
Lebih dari 2 jam Queen tak sadarkan diri dan membuat Levin Dangan cemas. Levin menghubungi Mario dan menanyakan apa ini tidak akan jadi masalah. Mario mengatakan obat tidur yg di gunakan temannya itu berdosis rendah. Mario menyarankan untuk membangunkan saja. Seperti kata Mario, Queen terbangun karena Levin yg membangunkannya.
"Sayang, bangun. Gak capek tidur terus." Bisik Levin
"Eeemmmm sayang, aku masih ngantuk, tapi juga laper." Mendengar Queen merespon membuat Levin tersenyum.
"Mau di masakin apa sayang?" Tanya Levin yg membangunkan Queen dan memeluknya
"Pengen nasi rawon yang. Kepalaku pusing."Keluh Queen.
"Itu karena kamu banyak tidur sayang." Jawab Levin tak mau memberi tahu Queen.
"Eemmm sayang. Aku tidur lagi ya." Levin tak menjawab tapi langsung mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.
__ADS_1
"Levin dingin!!!" Bentak Queen membuat Levin emosi.
"Lo takut dingin tapi tak takut di setubuhi orang lain!!!" Bentak Levin dengan suara yg tak kalah nyaring.
"Maksd Lo apa Vin?" Tanya Queen membutuhkan penjelasan.
"Lo itu salah milih temen. Lo itu ceroboh!!! Atau Lo emang seneng masuk hotel bareng laki laki lain? Lo gak puas sama gue doang Queen?" tanya Levin yg penuh dengan emosi.
"Gue gak tau apa yg Lo omongin Vin, tapi gue harap Lo sadar kalo gue istri Lo bukan tawanan Lo." kata Queen yg tak trima di bentak bentak oleh Levin.
"Suami Sakit jiwa!!! Gila!!!" Teriak Queen yg dia yakin masih di dengar oleh Levin yg baru saja meninggalkan dirinya di bathtub.
Queen menangis sejadi jadinya mengingat perkataan suaminya. Queen kecewa pada Levin yg menuduhnya sebagai wanita murahan. Queen gak pernah menyangka suaminya bisa bermulut kotor. Queen kecewa dan menyesali pernikahannya.
__ADS_1
"gue kira bakalan bahagia, menikah dengan orang yg di cinta dan juga mencintai. Tapi nyatanya gue doang yg cinta dia tidak." Sesal Queen yg masih menangis di kamar mandi.
Air makin terasa dingin dengan udara kota Bandung yg termasuk dingin di banding Jakarta. Queen masih berendam di dalam air. Sedangkan Levin menemui Devan di luar cafe dengan bantuan Mario. Devan yg tak mengira bahwa gadis yg hampir di makan itu memiliki bodyguard sesangar ini.
"Ada apa brow? Tumben ngajak ketemuan di tempat kaya gini." Tanya Devan santai.
"Sudah Lo apain cewek tadi?" Tanya Levin to the point.
"Oh Lo mau makek juga, Tenang kalo gue masih penasaran ya karena gue baru main di atas saja. Keburu di bawa ni Curut gak tau kemana. di makan sendiri paling." Jawab Devan seperti orang tak bersalah.
Tanpa menunggu aba aba lagi Levin langsung melayangkan pukulan pada lelaki yg tingginya tak melebihi dirinya. Levin memukul Devan tanpa henti, hingga tumbang dan mengeluarkan darah.
"Ini akibat Lo berani macam macam sama istri orang. Jangan pernah berfikir istri orang sangat menggoda jika kamu tak memiliki kemampuan untuk melawan suaminya. Perkenalkan gue Levin Baganta suami sah dari wanita yg Lo mainin, Queensya." Kata dingin dengan memberi pukulan terakhir di wajah Devan yg masih sadar meski lemas.
__ADS_1
"Bawa dia ke rumah sakit." Kata Levin seraya meninggalkan Devan dan Mario.
"Iya boss." Devan terkejut mendengar Mario memanggil Levin dengan sebutan boss.