Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Benarkah ini karma?


__ADS_3

"Queen.... Queen...." Teriak Levin dari pintu masuk hingga kamar.


Levin melihat Billa menangis di kamar Levin dan Queen dengan mendekap seprai dengan noda darah. Levin langsung menendang pintu kamar mandi yg di yakini Queen sedang berada di sana. Levin melihat mamanya sedang memandikan sang istri langsung bersimpuh di kakinya.


"Maafin Levin ma, Levin gak bisa jaga Queen dengan baik. Levin banar benar mengecewakan mama sama papa kali ini." Levin sudah menangis di bawah kaki mamanya.


"Bukan mama yg harus memaafkan kamu atau tidak tapi Queen." Ucap mamanya datar.


"Queen, Maafin aku sayang. Aku gak tau kalau kamu di rumah sendirian. Ini salah ku, kamu boleh menghukumku sesukamu. Tapi aku mohon maafin aku." Levin menangis di bawah kaki kedua wanita itu.


Cinta sudah selesai memandikan Queen dan mengganti bajunya. Queen terguncang jiwanya hingga dia hanya mampu diam dengan tatapan kosong. Cinta memangdang Queen dengan tatapan nanar membayangkan kelanjutan hidup sang putri.

__ADS_1


"Kamu jalang bebaskan Alex. Dia tidak akan pernah melakukan itu jika tidak di goda oleh mu. Dasar wanita tak tau diri!!!" Ucap Rara pada Queen.


Dengan tatapan kosong Queen tak menanggapi ucapan Rara. Rizal melihat Rara semakin geram, Ingin rasanya ia menampar gadis kecil itu. Tapi di urungkan karena menghormati sang kakak yang merupakan ayah dari gadis itu.


"Ayah, pernahkah ayah dulu melecehkan mami?" Pertanyaan tiba tiba muncul dari mulut Queen membuat Rama bungkam.


Rama terduduk mendengar pertanyaan dari gadis itu. Rama mengingat kembali 21 tahun lalu, di mana dia dan Toni dengan ganasnya menyetubuhi seorang gadis di gudang kosong kampus. Gadis itu meminta maaf dan ampunan dari mereka berdua agar melepaskannya. Namun Rama dan Toni tidak mau mendengarkan dan melepas hasrat mereka. Toni meninggal dalam kecelakaan lalulintas karena mengetahui gadis yg bernama Angel itu memiliki anak. Bukan karena tidak mau bertanggung jawab, tapi dia marah karena Angel memilih Rama yang sudah beristri dari ada dirinya yang masih singel.


"Ayah tak perlu meminta maaf pada jalang ini. Dia sudah membuat Alex lari dari tanggung jawabnya." Perkataan Rara seakan membuka aib baru yg sudah di tutupi olehnya.


"Maksud kamu apa sayang?" Tanya Rena dengan mulut bergetar.

__ADS_1


"Alex berjanji menikahiku bun, Dan sekarang aku hamil anak Alex sudah 2 bulan lebih." Mendengar ucapan Rara Queen seakan kesetanan dengan tertawa lepas.


Levin bertepuk tangan akan kebodohan keluarganya. Levin mendekati Queen dan ikut tertawa bersamanya.


"Queen aku janji akan membalas dendam akan perbuatanyg sudah di lakukan manusia laknad itu terhadapmu. Dengan perlahan dan pasti aku akan menjadikannya berlutut mohon ampun terhadapmu." Levin penuh amarah.


"Aku tak mau bertemu dengan lelaki itu. Aku mau dia membusuk di penjara dan selamat atas kehamilanmu Rara. Silahkan anda semua keluar dari rumah saya." Usir Queen pada ayah dan bundanya beserta adik tirinya itu.


Levin mengajak Queen kekamar depan di mana kamar Queen dulu. Levin tak mau menginjak kan kaki lagi di kamar penuh dosa itu. Levin memeluk Queen yg masih menangis sesenggukan meratapi nasibnya.


Sebulan sudah kejadian itu berlalu. Queen yg tak mau di sentuh oleh Levin pun merasa lega ketika mendapati dirinya telah kedatangan tamu bulanan. Senyuman yg selama sebulan tenggelam, kini sudah mulai menyapa Levin di bangun paginya.

__ADS_1


"Queen, apa kamu sudah memaafkan aku?" Tanya Levin saat mendapati istrinya membangunkanmya dengan senyumanan manisnya.


__ADS_2