
"Mama, ada apa ini?" Tanya Rizal ketika bertemu mamanya di dapur.
"Abangmu punya kerjaan. Si Rena hamil dua bulan. Setress mama punya anak anak kayak kasian. Untung abangmu sama Rena belum bilang ke orang tua Rena, jadi ya mereka masih belum tau." Bisik mama Rizal.
"Lah terus abang bilang apa ke orang tuanya Rena?" Tanya Rizal.
"Abangmu bilang kalo dia gak nikah dulu nanti kamu gak bisa nikah." Jawab mama Rizal masih berbisak.
"Brengsek abang. Manfaatin masalah gue lagi." Gumam Rizal.
Cinta dan Rizal membaur dengan warga yg menjadi undangan. Cinta menyaksikan dengan seksama acara ijab abang iparnya dengan sahabatnya Rena di samping bang Rama.
"Yang, kok Rena di sana sih? Terus dulu kenapa gue gag di kasi menyaksikan lo mengucap janji suci sih?" Tanya Cinta.
"Gue yg minta yang, gue mau lo liat hasilnya tanpa harus melihat prosesnya. Sama dengan gue berusaha yg gak mau semua orang tau. Tapi gue mau lo yg menikmati semua usahaku." Cinta menyerder pada Rizal.
__ADS_1
Setelah mengucapkan janji sucinya. Rama dan Rena di suruh memasangkan cincin dan mencium tangannya. Acara demi acara sudah rampung. Jam sudah menunjukkan di angka 11.30 malam.
"Yang pulang yuk ngantuk gue." Rengek Rizal pada istrinya yg lagi menemani Rena di kamar abangnya.
"Gak nginep sini aja kalian?" Tanya bang Rama.
"Enggak bang, rumah kosong. Lagian gue gak mau denger jeritan di tengah malam." Rizal menyindir abangnya.
"Ya udah pulang sono. Besok tanggal merah lo ke kota?" Tanya bang Rama.
"Ya sudah ayok. Tapi gendong, gue males jalan." Cinta menaikkan tangannya lalu Rizal menggendongnya keluar kamar pengantin itu.
Bang Rama menjelaskan apa yg terjadi dengan adiknya. Rama menceritakan semua sampai Rizal sama Cinta menikah dan kini tinggal bersama di rumah depan. Rena mulai mengerti kenapa belakangan ini Cinta dan Rizal kembali lengket.
"Ternyata Bucin juga ya si Rizal. Tau gak yang dia itu biang rusuh di sekolah. Kalo main basket terus dia kalah mana mau dia ngaku kalah. Tapi bilang kalo lawannya curang." Cerita Rena tentang Rizal yg kini menjadi adik iparnya.
__ADS_1
Rizal menggendong Cinta menuruni anak tangga yg di saksikan oleh keluarga Rizal yg datang dari Bandung. Rizal tak menurunkan Cinta meski dia meronta meminta turun. Cinta yg merasa malu terpaksa membenamkan wajahnya kedada Rizal.
"Gak nginep aja Zal?" Tanya papa Rizal.
"Enggak pa kasian rumahnya kosong gak di tinggali." Rizal berjalan menuju pintu keluar dan pulang ke rumahnya sendiri.
Setelah sampai rumahnya baru Cinta di turunkan. Rizal membuka pintu yg terkunci, lalu menyalakan lampu. Lampu menyala semua saat Cinta memasuki rumah.
Rizal memeluknya dari belakang membuat Cinta kaget namun setelah tau siapa yg memeluk membuat Cinta tersenyum.
"Yang lo tau kenala abang cepet cepet nikah?" Tanya Rizal.
"Mana gue tau Zal, Ngiri gak sama kita?" Tebak Cinta namun Rizal menggeleng kepala.
"Lah kenapa?" Tanya Cinta kini menaiki Rizal yg tengah duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Rena hamil dua bulan Cin. Orang rumah kecolongan. Mungkin ini juga karena masalah kita makanya mama sama papa melupakan bang Rama yg terjebak dalam pergaulan bebas." Jelas Rizal yg tenggelam di dalam pelukan Cinta.