Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Queen kecelakaan


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju cafe, Rizal melihat ada motor gede terparkir di pinggir jalan dengan di pasang garis polisi. Tak jauh dari motor terlihat 3 orang polisi yg sedang mengatur lalu lintas yg sepertinya habis tersendat. 2 polisi lagi sedang mengamati bekas kecelakaan yg diduga itu sangat parah. Ya itu terlihat dari motor yg sudah ringsek dan tak jauh dari motor itu terparkir sebuah sedan mewah juga ringsek bagian depan.


"Kita menepi." Kata rizal dengan tatapannya masih tertuju pada motor di samping.


"Pa, itu bukan motor Queen kan." Air mata Levin sudah lolos dari pelupuk matanya.


"Lebih baik kita tanya dulu pada pak polisinya." Kata Kliene yg sedikit lebih tegar dari pada adik dan papanya.


"Permisi pak, ini ada apa ya?" Tanya Kliene ada salah satu pak polisi yg mengamati motor gede itu.


"Ada kecelakaan pak, pengendaranya seorang cewek sedang kritis sekarang. Sedangkan pengemudi sedan ini sudah meninggal di tempat." Jelas Pak polisi membuat jantung Kliene selerti tertusuk sebilah pedang.

__ADS_1


"Kapan kejadiannya? Kami kehilangan salah satu anggoka keluarga kami. dia juga mengendarai motor gede warna yg sama. Dia cewek dari arah sana menuju ke sana. Berangkat jam 7 malam sampai sekarang belum oulang dan hpnya tidak aktiv pak." Jelas Kliene pada pak polisi.


"Hmmmm, kami ada membawa tas pengemudi motor. Ini milik korban."


Queen!!!!


Kliene histeris melihat tas yg di tunjukkan pak polisi. Kliene hafal betul tas itu, karena dia lah yg membelikannya saat Queen ulang tahun yg ke 20 kemaren.


"Saya abangnya pak, dan di sana papa sama suaminya korban. Bisa kami bawa tasnya dan kami mau tau di rumah sakit mana Queen di bawa?" Tanya Kliene lagi.


"Rumah sakit di depan pak. sekarang masih kritis dan masih di ruang ICU." Jelas pak polisi lagi.

__ADS_1


"Ya sudah pak terimakasih. kami akan segera mencari adik saya." Kliene meninggalkan pak polisi sibuk dengan catatannya kembali.


Sesampainya di rumah sakit, Levin langsung mencari keberadaan Queen di ruang Icu. Namun gagal karena di hadang oleh dokter yg bertugas.


"Maaf, bapak gak bisa masuk sembarangan." Kata dokter yg bertugas.


"Saya suami dari pasien yg kecelakaan dok." Kata Levin dengan sedikit membentak dokter.


"Oh kebetulan keluarga sudah datang, sekarang mari ikut saya. Karena pasien mengalami beberapa cidera parah." Jelas dokter yg mengajak ke empat lelaki itu ke ruangannya.


"Gimana dok dengan putri saya?" Tanya Rizal tak percaya bahwa Queen lah yg sedang mengalami kecelajaan itu.

__ADS_1


"Kami telah memeriksa semua dan kami mendapati beberapa luka serius. Seperti luka di kakinya yg mungkin tidak mampu di gerakkan secara normal atau bahkan bisa lumpuh sementara. Itu karena adanya benturan yg sangat hebat. Dan lagi tulang pinggulnya juga terbentur akan mengakibatkan susah hamil. Kami tegaskan lagi, susah hamil bukan tidak bisa. Kalo misalnya pasien siuman nanti dan mendapati kakinya tidak mampu bergerak tolong di kuatkan dengan menyarankan untuk terapi agar bisa berjalan kembali. Untuk luka di wajah kepala itu tidak begitu parah karena dia menggunakan helm fullface. Untuk biaya pengobatannya sudah di tanggung dari pihak yg menabrak sampai sembuh." Jelas dokter namun entah Levin mendengarkan atau tidak. Ya pasalnya dia hanya menatap sang dokter dengan tatapan kosong.


__ADS_2