Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Pesan


__ADS_3

Malam hari Billa di sibukkan dengan kerjaan kantor yang menjadi tanggung jawabnya. Billa mengerjakan semua sendiri sudah hampir sebulan ini. Levin yang biasanya membantu, harus ke Bali karena Miss Sandra sedang dalam keadaan kritis. Levin mengelola cafe miliknya sekaligus merawat Miss Sandra karena beliau tidak punya sanak saudara di Bali.


"Masih banyak dek?" Tanya Rizal yang melihat ruang kerjanya masih menyala.


"Masih pa, besok ini udah harus selesai." Jawab Billa membenarkan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.


"Kenapa gak di kerjakan sebelum sebelumnya?" Tanya Rizal.


"Laporannya baru jadi tadi jam empat sore pa, kaarena keterlambatan pengiriman dari clien. Ini aja masih untung udah jadi tadi sore pa." Jawab Billa yang memang seperti di remehkan oleh Clien gara gara usia yang masih kecil.


"Ya sudah, besok adek gak usah sekolah dan biar papa yang akan menggantikan Levin Meeting." Kata Rizal namun di tolak oleh Billa.


"Enggak pa, Billa sudah ijin ke sekolah kalo besok gak masuk sekolah dan pengen menuntaskan apa yang sudah Billa mualai. Ini kerjaan Billa pa, Billa harus tanggung jawab." Jelas Billa memberi alasan.


"Ya sudah papa temenin ya." Ucap Rizal menengahi.

__ADS_1


"Iya pa. Tapi tetep kasi Billa yang presentasi." Tawar Billa.


"Pasti."


Dua jam berlalu dan Billa baru saja menyelesaikan kerjaannya. Di lihat ponsel yang sedari tadi menemaninya dengan melantunkan lagu lagu milik Min Yoongi dan kawan kawan itu. Ada beberapa pesan yang masuk, namun hanya ada satu yang membuatnya tertarik untuk membuka.


Sandi:


I love you Billa, maaf gue gagal mengalihkan perasaan yang gue punya. Gue gak bisa terus melihat elu sama Aris yang tenyata sepupu gue mesra mesra an. Hati gue menolak untuk lupa akan cinta gue ke elu. Gue gagal Billa. Jujur, gue sama Frizka hanya boongan pacaran. Dan sekarang dia tengah berjuang melawan kangker hati. Dia mau melawan penyakitnya asal gue tetap bersama dia. Gue gak bisa boongi diri gue sendiri Billa. Gue sayang sama lu, tapi gue juga gak bisa ninggalin Frizka. Saat ini kondisi Frizka drop dan harus di larikan ke rumah sakit. Gue dan keluarga gue juga Aris dan mamanya menunggu Frizka sadar. Gue bingung Billa, gue pengen menyerah tapi gue gak bisa.


Itulah isi dari pesan yang di kirim Sandi. Billa meneteskan air mata tanpa sadar dia menyebut nama Sandi sebelum meminta maaf.


"Pa, Papa." Billa menggedor gedor pintu kamar orang tuanya.


"Kenapa sayang? Kenapa kamu menangis?" tanya Cinta saat membuka pintu kamar.

__ADS_1


" Papa mana ma? Temen Billa di rumah sakit belum sadar sampek sekarang. Billa mau menemui dia." Jawab Billa dengan tangisan yang semakin menjadi.


"Tenang dulu sayang, tenang. Mama temenin kamu juga ya ke rumah sakit." Jawab Cinta menenangkan Billa.


Billa sudah sampai di rumah sakit bersama kedua orang tuanya. Billa yang masih mengenakan baju tidur pun terus berjalan menuju ruang ICU di mana Frizka berbaring. Karena Tidak ada yang di ijinkan masuk dalam ruangan, semua menunggu di lorong rumah sakit. Billa melihat Aris dan Sandi lalu memeluk mereka berdua, tepatnya Aris dan Sandi lah yang memeluk Billa. karena Billa terlihat melambatkan langkahnya.


"Billa lu harus kuat, kita bersama. Kita akan tetap bersama dengan Frizka, dia adalah kita." Kata Aris menguatkan Billa.


"San lu juga harus bisa. Jangan menyerah, gue mohon jangan pernah mengatakan hal itu lagi ke gue. Gue yakin Frizka akan baik baik aja." Kata Billa membahas pesan yang di terimanya namun tidak menjelaskan secara detil.


"Iya Billa, gue punya lu dan Aris yang akan selalu mengingat ini." Jawab Sandi dengan hati yang hancur.


Billa melihat Frizka yang terbaring tak berdaya dengan selang selang yang membantunya bernapas dan bertahan hidup. Dari balik jendela kaca Billa terus menangisi keadaan sahabat yang selama ini mencela dan mengkritiknya namun tidak membencinya. Billa menatap kosong ke arah Frizka. Billa mengingat ingat lagi kata demi kata yang terlontar dari mulut gadis cantik yang sedang terkapar di dalam sana.


"Lu jahat Friz kalo sampek ninggalin gue. Gue bisa pastiin gue gak akan nemenin lu tidur dalam tanah. Gue gak akan pernah nolongin lu kalo malaikan mencambuk lu dalam tanah. Lu belum ijin buat sakit Friz. Nilai lu pasti gue lawan, liat saja. Selama ini gue ngalah sama lu, gue biarin lu rengking 3 sebentar lagi gue yg akan menduduki rengking pertama paralel Friz." Kata Billa dalam tangisannya.

__ADS_1


"Lu mau nemenin Frizka tidur dalam tanah?" Tanya Aris yang sedari tadi menahan tawa dalam tangisnya bersama keluarga yang lain yang mendengarkan ucapan Billa termasuk mama dan papanya.


"Ogah lah, Gue sedih tapi gue gak oon ya mau ikut tidur sama dia di dalam tanah." Jawan Billa mendapat toyoran dari Sandi yang di ikuti oleh gelak tawa dari lainnya.


__ADS_2