
"Jadi modal kamu dulu itu hasil maling Zal?" Rizal menunduk seraya mengangguk kecil.
"Maaf ya sayang, bukannya aku mau ngasih makan kamu dan yg lainnya dengan uang haram. Tapi aku terpaksa, minta bantuan bantuan secara langsung gak di kasi." Ucap Rizal lirih.
"Mending kamu minta maaf dan mengakui kesalahan yg udah kamu perbuat. Minta restu juga pada mereka biar lancar usaha kamu." Rizal mengangguk.
"Nanti sore saja ya kita ke sana sekalian makan malam, terus kamu masakin masakan kesukaan papa sama mama." Terang Rizal.
"Ya udah kita belanja yuk biar nanti gak kemaleman ke sanaya."Ajak Cinta.
Cinta dan Rizal memilih untuk belanja di pasar trasitional dari pada ke supermarket. Selain lebih lengkap, harganya juga bisa di tawar. Setelah membeli gurame lele ketimun pete dan sayuran lain. Cinta dan Rizal pulang kerumah dan jam sudah menunjukkan di angka 3.
Cinta mulai memasak setelah sholat ashar berjamaah dengan sang suami. Menu gurame asam manis lalapan lele sambel pete beserta sayurannya sudah siap. Jam menunjukkan di angka 5. Cinta siap siap untuk mandi setelah memberi tahu suaminya untuk segera bersiap siap.
"Yang mandi bareng yuk, terakhir mandi bareng itu udah lama lo." Kata Rizal menggoda.
__ADS_1
"Tapi mandi aja, gak usah macem macem keburu malem entar." Kata Cinta jutek.
"Iya iya galak banget sih yayangnya aa Rizal."
Setelah 30 menit Cinta dan Rizal selesai mandi dan bersiap untuk ke rumah orang tua Rizal. Jan 6 tepat Rizal dan Cinta sudah bersiap untuk ke rumah orang tua Rizal. Dengan membawa masakan yg sudah di siapkan Cinta. Rizal dan Cinta kini sudah di rumah orang tua Rizal.
"Ma pa.... anak tersayangmu datang." teriak Rizal ketika memasuki rumah.
"Hei anak papa sama mama yg paling ganteng datang. Bawa apa itu?" Tanya papa Rizal saat melihat piring yg tertutup di bawa Cinta sama Rizal.
"Ada apa ini sampai sampai kalian repot seperti ini." Selidik mamanya yg tau akan sifat anaknya itu.
"Gak ada apa apa ma, Cuma mas Rizal mau ngomong sesuatu sama papa sama mama." Terang Cinta yg membuat gugup Rizal tiba tiba.
"Ya sudah kita ngomong di ruangan papa." Rizal dan Cinta mengikuti dari belakang yg juga di ekori oleh mamanya.
__ADS_1
"Ada apa. Kenapa kamu gugup seperti itu?" Tanya papa Rizal yg duduk di sofa bersebrangan dengan Rizal dan Cinta. Sedangkan mama Rizal duduk di samping papa Rizal.
"Gini pa, Rizal mau minta maaf."
"Masalah apa?" Papa Rizal penasaran.
"Dulu, Rizal pernah mencuri sertifikat rumah..."Kalimat yg terpotong oleh papa Rizal.
"Papa tau itu. Karena papa lihat kamu ngambil surat itu."
"Terus kenapa papa tak menegur Rizal waktu itu?" Tanya Rizal.
"Karena papa penasaran untuk apa itu. Papa gak tau untuk apa. Tapi setelah sebulan lebih 3 hari papa inget surat itu sudah berada di tempatnya. Papa juga penasaran sebenernya kamu gunakan untuk apa surat itu. Papa mencoba mencari tahu sendiri namun pala gagal sampai papa ketemu dengan pak Herman. Juga pertemuan papa dan kamu pertama di cafe. Papa akhirnya tau dan paham untuk apa surat surat itu. Papa tau kamu Zal, kamu gak mungkin melakukan hal itu kalo kamu bener bener gak membutuhkannya." Jelas papa Rizal.
"Papa gak marah sama Rizal?" Takut takut Rizal menanyakan.
__ADS_1
"Buat apa papa marah kalo untuk keberhasilan anak anak papa. Papa bangga sama kamu. jadi jangan pernah lagi merasa bersalah. Dan lagi, kalo misalnya ada apa apa bilang jujur sama papa." kata papa Rizal yg membuat Rizal merasa lega.