
Sejak kejadian itu, Levin sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di rumah orang tuanya. Bukan karena dia benci atau tidak sukan pada orang tuanya ataupun kakek dan neneknya. Tapi Levin takut akan Dosa yang akan di tanggungnya ketika harus melawan ataupun meninggikan suaranya pada kakek dan juga neneknya yang menganggap Queen adalah sebuah dosa besar atau sebuah aib. Queen merasa tersiksa karena sama sekali tidak bisa bertemu dengan ketiga jagoan yg selalu di akuinya putra itu.
"Vin,aku kangen sekali dengan Agas, Aska dan juga Bagas. Sumpah aku gak sanggup kalo harus terpisah juga dari mereka bertiga Vin." Rengek Queen tengah malam karena tak bisa tidur terus menahan rindu pada sang tiga jagoan itu.
"Sabar dulu sayang, Tunggu papa eksekusi tante Michel baru kita bisa ketemu dengan ketiga putra kita. Sekarang mending kita tidur, besok aku ada meeting sama papa jam 8 pagi sayang." UcapLevin memeluk Queen yg tak bisa tidur meski sudah menghitung domba sebanyak 500 ekor.
Queen menuruni tempat tidur dan berjalan ke arah dapur dan membuka kulkan yg penuh dengan makanan persediaan kali saja ada orang ngidam yg ketuk pintu malam malam minta makan lagi. Queen mengambil sekotak susuk coklat instan yg terdapat di pintu kulkasnya. Di tuang ke dalam gelas dan meminumnya dalam keadaan duduk di lantai samping pintu kulkas yg masih terbuka. Air mata Queen menetes dan menyesali takdirnya yang terlahir dari rahim seorang wanita penggoda. Wanita yg hamil entah anak siapa, dan kenapa dirinya tak mirip sama sekali dengan ayah yg pernah menjadi suami sang momi.
"Tuhan, kenapa gini banget sih aku yang menanggung karma dari perbuatan momi dan dedy aku? Atau aku sendiri yang melakukan kesalahan? Tuhan, aku gak pernah merebut Levin dari siapapun kan? Apa jangan jangan mbak Ayu yg benci dengan ku, makanya dia tega mengutukku gak punya anak?" Kata Queen dalam tangisannya.
__ADS_1
Levin memeluk Queen yg menangis dengan menyembunyikan wajahnya di antara kaki yang di tekuknya. Levin mengangkat tubuh Queen yang terkejut karena tindakan Levin.Tak mampu menolak lagi, Queen hanya pasrah karena dia tau Levin pasti mendengarkan apa yg di keluhkan olehnya tadi.
"Kamu mau kita berusaha sampai kamu hamil? Aku bisa pastikan kalo kamu bisa hamil Queen. Kamu gak ada salah apa apa, dan lagi, ini adalah salah satu cara untuk mendewasakan kita. Jangan mengeluh Queen, kita masih sangat sangat muda jan umur kita masih memungkinkan untuk berusaha meski kita menunda setahun atau dua tahun lagi." Terang Levin menenangkan Queen yg masih terisak.
"Masalahnya bukan menunda, tapi bisa dan gak bisa karena kesalahanku sendiri. Karena kecerobohannku." Levin memeluk Queen lalu membelai rambut Coklat kemerahan milik Queen. "Apa kamu menikah lagi saja? om Arya bisa bahagia dengan dua istri bahkn anak anak mereka juga rukun." perkataan Queen membuat belaian Levin di rambut Queen menjadi jitakan jitakan kecil sebanyak 3 kadi.
"Maaf bang, neng lagi galau soalnya." Jawab Queendengan mengelus-ngelus kepalanya yg sakit akibat jitakan sang suami.
"Biarkan aku hanya mencintaimu selain mencintai Allah dan para rosulnya. Biarkan aku menyayangimu saja selain orang tuaku. Biarkan aku hanya bisa menyentuhmu, karena hanya kamu lah yang aku halalkan. Jangan paksa aku untuk mencintai, menyayangi atau menghalalkan yang lain. Karena sekali aku menghalalkan yang lain pasti akan ada 'Mereka' selain 'Dia'. Karena aku yakin, setelah mendapat restu untuk mendua, tak jarang kalo suami itu memanfaatn untuk mencari yang ke empat dan ke lima. Dan jangan pernah samakan aku dengan om Arya, hatiku tak mampu untuk mendua menerima dua cincin seperti om Arya. Sebelum memikirkan kata adil di antara kalian aku harus tau kondisi ku juga. Sama kamu aja aku bisa ampun ampun, masak harus gilir sih dengan kata Adil." Kata Levin menerawang membayangkan yg belum pernah dan tak akan pernah terjadi karena itu janji dia dan sumpahnya untuk tidak pernah menduakan atau membagi cintanya yg hanya untuk Queen dengan wanita manapun selain mamanya.
__ADS_1
"Emang kamu kalo sama aku bisa ampun ampun?" Tanya Queen mengulang perkataanLevin terakhir.
"Emm kamu itu buat aku gila." Jawab Levin dengan menarik pelan hidung Queen.
"Terus kalo gitu kenapa selalu minta namba? kamu gak ngerti aku capek?" Kata Queen memicingkan matanya.
"Ya.... ya.... itu karena aku mau kamu ceoet hamil." Jawab Levin gelagapan.
"Alesan aja ka Levin Baganta!!!" Wueen membalik badan dan tidur memunggungi sang suami yg masih terkekeh.
__ADS_1