
Percaya atau tidak kini Ayu menjadi seorang yang bisa di bilang rakus. Makan sehari normalnya 3x sehari tapi Ayu setelah ngidam singkong bakar kemarin dia makan bisa 5 sampai 6x sehari. Ayu makan tanpa saringan, dalam artia apa saja yg di suguhkan di hadapannya selalu di makan olehnya. Terutama makanan yang berbau seafood tanpa harus menunggu lagi dia langsung menyantabnya.
"Ayu kenapa kaya orang kesetanan gini ya ma makannya? Kliene peratiin sedari sarapan tadi dia sudah 4x makan lo di kampus, masak dia masih nyari makanan lagi baru nyampek rumah." Klienen merasa heran.
"Biarin aja, dia masih ngidam. Kamu sediain aja makanan bergisi biar bayi dalam perut istrimu nutrisinya terpenui. Sepertinya istrimu lagi gila makan seafood, sediakan itu setiap hari dan jangan lupa kasi dia makan sayuran juga biar kolesterolnya gak naik. Susah kalo sudah naik saat hamil." Kata Cinta menasihati Kliene yang merasa keheranan.
"Yang, aku pengen makan yang seger seger." Rengek Ayu yang sudah berganti baju santainya.
"Emangnya istriku mau apa?" Tanya Kliene yang tak malu lagi mengucapkan kata kata menggelikan di depan semua orang.
"Sayang, mau kelapa muda dari kebunnya mbah Werdi." Rengek Ayu yang hanya di tertawakan oleh Cinta mengingat dulu saat hamil si kembar juga minta makan rujak malem malem di rumah pak de Werdi.
__ADS_1
"Untung mbah Werdi sabar, yasudah aku mintain kamu tunggu sini ya." Kliene berangkat ke rumah tetangganya yang hanya bersekat tembok itu.
Tidak hanya 1 Kliene membawakan kelapa muda, tapi 5 sekaligus. Mengingat betapa banyaknya makan istrinya sekarang membuat Kliene harus menyediakan permintaannya lebih dari 1.
Malam sudah menjemput mimpi, tapi Kliene masih belum tidur karena dia masih ada tugas kuliah. Ayu sudah tidur karena kekenyangan mungkin. Di kaman malam Ayu makan menghabiskan 3piring nasi dengan porsi besar. Baru saja Kliene menaiki ranjang untuk tidur, tina tiba Ayu kebangun dan berbisik bahwa dia kepengen makan nasi ati ampla pedes yang di jual di warung nasi pengkolan depan gang.
Dengan wajah capeknya, Kliene mencarikan nasi yg di minta sang istri. Jam 23.45 Kliene berjalan bersama Ayu yang ngotot mau ikut membuatnya merasa horor. Pasalnya Kliene mendengar cerita tetangga kalo di rumah kosong itu sering terdengar jerita jeritan seram. Saat melewati bangunan kosong tepat di depan rumah oma Erna itu, Kliene mendengar sebuah teriakan yang memekakan telinga. Tanpa berpikir panjang lagi, Kliene langsung lari terbirit birit meninggalkan sang istri dengan membawa kabur nasinya.
"Gara gara lo gue di tinggal laki gue. haduuuh pergi sono lu. dasar gila." Umpat Ayu menyuruh wanita itu pergi.
Dengan tenang Ayu berjalan hingga sampai di depan pintu rumahnya yang terkunci dari dalam. Kesal? Pasti, Jengkel? jelas. Mau marah? gak sanggup dia laki gue, mau gimana juga abis gue marahin juga gue endus endus lagi. Malu lah, pikir Ayu mendapati pintu terkunci.
__ADS_1
"Mama papa bukain pintu, Ayu di luar." Ayu memencet bel dan sesekali menggedor pintu rumahnya dengan keras agar seisi rumah mengetahui bahwa mantu cantiknya itu tengah di kunciin pintu oleh sang suami tercinta.
"Ya ampun, kenapa kamu ada di luar malam malam gini sih sayang?" Tanya Cinta yang membukakan pintu.
"Ayu pengen makan nasi ati apla pedes ma beli di pengkolan depan." Jawab Ayu jujur sembari duduk di sofa ruang tamu meregangkan kakinya.
"Dapet? Lagian kenapa gak nyuruh kliene aja sih? Gak guna banget itu lakikmu dan Yu. Heran mama." Tanya Cinta dengan pertanyaan yang bikin Ayu emosi.
"Dapet ma, tapi di bawa kabur sama Kliene gara gara itu orang sinting yg di rumah kosong teriak teriak jadinya Ayu di kunciin dari dalem sama Kliene." Jawab sewot Ayu.
"Allahuakbar Kliene sehat kaya gitu? katanya dokter tapi penakut. hmmm gimana entar kalo di suruh praktek ke kamat mayat? Bisa pingsan di tempat dia." Geram Cinta.
__ADS_1