Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Keluarga Absurd


__ADS_3

Queen masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Levin yg sudah bersiap untuk meeting. Queen berlalu begitu saja. Levin bingung dengan apa yg Queen lakukan. Tumben sekali dia ngabaiin gue, Biasanya juga dia yg heboh.


"Ma, papa mana?" Tanya Levin di dapur untuk mengambil air minum.


"Papa mu meeting lah gantiin kamu, kan di kira kamu gak pulang." Kata Cinta sambil menyodorkan nasi dalam piring berisi lauk.


"Ya sudah, Levin mau tidur lagi." Kata Levin yg mendorong balik nasinya.


"Makan dulu, baru tidur lagi. abangmu juga datang semalem jam 11 di jemput papa. Tapi kok mama gak denger ya kalian dateng.? Kalian pakek ilmu Kanuragan ya?" Tanya Cinta dengan pemikirannya.


"Iya ma, selama di Bandung Levin sama Queen belajar ilmu Kanuragan. jurus peringan tubuh seringan kapas." Jawab Levin asal.


"Wah, hebat dong. Nanti kalo ada genteng yg bocor kamu saya yg benerin. kan tinggal terbang dikit." Ucap Cinta sambil menopang dagu di atas meja serius ngobrol dengan anak lakinya.


"Mama, bisa gak sih pikirannya gak seabsurd itu? Gak mama gak Queen di tambah Billa. ancur tatanan dunia ma. Semoga aja si Ayu gak seabsurd kalian bertiga." Gerutu Levin.


"Sapa bilang Ayu gak kaya mereka?" Sahut Kliene yg baru duduk di antara mereka.


"Lah, kenapa gitu bang?"


"Kita makan Vin di restoran Abang sudah pesen dan sudah di DP in, dia tanya berapa harga makanannya Abang bilang harganya eh malah nangis." Kata Kliene


"Lah ngapa nangis dah?" Tanya Levin penasaran.

__ADS_1


"Dia nangisin harganya. makanan seemprit harga selangit, eh yg lebih absurt lagi dia yg udah kenyang malah mau di bungkus di bawa pulang. sayang katanya." Jawab Kliene kesal.


"Hahahaha, bang. Levin gagal jaga Queen." Kata Levin setelah menertawakan abangnya.


"Gagal gimana Vin?" Kini suasana berubah menjadi lebih serius.


"Queen, hampir di perkosa sama orang sana bang." Kata Levin menundukkan kepala.


"Lo kemana Sampek kecolongan?" teriak Kliene pada Levin penuh emosi.


"Gue ada meeting bang."


"Kenapa otak Lo cuma bisnis aja isinya hah!!!" Kini Kliene sudah sangat emosi.


"Karena itu Lo semaleman gak pulang?" Tanya Kliene.


"Iya bang, gue gak mau lampiasin amarah ke Queen." Kata Levin lemas.


"Lo bawa dia ke rumah sakit?" Tanya Kliene kembali.


"Iya lah bang, biar emosi gue gak mau berurusan dengan polisi." Jawab Levin yg kini sudah mulai menitihkan bulir bulir bening dari matanya.


"Kenapa gak kamu belokin ke kiblat sekalian Vin?" kata Cinta membuat kedua putranya dan menantu pertamanya menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Kemana itu ma?" Tanya Ayu penasaran.


"Kuburan." Kata Cinta penuh ketegasan


"You are my devil mom." ucap Levin bertepuk tangan bangga setelah menghapus air matanya kasar.


"Gara gara kalian berdua, Kliene bisa melihat pemandangan baru tempat tinggal kembaran Kliene yg sangat keren." Ucap Kliene yg membuat suasana semakin di penuhi tanda tanya.


"Emang Levin beli tempat tinggal baru?" Tanya Ayu yg semakin tidak paham dengan pemikiran keluarga suaminya.


"Gak beli, tapi dia akan tinggal di hotel selama beberapa tahun. Bisa bisa seumur hidup." Kliene memperjelas namun Ayu masih belum paham juga.


"Asik do..."


"Penjara Oneng." Kata Levin memotong pembicaraan Ayu.


"Astagfirullah, keluarga ini penuh dengan teka teki. sepertinya Ayu sudah masuk dalam keluarga detektif Conan deh." Ucap ayu lantas beranjak pergi ke kamar queen


Di kamar Queen.


"Ngapa Lo?" Tanya Queen yg lagi membongkar barangnya di koper.


"Keluarga Lo masih ada keturunan detektif?" Tanya Ayu dengan nada kesalnya.

__ADS_1


"Hahahaha, Lo harus belajar. pertama gue juga gitu tapi lama lama juga biasa." Jawab Queen.


__ADS_2