
Setelah mandi air panas tadi sore. kini Levin dan Queen menikmati dinginnya Kintamani dengan di temani teh hangat untuk Queen dan kopi tanpa gula untuk Levin di gazebo rumah Nadia. Naura datang dengan membawa cemilan bersama Billa dan bergabung dengan Levin dan Queen. Naura memang cepet akrab, meski sudah lama tak bertemu namun masih bisa mengimbangi teman temannya.
Rasa dingin yg begitu menusuk pun tak mampu di balai oleh baju tebal yg di kenakan Queen. Levin melihat Queen yg sesekali menggosok gosokkan telapak tangannya pun mendekati Queen. Di peluknya dari belakang dengan maksud untuk menghangatkan. Namun Naura merasa risih.
"Kalian kapan balik ke Jakarta?" Tanya Naura di sela sela minum teh hangatnya.
"Besok pagi kayanya, papa langsung ke Semarang kayanya. Ketempat om Arya." Kata Levin yg kini menumpukan dagunya di pundak Queen dengan memeluk perut Queen.
"Kenapa gak di lamain dikit sih di balinya. biar kita main dulu sebentar." Ucap Naura dengan wajah sedihnya.
"Sabar, nanti bang Levin bakalan sering sering ke Bali kok. Abang lagi buka cafe di daerah Sanur. makanya kamu yg pulang ke Jakarta atau ke Bandung biar Deket sama Abang." Levin menggoda Naura.
"Ya tahun depan Naura pulang ke Jakarta sama ayah ibu. main katanya." Kata Naura lagi.
__ADS_1
"Yeee kita bisa main lagi." Billa kegirangan langsung memeluk Naura.
Malam semakin larut, Levin dan Queen pun masuk ke dalam kamar yg sama. Naura hanya memperhatikan dari pintu sebelum masuk ke dalam kamarnya. Naura melihat Levin menggandeng tangan Queen dan menuntunnya masuk ke dalam kamarnya. Naura mengurungkan niatnya masuk ke kamarnya sendiri. Kini Naura masuk ke dalam kamar Billa.
"Loh mana Queen?" Tanya Naura yg pura pura tidak tahu.
"Tidur lah di kamar bang Levin." Billa tak tau kalau Naura masih belum mengetahui kabar abangnya yg sudah menikah dengan sahabatnya.
"Kenapa tidur di kamar bang Levin?" Tanyanya Naura lagi.
"Terus mama sama papa mu gak marah?" Tanya Naura semakin penasaran.
"Mana mungkin lah mama sama papa marah. Levin kan anak kesayangan mereka. Kasian Queen kadang, dia ketauan keluar sama cowok lain atau sama temen cewek sekalipun kalo ketauan gak ijin langsung di kunciin di kamar. Terus ada temen cowok yg chat Queen, langsung dah di sita hpnya." Jelas Billa sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
"Sampek segitunya ya posesifnya bang Levin, ngeri ah." Kini Naura merebahkan diri di samping Billa
"Makanya Queen milih buat nurut dari pada dia kena masalah." Ucap Billa sebelum menutup matanya.
Rasa kantuk menyerang Naura juga dan mengharuskan dia menutup matanya. Malam sepi dengan udara dingin menusuk tulang menembus uluhati ini membuat Queen dan Levin bersembunyi di dalam dengan masih menggunakan jaket tebalnya. Queen memeluk Levin pun rasa dingin itu masih bisa menembusnya.
"Vin, gue gak bisa tidur. Sumpah dingin banget." Rengek Queen pada Levin.
"Sama Queen, gue juga kedinginan." Kata Levin yg masih memeluk Queen
"Gabung sama Billa yuk. sumpah aku gak kuat." Kata Queen spontan.
"Ogah. Dingin dingin gini Lo nyuruh gue tidur sendiri Queen? Tega Lo sama laki Queen." Levin semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Iya iya tapi jangan kenceng kenceng gue gak bisa nafas." Ucap Queen sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan erat suaminya.
"Dingin Queen" Levin melonggarkan pelukannya namun masih belum memberikan kebebasan untuk istrinya.