Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Terungkap


__ADS_3

"Lagu ini pilihan dari guru wakil kelas IPA 1 sampai 3. Dan untuk lagu yg ke dua pilihan kami berdua. Selamat menikmati suguhan dari kami. semoga tidak mengecewakan." Ucap Levin.


Levin: Ayah.... kupunya cerita


saat ini ku tak sendiri


Queen: Ibu dengarkanlah aku


kan ku bawa pulang kekasih hatiku


seseorang yg akan mengisi hidupku.


Levin: Dengan dirimu aku bahagia


Dengan dirimu ku temukan cinta


dengan dirimu akan ku lewati semua


sisa hidupku bersamamu


ayah (Queen: ibu) maafkanlah aku


Levin dan Queen : pilihanmu bukan pilihan hatimu


Queen: Hanya dia dia kekasih hatiku

__ADS_1


Queen dan Levin saling berpandangan dan melempar senyum yg jarang orang lain lihat dari Levin.


Levin dan Queen:


Dengan dirimu aku bahagia


dengan dirimu ku temukan cinta


dengan dirimu akan ku lewati semua


sisa hidupku bersamamu


Penampilan mereka berdua mampu membiaus pendengar yg ada di depan. Rizal menyadari 1 hal dari lagu yg di bawakan oleh putranya. Entah Cinta menyadari atau tidak. Yg pasti putra ke duanya sebenarnya memiliki perasaan terhadap Queen.


Begitu lama Rizal bergelut dengan pikirannya sendiri. Sehingga membuat Cinta yg berada di sampingnya merasa heran ketika Rizal sesekali mengacak rambutnya. Cinta tau kalau Rizal sedang memikirkan sesuatu. Tapi Cinta tidak tau apa yg tengah Rizal pikirkan. Hingga Queen dan Kliene menghampiri mereka dengan membawa trophy.


"Mama papa Queen berhasil mendapat juara ketiga. Ini untuk mami sesuai janji Queen. Membawa pulang kemenangan Queen." Queen menyerahkan trophy untuk mami ya.


Di sisi lain Levin juga memegang apa yg di pegang Kliene. Dengan wajah yg kembali dingin Levin menghampiri mama dan papanya. Rizal menyadari perubahan Levin yg membuat hatinya tidak karuan.


"Vin, gue punya juga dong." Queen menunjukkan trophy nya pada Levin.


"Gue punya banyak di rumah." Levin mulai keluar sombongnya


"Kalo banyak mending ini kasi gue." Jawab Queen.

__ADS_1


"Ambil aja." Jawab Levin santai.


"Jangan, ini punya mas saja buat kamu." Kliene memberikan trophy miliknya dengan sedikit godaan pada Queen.


"Makasih mas, aku akan menyimpan milikmu juga milik Levin." Kata Queen yg tak ingin menyakiti Kliene maupun Levin.


Rizal melihat semua dan yakin Queen bisa mengatasi kegelisahan yg ada di hati nya. Rizal kali ini memilih percaya pada Queen untuk memilih siapa. Selama perjalanan pulang, Rizal melihat semua tertidur setelah berjalan jalan sebentar. Rizal menyadari bahwa hanya dirinya dan Levin belum tidur. Rizal mengamati Levin dari kaca sepion dalam. Levin terlihat santai berada di dekat Billa dan Queen.


Setibanya di rumah, Levin menggendong Billa ke kamarnya. dan Kliene menggemdong Queen ke kamar Billa juga. Kliene langsung keluar tapi Rizal tidak melihat Levin keluar. Rizal mengintip ke kamar setelah Kliene pergi meninggalkan kamar agak lama.


"Queen, Jujur gak kuat hatiku kalau Lo terus mesrah sama Abang. perjuangan gue selama ini buat ngeyakinin bunda sama papa sia sia." Levin menangis di pangkuan Queen.


"Vin, kita gak bisa egois. Kliene sudah kehilangan Ayu gara gara lo salah menyampaikan maksud pada mama. Dan kelihatannya Ayu suka sama lo." Kata Queen membelai rambut Levin.


"Sebenernya kemarin itu gue mau ngomong kalo gue mau ngelamar Lo, tapi mama nyebutin nama Ayu. Gue reflek mendefinisikan Ayu, gue ngenalin Ayu. Setelah gue ngenalin Ayu, mama langsung bilang setuju dan harus Abang yg duluan menikah. pertama jujur gue bingung, mama setuju. Mama ninggalin gue terus ke kamar bang Kliene dan bilang kalo dia harus nikahin lo." Queen menangis dan sesekali mencium rambut Levin.


" Lo juga bego sih jadi adek. Di titipin omongan ke mama, malah nyampeknya lain. sekarang kita semua yg menanggung akibatnya." Gerutu Queen membuat Levin mengangkat kepala melihat Queen.


"Gua hamilin juga Lo bisanya nyalahin gue." Levin langsung menyambar bibir Queen tanpa permisi yg membuat Rizal kaget akan kelakuan berani Levin.


Rizal tidak mau membuat kedua sejoli ini malu karena di pergoki sedang berciuman. Rizal memilih pergi dan memanggil Kliene agar datang ke ruang kerjanya.


"Ajak adimu ke sini, Papa mau bicara penting sama kalian." kata papa Rizal.


"Baik pa."

__ADS_1


__ADS_2