Sahabat?

Sahabat?
Season 2 You are mine


__ADS_3

Upacara hari senin terlaksana dengan khitmat yang di ikuti oleh semua siswa siswi juga para guru dan staf. Semua murid masuk ke kelas dan ada juga yang pergi ke kantin untuk sekedar membeli minuman. Billa Frizka Sandi dan Aris berjalan beriringan, namun ada sesuatu yang aneh.


Keanehan itu adalah, Frizka siswi paling cantik berjalan di samping Sandi dan menggandeng tangannya. Hampir semua siswi iri pada Frizka yang mampu menaklukan Sandi yang terkenal cuek dingin dan paling anti sama cewek. Dan keanehan kedua dan membuat cowok cowok yang melihat akan menepuk jidat. Billa yang berjalan di belakang Aris dengan memegang ujung baju Aris.


"Ris, lu nemu anak ayam di mana? tumben kagak pecicilan." Tanya Yudi bandahara kelas yang kebetulan keluar kelas.


"Di bawah pohon randu, takut kejatuhan kapas makanya gue aja." Kata Aris menanggapi candaan Yudi.


"Bill, lu parah emang. Dari kemaren lu ngapa aneh gitu sih?" Kata Sandi gemes lihat kelakuan Billa sahabatnya itu.


"Tau ni, kaya takut ilang ata Arisnya." Cibir Frizka yang gak sabar lalu melepas tangan Billa yg memegang baju Aris.


"Is apaan sih Friz, sakit tau." Billa akhirnya melepaskan pegangan tanganya dari baju Aris lalu berjalan cepat ke dalam kelas.


"Billa, Bill. Lu aneh, kenapa? Ada apa? Dari kemaren gue mau tanya tapi gue takut tanya ke elu nanti ngancurin mood lu." Tanya Aris pelan pelan pada Billa.


"Gak tau Ris, cuma gak suka aja lu peratian sama Rara sampek kaya gitu." Kata Billa menunduk.

__ADS_1


Frizka dan Sandi yang ikut mendengarkan pun membelalakkan mata tak percaya. Seorang Billa ternyata juga bisa cemburu. Kecuekan yang di tampilkan selama ini kemana? pikiran Sandi dan Frizka terus bertanya tanya.


"Lu cemburu? gue cuma nolongin lo." Tanya Aris yang tandinya jongkok di depan bangku Billa kini Dia berdiri sambil memegang tangan Billa.


"Dengerin gue, sini liat gue juga." Aris menyuruh Billa untuk mengangkat kepalanya dan menatab wajahnya saat Aris berbicara. "Gue menentang keputusan Mbah Kung, dan terus memperjuangin lu yang katanya pengen gue perjuangin. Tapi ngapa lu gak percaya sama gue?"


"Gue bukan gak percaya sama lu Ris, tapi gak suka kalo lu deket deket cewek apalagi gendong cewek kaya kemarin." Kini Billa memeluk perut Aris karena malu di tertawakan oleh teman teman seisi kelas.


"Billa emang gak salah dalam hal ink Ris, mungkin dia emang lagi Bucin. Cemburu itu wajar kok dalam hubungan. Ya cuma gue yang gak percaya Billa bisa sebucin ini hahahaha." Kata Frizka tak berhenti tertawa.


Billa hanya menanggapi dengan anggukan kepala. Billa memang sangat ajaib, cara dia menunjukkan rasa cemburunya pun di luar nalar. Biasanya cewek akan marah marah atau ngomel saat cemburu. Tapi kecemburuan Billa malah mau menunjukkan bahwa you are mine.


Setelah Billa tenang, Aris kembali ke bangkunya. Dengan terus memegang tangan Billa seperti di saat Billa bosen. Namun kali ini bukan karena kebosenan tapi karena takut untuk kehilangan. Pelajaran pertama adalah pelajaran fisika, yang kali ini membahas tatasurya.


"Bill lepas ngapa tangan Aris, mata gue sepet liatnya" Kata Sandi dengan nada jengkelnya.


"Sirik aja lu. Inget, lu belum nyerahin bekel ke gue. Gue akan tagih abis ini di jam istirahat pertama." Billa berbisik seraya menundukkan kepala agar tidak ketahuan oleh guru yang menjelaskan di depan kelas.

__ADS_1


"Itu yang ngobrol bisa maju menjelaskan tentang tata surya?" Guru langsung melempar pandangan pada Billa.


"Ya bu, dalam tatanan tata surya. Bumi dan planet lainya berkeliling mengitari matahari dan itu di sebut revolusi planet. Begitupun dengan kehidupanku yang terus berputar di sekelilingmu." Kata Billa yang mengarahkan pandanganya ke arah Aris setelah menjelaskan pada guru.


Sorak sorai dari teman temannya pun membuat kelas menjadi ramai dan Bu Rina tak sanggup menahan tawa. Aris sebagai objek keisengan Billa hanya tersenyum geli. Pasalnya kali ini dirinya memang sudah jatuh cinta pada sosok menggemaskan yang duduk di belakangnya.


"Billa kamu itu kalo mau nembak cowok pakai bunga atau persiapin hal hal yang romantis." Kata Bu Rina yang notabenya guru muda yang belum menikah dan mungkin juga bekum punya pacar.


"Tak butuh keromantisan bu kalo hubungan di warnai dengan perselisihan saling menuntut. Cukup Dia mau memperjuangkaku tanpa merubah apapun dalam diriku, itu sudah sangat mampu meluluhkan pertahananku." Kata Billa yang masih memandang Aris namun kali ini Billa memegang tangannya.


"Tuh Aris, Billa sudah minta di halalin. Gimana tanggepan kamu?" Tanya Bu Rina semakin membuat gaduh kelas.


"Syarat dari Abang nya berat bu, gak bisa cepet cepet halalin." Kata Aris sambil tersenyum.


"Wah Cinta bersyarat nih." Bu Rina semakin berantusias.


"Cintanya gak bersyarat bu. Cuma untuk memintanya mendampingi dalam hidup yang bersyarat bu. Itu yang di maksud Billa dengan Memperjuangkan Dia." Jawab Aris membuat teman temannya menyorakinya.

__ADS_1


__ADS_2