
Sore itu Rizal menyiram bunga di depan rumah. Rizal melihat pedagang es kelapa muda lewat depan rumahnya. tanpa berfikir panjang Rizal memanggil dan membeli beberapa kelapa muda hijau utuh beberapa butir. Rizal meminta tolong pada penjualnya untuk membuka semua untuknya. setelah terbuka semua Rizal meminum air kelapa muda itu dari buahnya langsung menggunakan pipet yg di berikan oleh penjualnya.
Cinta melihat Rizal memiinum kelapa muda dari jendela pun membuat Cinta berlari keluar rumah. Rizal menatap Cinta yg kini sudah duduk di pangkuannya yg tengah meminum kelapa muda miliknya. Setelah Cinta meminum air kelapa muda hingga habis Cinta meminta Rizal mengambilkan sendok untuk mengambil daging buahnya.
Cinta duduk di ayunan di samping Rizal. Kliene dan Levin di ajak jalan jalan oleh Rama sehingga Cinta merasa bosan. Cinta memakan habis daging buah kelapa muda itu. Rizal masih memperhatikan Cinta yg masih berusaha mencari daging buah kelapa yg sudah habis di makannya. Dengan senyuman hangatnya Rizal menyodorkan kelapa ijo muda lagi ke hadapannya. Dengan cepat Cinta mengambi kelapa muda ijo itu dari tangan Rizal.
"Pelan pelan sayang, itu masih banyak." Rizal menunjukkan beberapa butir lagi kelapa muda ijo pada Cinta.
"Maaaassss tau aja yg Cinta pengen." Cinta memeluk Rizal yg penuh dengan keringat.
Kalo gue keringetan kenapa Cinta gak mual ya, tapi kalo udah ganteng kenapa gue di suruh mandi lagi sih? Batin Rizal keheranan.
"Mas mau?" Rizal pun membuka mulutnya.
__ADS_1
Cinta menyuapi Rizal daging buah kelapa muda itu. Merasa seneng, Rizal pun berniat tidak mandi atau akan sengaja berolah raga agak mendapatkan keringat dan mendekati istrinya. Rizal masih dengan senyum liciknya di buat kerepotan karena Cinta meminta lagi karena kelapa mudanya sudah habis.
"Gak bisa besok saja lagi yang? pedagangnya udah lewat tadi." tanya Rizal.
"Maunya sekarang mas, itu di rumahnya pak Somad ada 1 minta sana mas." Cinta memberi saran.
"Hamil pertama kamu minta rujakan di rumah pak de Wardi. sekarang minta kelapa muda di rumah pak Somad lama lama kamu kaya sensus penduduk yang." Kata Rizal berlalu ke rumah pak Somad yg berada di ujung gang.
Cinta masih setia menunggu Rizal di ayunan hingga tertidur. Rizal datang dengan membawa 2 butir kelapa muda. Rizal melihat Cinta tertidur di ayunanpun meletakkan kelapa muda di samping ayunan lalu mengangkat tubuh istrinya yg sedikit kurus karena tidak begitu mau makan.
"Sayang, jaga mama ya. Papa sayang kamu juga mama kamu sayang. Tapi apa daya kamu masih belum mau menerima papa dekat dengan mama. Bantu papa menjaga mama dengan mengizinkan mama makan untuk mendapatkan tenaga. Tenaga untuk mempertahankanmu, menjagamu juga membahagiakanmu sayang. Kekuatan papa ada sama senyum mama juga kalian anak anak papa. Papa hanya ingin memberikan yg terbaik untuk kalian. wahai penjaga hati papa."Bisik Rizal tepat di perut Cinta sebelum memperdengarkan solawat nabi untuk bayi dalam perut Cinta.
Cinta ternyata sudah terbangun dari saat Rizal menggendongnya. Niatnya untuk mengerjai Rizal, tapi setelah mendengar ucapan Rizal membuat Cinta baper.
__ADS_1
"Baper mas, sini peluk." Rengek Cinta dengan merentangkan tangan setelah menghapus air matanya.
"Ih gemes deh, sini sini." Rizal memeluk Cinta seneng akhirnya Cinta sudah gak mual lagi berdekatan dengannya.
"Papaaaaaa Kliene dataaaannnnggg." teriak kliene dari arah luar.
"Hmmm calon adik sudah bisa di tanganin. eh Abang abangnya Dateng. alamat masih harus puasa." Rizal membuang nafas kesal.
"Sabar ya tong, Nanti malem ngejatah. Bisik Cinta di telinga Rizal saat memeluknya.
Cinta tau selama hampir dua Minggu dia tersiksa menahan hasratnya. Cinta yg merasa baik baik saja mencoba terus mendekati suaminya.
Cup
__ADS_1
Cinta mencium tengkuk Rizal.