
Rizal menaiki anak tangga dengan pikiran kacau. Rizal menuju kamar Cinta yg terletak di sebelah kiri tangga. perlahan Rizal mendekatinya dan membuka pintu. Namun pintu itu susah di buka seperti terkunci.
"Ma mama.... " Teriak Rizal.
"Ada apa?" Mama Rizal menaiki tangga dan menghampiri Rizal.
"Pintunya kekunci, ada kunci cadanganya?" Tanya Rizal
"Ada di laci situ." Mama Cinta
Rizal memasukan kunci tapi gak mau masuk. Semakin gak bisa di buka semakin Rizal penasaran. Rizal mulai mengetuk pintu tapi tak ada yg membuka sampai akhirnya Rizal mendobrak pintu kamar Cinta.
Cinta kaget pintunya di buka paksa oleh Rizal. Saat Rizal menemukan Cinta di dalam. Rizal langsung memeluk Cinta.
"Kenapa lo gak bilang sih kalo mau nginep di sini? Semua bingung nyariin." Kata Rizal
"Lo kenapa? Ini udah jam berapa lo gak mikir tengah malam dobrak kamar orang hah!!! kalo tetangga bangun gimana?" Tanya Cinta.
"Tetangga udah pada bangun dari tadi gara gara lo ilang dek." Kata kak Mae sewot.
"Lain kali bilang sama lakik mu kalo mau nginep di sini. Udah dari tadi Rizal nyari nyari kamu kaya orang gila." Omel mama Cinta.
"Tadi kata mama Cinta gak ke sini tapi gimana bisa Cinta tidur disini?" Tanya Rizal pada mertuanya.
"Tadi gue masuk rumah kosong. gak tau pada kemana. Gue ngantuk gara gara lo cuekin males gue ngerasa gak di anggep." Jawab Cinta sambil mukul pundak suaminya.
__ADS_1
"Gak dianggep gimana sih? Kalo gak di anggep gak mungkin lah gue bangunin semua orang subuh subuh gini buat nyari lo." Rizal pun geram.
"Terus kenapa lo diemin gue. Tiap gue ajak ngobrol lo cuma geleng kepala. gak ada respon yg lain."
"Oh yang itu. Ya lo pikir sendiri dong. Lo dari tadi jalan yg lo omongin cima Rico. Foto Rico masih lo simpen. Kepoin ig dia. Lo itu jaga perasaan dia dari kita nikah tapi lo gak pernah jaga perasaan gue sebagai suami lo. Terus lo yg ngambek baru di diemin gitu?" Rizal Ngomel yg di saksiin oleh papa sama mama Cinta juga Mae.
"Lo cemburu Zal?"
"Lo pikir aja sendiri!!"
"Pikiran gue bilang gitu." Jawab cinta sambil melirik Rizal yg duduk di samping nya.
"Ya gitu." Kata Rizal seakan tak mau mengakui.
"Kalian ini persis anak 5 tahun lagi rebutan permen. gak ada yg mau mengalah. ayo istirahat sana. Gak usah masuk sekolah. Toh besok hari tenang selama seminggu." Kata papa Cinta.
"Cinta... Cin..." Teriak Rizal sambil sedikit berlari mencari Cinta menuruni anak tangga.
"Pelan pelan kenapa si lo Zal, gue gak kemana mana." Cinta menenangkan Rizal pagi pagi udah kaya orang kesetanan.
"Trauma gue." Terang Rizal sambil mengalungkan lengannya di bahu Cinta.
"Makanya gak usah sok sok a cemburu." cibir Cinta.
"Gue bisa gak cemburu sama lo. Gue juga gak perduli sama lo. Tapi gue minta 1 sama lo. Lo juga jangan cemburu sama gue!!" Seru Rizal sambil melangkah keluar dari rumah Cinta.
__ADS_1
Orang tua Cinta melihat perdebatan Rizal dan Cinta. Mama Erna mendekati Cinta dan menasehatinya. Cemburu dasar dari Cinta selama itu masih di dalam batas wajar. Mendengar mamanya, Cinta merasa bersalah pada Rizal.
Cinta pulang kerumahnya dan mendapati Rizal duduk di depan Tv dengan memainkan remot. Cinta mendekati Rizal dan mencium pipinya. Namun sebelum menyentuh pipinya, dengan cepat Rizal menghindar. Cinta mengambil tangan Rizal, tapi Rizal menghempaskan tangan Cinta. Kembali Cinta mendekati Rizal dan mau memeluknya. Kembali Cinta mendapat penolakan dengan Rizal beranjak dari duduknya.
Tanpa kata dan tanpa suara, Rizal kembali ke kamar. Rasa pusing yg ia rasakan membuatnya lebih cepat tertidur pulas. Cinta yg melihat Rizal tertidur langsung mendekat dan membelai rambut Rizal.
"Lo tau Zal, gue masih belum percaya 100% sudah menjadi nyonya Alfan Ahrizal. Saat pertama yg ada dalam fikiran gue saat semua orang bilang sah itu. Beneran gue jadi istri kunyuk itu? Biang rusuh yg tak mau mengalah itu? Setelah mama ngajak gue turun dan pak Ustad menyuruh untuk mencium tangan lo sebenernya gue gak trima. Cih gue harus cium tangan curut ini, kira kira kalo temen temen kelas tau gimana ya? Pasti gue di gantung di tiang bendera..."
"Siapa yg berani gantung lo di tiang bendera?" Tanya Rizal yg tiba tiba membuka mata dan mengagetkan Cinta.
"Lo gak tidur Zal?" Tanya cinta gelagapan.
"Gue kebangun gara gara lo elus elus kepala gue." Kata Rizal sambil memeluk perut Cinta yg tidur di sampingnya dengan kepala Rizal berpindah ke pangkuan Cinta.
"Jangan ngambek lagi ya. Gue gak suka lo diemin."
"Iya gue gak bakalan ngambek ke elo lagi, cemburuin lo lagi juga gak bakalan perduliin lo lagi." Ucap Rizal sambil mendudukan diri di ranjang dan ber sandar di kapala ranjang.
"Kalo lo gak mau perduli sama gue, terus siapa dong yg bakalan perduliin gue?" Tanya cinta sambil menyandarkan kepalanya di pundak Rizal.
"Kan masih ada Rico." Jawab Rizal dengan memeluk Cinta.
"Lo masih marah sama gue Zal?" Tanya cinta.
"Menurut lo?" Rizal memejamkan mata.
__ADS_1
Cinta mencium bibir Rizal dan membuat kaget langsung membuka matanya. Cinta berhenti mencium Rizal. Dan melihat wajah Rizal yg kaget sebelum melanjutkan ciumannya.