Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Beruntung.


__ADS_3

Di dalam kamar Kliene, Billa menemani kakak iparnya Ayu. Ayu dan Billa mendengar semua yg di bicarakan oleh orang orang yg ada di luar kamar.


"Mbak Ayu, beruntung mbak tukeran tunangan sama bang Kliene. Sedikit geli juga sih nyebut tukeran tunangan." Billa yg terlihat berfikir membuat Ayu tersenyum.


"Beruntung kenapa Bill?" Tanya Ayu


"Iya lah, embak gak harus ngerasain gimana galaknya Abang Levin sama posesifnya tu manusia utan." Jawab Billa membuat Ayu menggeleng.


"Itu yg buat embak mikir mikir lagi untuk berumah tangga sama Abang mu itu. Di pikir pikir embak gak siap di galakin sama bang Levin. Tapi Bill, Queen betah betah aja tu sama Levin." Ayu penasaran.


"Mbak inget gak kata orang, Cinta itu buta? Ya Queen sekarang buta akan cintanya bang Levin. Tapi mbak, biar bang Levin sering debat sama Queen. pasti Abang mengalah, Milih nurut sama Queen." Jelas Billa.


"Berarti emang beneran cinta mati mereka berdua?" Tanya Ayu lagi.

__ADS_1


"Kalo itu sih kayanya iya, Secara posesifnya Abang Levin sama Queen gak tanggung tanggung. Sering sekali itu hp Queen di sita sama bang Levin gara gara ketauan chat sama cowok lain." Terang Billa.


"Alasannya?"


"Queen itu gak sepintar Abang Kliene maupun Levin. Makanya itu di pakek patokan. Nilai Queen harus bagus, dan itu yg menuntut bukan mama atau papa. Tapi Levin. Kalau katauan keluar sama cowok, pasti langsung di geret Sampek ke rumah dan di kurung dalam kamar sama bang Levin juga. Di suguhi dengan buku latihan yg tebalnya gak karuan. Jadi kalo kemana mana Queen selalu sama Abang Levin dari dulu." Cerita Billa membuat Ayu bergidik.


"Bener katamu, Sebertinya memang embak bener dengan memilih Abang Kliene. Sejauh ini Abang Kliene memanjakan embak. Pernah capek sekali embak liat, Dia masih nyempetin jemput embak ke bandara pas embak pulang dari Surabaya. kangen katanya." Ayu menceritakan hal kecil Yg merupakan suatu kebanggan untunya.


Saat kedua Kakak dan adik ipar itu bercengkerama. Levin mengajak Queen yg menangis ke dalam kamar abangnya bergabung dengan adik dan kakak iparnya.


"Lo mau kemana Vin?" Tanya Queen hawatir karena Levin masih di Liputi oleh amarah.


"Nganterin mami pulang. Mulutnya Rara sudah gak bisa di rem." Jawab Levin sekilas.

__ADS_1


"Bang, biar bang Kliene aja yg nganter mami. Sekarang yg di butuhin Queen itu elo bukan gue." Kata Billa memang benar.


Yang di butuhin Queen saat ini adalah Levin bukan Billa. Levin melihat Queen dan setelahnya jongkok di depan Queen lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Queen.


"Udah dong nangisnya. Ilang entar jeleknya." Levin mencoma menenangkan tangisan Queen.


"Gue masih cantik Vin, Kan gue nangisnya Manja jadi gak pakek dah meleleh eyeliner gue." Kata Queen membuat Levin mengangkat kepalanya dan membuat Ayu juga Billa tertawa seraya menggeleng gelengkan kepala.


"Billa, salah ekspektasi Lo. Buktinya masih sadar make up dia. Udah ah gue yg nganter mami. nanti gue mau nanya nanya siapa papi kandungnya Queensya menantunya bapak Alfan Ahrizal dan ibu Cinta Lashifa." Levin melangkahkan kakinya menuju lemari abangnya lalu mengambil 1 kaos dari dalam lemari itu.


Ketika hendak memakai kaos Kliene memasuki kamar. " Baju gue Levin."


"Minjem Abang, Udah di tua masih pelit aja." Gerutu Levin membuat Ayu tertawa.

__ADS_1


"Awas aja kalo Lo punya niatan minjem istri. Gue gorok Lo Vin." Ancam Queen membuat Levin menyembahnya.


"Ampun sayang, janji ini yg terakhir." Levin masih dengan tangan memohon ampun


__ADS_2