Sahabat?

Sahabat?
Bab 60


__ADS_3

Hari untuk camping telah tiba. Riza dan Cinta berangkat pagi pagi sekali. Saat membuka pintu rumah ternyata bang Rama sudah ada di depan pintu dengan rangsel besarnya. Cinta yg membuka pintu menjadi terkejut.


"Lah ngapa abang malah di sini?" Tanya Cinta.


"Sebel sama Rena, udah di siapin semua eh malah udh mau berangkat dia bilang gak ikut. " Jawab Rama jengkel.


"Alasannya bang?"


"Gak tau. Dia bilang gak ikut, terus abang bilang kalo udh di siapin eh malah nangis gak mau ikut. ya udah abang tinggal."


"Jahat lo bang jadi lakik."


" Ya maaf dek, abisnya dia dadakan gak mau ikutnya. Sedangkan ge panitianya, lucu kam kalo gue gak ikut dek." Ucap bang Rama meletakkan Rangselnya pada bagasi mobil Rizal.


"Yuk berangkat, kasian yg lain pada nungguin entar." Jawab Rizal.


Setelah sampai di kampus, Rizal Cinta juga bang Rama segera berbaur dengan yg lain. Cinta melihat Nadia langsung menghampirinya.Camping kali ini yg mengadakan adalah para PA. Dimana Bang Rama sebagai anggota inti.


Sesampainya di tempat Camping yg berlokasi di sebuah hutan pinus yg lumayan indah. Cinta beserta Nadia melihat lihat pemandangan sekitar. Sedangkan Rizal mendirikan Tenda untuk Cinta Nadia juga satu tenda di sampingnya untuk dirinya juga abangnya.


Rizal yg meminta izin membawa mobilnya sendiri karena Rizal membawa barang barang yg di perlukan. Rizal memikirkan tentang masaknya yg bakalan menjadi kendala. sehingga dia memutuskan membawa kompor gas dan tabung beserta alat alat masak lainnya.


Pada malam harinya Rizal dan Cinta bersendau gurau di saat abang dan teman temannya bergabung.


"Zal sanaan napa." ucap bang Rama yg gabung dengan Rizal.


"Kalian ini gak bosen ya berduaan terus? Kita yg liat aja bosen" Ucap Maya.


"Karena lo liat kita sambil ngemilin hati lo yg hancur makanya lo bosen" Ucap Rizal yg membuat semua tertawa.


"Sialan lo Zal, Untung ganteng lo. Kalo enggak gue kepret lu." Jawab Maya lagi.


"Lo gak capek apa ngejar Rizal mulu? Ntuh bininye setia bener ama Rizal." Celetuk Momo yg ada di samping Lina.

__ADS_1


"Ye kali aja ada yg ke dua kan mau tu gue daftar buat jadi simpenan." Jawab Maya seenaknya.


"Astaqfirulla mulutnya di kondisiin mbak. Kaya yg gak laku aja sih mbaknya ya kalo ngomong. Ayo sini gelut mbk, istri Rizal itu masih denger lo mbak ngomong apa." Jawab Cinta emosi.


"Udah yang gak usah di ladenin gelut sama aku aja yuk dalem tenda." Goda Rizal membuat teman temannya bergiding ngeri.


"Maenan adek lo parah Ram, Suka gelut gelutan di dalam tenda." Timpal Toni.


"Bang Toni mau gelut juga dalam tenda?" Tanya Nadia menggoda.


"Ya mau dek kan pengen juga kaya Rizal nyicipin yg legit legit." Jawab Toni sambil merentangkan tangan pada Nadia.


"Tu bang Momo nganggur. Ajak gelut sono pasti seru." Kali ini semua tertawa medengar jawaban Nadia.


"Ya elah dek masak abang ganteng maen pedang sih ya gak seru lah. Sekali sekali makan jerukn napa sama semangka. Menghilangkan dahaga abang dek." Toni memelas


"Segitunya gak lakunya lo Ton sampek kaya gitu mohon mohon. Noh si Maya nganggur dari pada ngintilin Rizal doang. pasti dia juga haus tu butuh belaian kasih sayang." Momo menimpali.


