
Di perjalanan menuju kampus Cinta dan Rizal masih diam seribu bahasa. Entah apa yg ada di dalam hati Cinta, dia hanya merasa bersalah. Rizal terlihat tenang dan seakan tak terjadi apa apa.
Cinta sesekali menghela nafas kasar seakan tak perduli. Cinta memikirkan perasaan Rena, Cinta memposisikan di posisi Rena. Betapa hancurnya Rena sebagai seorang wanita yg tak akan pernah bisa menjadi seorang ibu. Dan sebagai seorang istri yg terancam kehilangan suami yg paling di cintainya.
Perlahan air mata Cinta menetes ketika melihat Rena duduk di bangku panjang taman dekat dengan parkiran kampus. Hati Cinta seperti teriris melihat Rena duduk sendirian yg mungkin menunggu suaminya.
"Bangsatt!!! Zal ceraiin gue. Gue gak bisa hidup di antara keluarga kamu yg gak pernah mikir perasaan menantunya. Gue bisa merasakan kepedihan Rena sebagai seorang wanita juga seorang istri. Gue gak trima Zal!!!" Teriak Cinta lalu pergi dari mobil Rizal dan berlari ke arah Rena.
Saat di depan Rena, Lidah Cinta merasa keluh dan karena dongkol di hatinya. Cinta hanya bisa menangis dan memeluk Rena.
"Lo kenapa sih Cin? Lo diapain sama Rizal? Nanti gue bilangin bang Rama biar di tegur." Kata Rena sembari membalas pelukan Cinta.
Nadia datang dan langsung memeluk Cinta dan Rena kerika melihat sahabatnya itu menangis tersedu sedu. Nadia dan Rena hanya diam mencoba menenangkan Cinta. Setelah berkali kali Rena dan Nadia bertanya ada apa tapi Cinta hanya menggeleng kepala. Tangisan Cinta kembali pecah ketika abang iparnya datang bersama dengan teman temannya termasuk Angel dan Rizal.
"Lo apain Cinta, Zal? Awas aja kalo lo sampek sakiti hati Cinta. Gue yg maju paling pertama buat ngebales lo." Ucap Rena.
"Yang udah nangisnya, kita bicarain ini di rumah. Jangan mengambil keputusan saat emosi." Terang Rizal yg mendekat ke Cinta.
"Zal, kalian kayaknya harus meditasi deh." Kata Nadia yg membuat Rizal tersentak
"Lo pikir gue ma Cinta mau cerai pakek meditasi segala?" Bentak Rizal.
"Maksud gue kalian butuh waktu berdua untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan yg biasa kalian lakukan." Terang Nadia sebelum Rizal sahabatnya itu mengeluarkan taringnya.
"Kita pulang!!" Rizal menyeret Cinta dengan kasar.
__ADS_1
"Rizal lo gak boleh kasar sama Cinta kaya gini!" Rena berteriak sambil mengejar Cinta.
"Drama lo. Minggir, ini urusan rumah tangga gue. Jangan ikut campur dalam urusan rumah tangga gue. Lo gak berhak!" Ucap Rizal dingin.
Semua teman teman Rama tercengang melihat amarah Rizal. Rizal terkenal lemah lembut dalam memperlakukan istrinya. Tapi kali ini seperti banteng yg mengamuk. Mungkin kalo setan lewat pun sudah tidak terlihat lagi karena gelapnya pandangan hati Rizal yg buta karna emosi.
Sesampainya di rumah. Rizal menyeret Cinta keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Rizal terus menyeret Cinta masuk kedalam kamar.Rizal Melmpar buku dan tas yg di bawa Cinta dan di bawanya. Melepas baju Cinta dengan paksa dan menyeret lagi ke dalam kamar mandi.
Dengan kasar Rizal memandikan Cinta. Menyiram kepala Cinta menggunakan Shower dengan air dingin. Cinta mulai menggigil dan Rizal menghentikan aktivitasnya. Di raih handuk dan di berikan untuk Cinta.
"Sekarang kamu basuh mukamu dengan air wudlu. Aku tunggu di kamar sholat dhuhur." Jelas Rizal meninggalkan Cinta setelah dirinya selesai mengambil air wudlu.
