
Seminggu sudah sejak pertemuan bapak dan anak terpisah 23 tahun. Setiap hari pulang dari kerja, Toni menyempatkan diri untuk menjenguk sang putri demi menebus semua kelalaiannya selama ini. Memang tak sebanding dengan perpisahan yang tak terbilang sebentar. Namun pertemuan ini mampu mengembangkan rasa percaya diri dengan mengaku akulah putri dari Toni Angkasa Darma, pemilik hotel terkenal Queen hotel.
"Papi gak capek setiap hari pulang kerja mampir ke sini dulu?" Tanya Queen saat duduk di samping orang yang baru di kenalnya ssbagai papi itu.
"Demi melihat senyum kamu, papi rela sayang." Jawab Toni dengan membelai rambut coklat kemerahan di sampingnya.
"Tapi aku keberatan kalo harus deket deket gitu. Apa lagi pegang pegang. Inget pi, dia sudah menjadi istriku pi. Istri Levin Baganta." Levin menarik Queen ke pelukannya.
Toni hanya merespon dengan tawa geli. Semakin di pandang semakin membuat Levin jengkel. Bapak tua itu seperti tak mengingat umur saja terus manja manja dengan anak gadianya yang sudah bersuami. Uhg sunggu menjengkelkan sekali dirimu pak tua.
Levin meninggalkan Queen dan papi yang baru seminggu di temui. Queen melihat kejengkelan sang suami pun mengutarakan pada sang papi biologisnya. Tawa Toni semakin pecah akan cemburu sang menantu padanya.
__ADS_1
"Levin anak mantu papi, sini papi mau ngomong sama kamu." Panggil Toni dari ruang tamu di mana sia duduk bersama Queen pada menantunya yang berada di ruang makan yg hanya terpisah tembok di depan Toni.
"Ada apa pi?" Tanya Levin yang sudah berada di depan mertuanya.
"Duduk sini, papi mau bicara sama kalian berdua." Toni menunggu Levin untuk duduk di dekat istri yg merupakan putri yang di carinya selama ini.
"Papi punya perusahaan yg bergerak di bidang expor impor kerajinan tangan, yaa lumayan maju. tapi papi lebih focus ke hotel, karena ini mimpi papi dulu bersama almarhum kakeknya Queen." Kata Toni menggantung.
"Maksud papi gini. Papi cuma punya Queen saja sebagai anak, dan papi sudah terbilang cukup untuk pensiun. Jadi papi mau kamu mengelola perusahaan papi juga. Kasian para pegawai kocar kacir karena focus papi terpecah dan lebih condong pada hotel di Bali." Terang Toni membuat Levin tercengang.
"Maaf pi sebelumnya, bukannya mau menolak rejeki. Tapi Levin gak mau menjadi tamak dengan mengamb semua. Jujur, sekarang Levin tengah berjuang mengambil alih perusahaan kakek yg sudah pernah runtuh dan mampu di tegak kan lagi oleh papa. Namun di serahkan pada ayah Rama. Karena suatu hal yg menyinggung hati saya, maka saya sudah bersumpah untuk mengamb saham papa demi kami bertiga. Belum lagi Cafe yg di Bandung dan Bali yg langsung di bawah asuhanku. Papa juga masih sering memintaku untuk membantunya, karena Kliene abang kembarku sama sekali gak tau apa apa dan lebih focus mengejar impiannya menjadi dokter seperti mama. Dan masalah pendidikan saya benar benar berantakan. Levin mengambil jurusan reguler sebelumnya, tapi sekarang harus mengambil jurusan fast demi bisa menjalankan semuanya. Sekarang papi meminta Levin membantu papi dengan menggantikan mengurus perusahaan. Levin mana sanggup pi?" kata Levin menjelaskan semua yg ia alami selama ini.
__ADS_1
"Ya Tuhan, kamu menjadi tumpuan semua orang? Maafkan papi, papi gak tau kalo beban kamu segini besarnya. Berapa usia kamu Levin?" Tanya Toni tak percaya.
"Usiaku, Kliene dan Queen sama pi. Kami lahir di hari tanggal dan tahun yang sama. Hanya beda jam saja lebih dulu Queen 4 jam pi." Jawab Levin jelas.
"Kalian seperti kembar tiga namun beda ibu dan bapak ya. Oh iya Queen, mami mu gimana kabarnya? Kalau bisa bujuk mamimu untuk mengelola bisnis papi. Mamimu itu otaknya bisnis aja dari dulu." Kata Toni membanggakan Angel saat kuliah dulu.
"Tapi maaf pi, Levin gak setuju. Karena mamulah yg membuat perusahaan kakek Bram bangkrut." Kata Levin menunjukkan ketidak setujuannya pada sang mertua.
"Ya, papi denger masalah itu dari papamu Rizal kemaren. Itu karena mamimu gak focus karena suaminya yg ngaku ngaku orang Belanda itu. Mamimu di bohongi habis habisan." Terang Toni.
"Papi, Queen mau membujuk mami. asal....." Queen menggantung ucapannya.
__ADS_1