"Apa lagi? Sebutan yg lebih cantik dari ayam ayaman? Lagian kok lo gak ngehargai gue sih sebagai istrinya Rizal" Jelas Cinta.


"Kok kalian berantem sih. Makan ubi yuk biar kalian gak galau." Ajak Angel.


Bang Rama mendekati Angel yg membawa sepanci pisang kukus.


"Jangan bawa berat berat kasian dedeknya. pisang siapa yg bawa ini?" Tanya bang Rama.


"Rizal kayaknya bang, kenapa? abang suka? Besok akan aku bikinin di rumah." Terang Angel


"Iya abang suka sekali pisang rebus sama pisang goreng." Jawab bang Rama sambil mengambil alih panci yg di bawa Angel


"Wiiihhhh pisang rebus. Makasih ya ngel, ini tu kesukaan bang Rama." Jawab Rizal sambil mengambil beberapa biji pisang kukus.


"Itu di kukus yang. Bang Rama apa bang Rama??" Goda Cinta.

__ADS_1


"Iya kesukaan Mas mu tersayang ini juga to sayang." Kata Rizal manja.


"Neg gue sama kalian" Kini Lina memutar mata jengah.


"Pada sirik sih semua sama gue, Kenapa sih? Padahal kan Cinta bini gue. Gak ada yg aneh juga." Jawab Rizal.


"Yg salah itu hati adek bang, salah tempat maksudnya." Goda Nadia yg selalu gak suka melihat Maya yg semakin berani menunjukkan perasaannya pada Rizal.


Nadia takut Rizal tergoda dan menyakiti Cinta. Biar gimanapun Rizal seorang laki laki normal. Setiap hari di goda pasti akan luluh kalo gak ada penolakan dari sekitar juga. Sebenernya Cinta gak jelek jelek amat sih, Maya hanya menang putih juga menang berani tentunya. Cinta yg memang terkesan cuek kalo misalnya bukan Rizal yg memulai duluan. Postur mungil Cinta yg membuat nya minder sebenarnya. Tinggi yg hanya 162 dengan Rizal yg tingginya 180 lebih dikit. Maya yg memiliki tinggi 170 itu lah yg membuatnya lebih berani.


Cinta berkulit kuning langsat khas Indonesiasedang Maya berkulit putih seperti orang Cina. Sering kali Cinta merasa gak pd dan malu sendiri saat Maya menggoda suaminya Rizal. Cinta memilih diam dan sadar diri. Yg sebenernya Rizal tak memperdulikan fisik. Karena Rizal sudah merasa cocok dan hatinya sudah memilih Cinta.


"Cin jangan sih lo itu diem kalo suami lo di goda sama Maya. Lo gak takut kalo Rizal tergoda sama Maya?" Bisik Nadia geram.


"Gue percaya sama Rizal Nad, gue yakin dia bisa milih mana yg terbaik Nad." Jawab Cinta.


"Lo jangan pasrah gitu dong. Niya, ibarat kucing kalo di kasi rendang pasti akan di makan juga. Sama kaya laki lo, sekuat apapun Rizal kalo terus di gesek hatinya pasti akan luluh juga." Nadia mempringatkan.


"Biarin dah Nad capek gue ngurusin dia dia mulu. Lagian kalo misalnya Rizal tergoda ya anggep aja nasib gue yg jeles sama kaya Rena." jawab Cinta santai tapi dia lupa kalo masalah Rena masih belum ada yg tau.


"Rena? Rena kenapa Cin? Oh iya kenapa dia gak ada sih. Kenapa kakak ipar lo itu?" Tanya Nadia yg menyadarkan Cinta bahwa dia keceplosan.


"E...e... e... Rena ada urusan katanya makanya bang Rama nebeng Rizal tadi."Jelas Cinta gelagapan.


"Yang mau jagung bakar?" Rizal menawari Cinta.


"Mau mas, tapi makannya di temenin kamu."


"Pasti." Kata Rizal mengacak rambut Cinta.


"Jangan ada orang ke tiga di antata kita." Kata Cinta menunduk sepergian Nadia.


"Janji hati hanya untukmu." Rizal mencium Cinta mesrah.

__ADS_1


__ADS_2