Rizal menyiapkan sajadah untuk dirinya dan Cinta sholat. Cinta keluar dari kamar mandi dan melihat Rizal sudah menggunakan baju koko dan sarungnya. Rizal mengambil baju untuk Cinta dan mukena Cinta.
Setelah Cinta memakai mukenanya namun masih menggunakan handuk. Rizal mengambil kopiah lalu iqomah sebelum membaca niat sholat dzuhur. Rizal mengimami sholat dengan khusuk. Mencoba melupakan masalah duniawinya dan mengadu pada sang pencipta melalui lantunan doa doa.
"Mas, Cinta masakin dulu untuk makan siang ya."
Rizal tak menjawab, hanya lantunan ayat suci Alqur an yg keluar dari mulut Rizal. Seoergiannya Cinta, air mata Rizal menetes. Belum sempat jatuh membasahi Kitab sucinya. Rizal telah menghapusnya.
Orang tua Cinta yg tadi melihat Cinta di seret oleh Rizal kini sudah duduk di ruang tamu.
"Mana suamimu?" kata mama Erna penuh amarah.
"Masih mengaji ma, kenapa?" Tanya Cinta.
__ADS_1
"Kalian berantem? Tadi mama liat kamu di seret oleh suamimu." Terang mama Erna dengan ekspresi marahnya.
"Enggak ma, tadi bercanda saja. Rizal tadi mau mandiin Cinta tapi Cinta menolak. Jadi ya geret geretan ma kaya Rizal jahat. padahal enggak, Rizal cuma mau mengajak Cinta mandi terua sholat." Cinta menutupi kejadian tadi.
Cinta dan mama Erna masak untuk makan Siang. Setelah selesai masak Cinta memanggil Rizal yg tengah mengaji untum makan siang bersama sama. Mama Erna melihat putrinya dan menantunya biasa aja membuat tenang hati mama Erna.
"Inget kalian, Jangan suka berantem atau maik tangan. Kalian bisa berurusan dengan kantor polisi." Jelas mama Erna
"Iya ma Rizal tau. Semoga Rizal dan Cinta langgeng tanpa ada kata perceraian. iya kan uang?" Kata kata Rizal membuat Cinta terdiam.
"Cinta kita bicara di belakang ya." Kata Rizal sambil membawa dua cangkir kopi hitam buatanya ke taman belakang.
Cinta duduk di kursi taman di samping Rizal. Rizal menyalakan sebatang rokok yg entah mulai dari kapan Rizal merokok. Cinta tak berani melarang dan hanya melihat Rizal tak suka.
"Minum kopinya." Kata Rizal menyodorkan kopi hitam pada Cinta.
"Pait sekali mas." Kata Cinta setelah meminum sedikit kopi yg di suguhkan Rizal.
"Itu lah hidup yg gak semua harus manis. Kamu harus tau mana yg harus kamu lakuin dan mana yg harus kamu hindari. Sama seperti masalah bang Rama dan Rena. Bagaimana sakitnya Rena ketika dia mendengar tentang suaminya dari kita. Dan juga gimana perasaan Rena saat dia tau kita akan pisah karena masalah dia. Rena wanita dan juga seorang istri. Aku setuju denganmu kalo orang tuaku jahat sama Rena tapi, kita gak bisa ikut campur terlalu jauh akan hubungan mereka. Kaya gini, misalnya kita ada masalah. Apa Cinta mau kalo orang lain yg mengambil keputusan?" Cinta menggeleng kepala.
"Tapi mas, saat bang Rama menikah lagi itu sudah di putuskan oleh mama sama papa juga. dan itu salah."
"Bukan mama sama papa yg memulai. Tapi bang Rama. Bang Rama meminta ijin ke orang tua Rena sebelum meminta ijin mama sama papa." Kata Rizal menjelaskan.
"Jadi orang tua Rena tau mas masalah ini?" Tanya Cinta.
__ADS_1
"Iya mereka mengijinkan bang Rama menikah lagi karena bang Rama berjanji tidak akan menceraikan Rena. Bukan karena bersalah tapi karena tanggung jawab. Bang Rama hampir setiap hari menemui Angel memberikan nafkah lahir batin baginya. Cuma beberapa hari ini Rena terlalu posesif gak tau kenapa. Hp bang Rama di pegang sama Rena. Makanya bang Rama sedikit susah berkomunikasi dengan Angel." Cinta mencoba mengerti ucapan suaminya.