jadi kamu yg gak terima yang. Tenang aja, di hatiku cuma muat untuk kamu kok. Mas gak akan poligami yang, dari pada masaa depan terancam mending main aman aja." Ucap Rizal menahan tawa akibat ulah istrinya.


"Ya, jangan mikir mikir lagi lah. Kita bisa kok jadi istri kamu yg baik. Gue yakin kamu pasti bisa adil." Terang Lisa.


"Tapi kalian gak nuntut gue harus milih salah satukan? Itu bisa menyakiti semua. Kalo kalian siap di madu berarti kalian siap buat di gilir jadi gak 24 jam gue harus ada untuk kalian" Terang bang Arya yg masih tidak percaya.


"Kami siap." Kata Lisa dan Nia kompak.


"Mas pulang yuk, lama lama di sini pikiranmu terkontaminasi nanti." Cinta menggeret Rizal paksa keluar dari ruangan Lisa.


Lisa dan Nia tertawa melihat Cinta begitu posesif terhadal suaminya. Beda dengan bang Arya yg masih belum percaya dengan keputusan yg diambilnya. Menikahi dua orang sekaligus? Bener bener gila. Pikir bang Arya.


"Lisa Nia, gue gak bisa nikahin kalian barengan gue takut ngadepin keluarga Nia." Terang bang Arya.


"Lo gak usah pusingin itu. Gue sama Nia sudah mikirin hal itu." Terang Lisa sambil merangkul Nia bak adik kandungnya sendiri.


"Ya sudah kita nikah lusa yg penting sah baru gue nikahin Nia di kampung." Terang bang Arya.


"Tapi gue mau jadi istri sah juga Ya, jadi istri pertama. Ya kan Ni."


"Iya mbak, Mas kita nikan di Jakarta saja jangan di kampung kalo udah nikah saja baru pulang." Terang Nia.


"Ya Allah Nikamat mana yg sudah hamba dustakan. Rencanamu memang begitu indah Ya Allah." Ucap Rizal sambil menengadahkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2