
Di kamar mandi Rizal terus menggerutu. Lama lama kinclong kaya porselen cina gue tiap mau Deket Cinta harus mandi dulu. Rizal mulai mengguyur badannya dengan air dingin yg keluar dari shower.
Rena menghubungi dokter Roy sesuai permintaan mama Erna. Dokter Roy datang ketika Rizal baru keluar dari kamar mandi. Posisi dokter Roy yg dekat dengan rumah Rizal membuatnya cepat datang.
"Kenapa?" Tanya dokter Roy.
"Bisa minta tolong memastikan perkiraan kami dok? Soalnya dia dari semalem muntah muntah terus." Ucap mama Erna.
"Baiklah di priksa dulu ya. Sebelumnya saya mau tanya, dokter Cinta sendiri apa yg di rasakan sekarang?" tanya dokter Roy
"Mual terus dok, terus gak tau kenapa bau mas Rizal yg biasanya wangi sekarang malah baunya beneran gak uenak dok. Sampek mual rasanya." Cerita Cinta yg ia alami semalaman. "Terakhir aku merasa sangat males bangun. dan saat aku paksa buat wudhu mau sholat subuh malah langsung gelap dan berat rasanya kepalaku." Lanjut nya.
__ADS_1
"Ya sudah kita tes urin dulu ya. Zal, Lo bantu dokter Cinta ke kamar mandi. dan pakai ini." Dokter Roy sambil memberikan tes kehamilan.
Di dalam kamar mandi Cinta dan Rizal melihat hasinya dan setelah melihat garis dua yg di tunjukkan oleh alat itu. Rizal langsung memeluk Cinta dan menciumi wajah Cinta. Rizal tak melewatkan seinci pun wajah Cinta. Rasa bahagia membuat Cinta melupakan mualnya.
Di luar kamar mandi semua menunggu hasil dari tes yg cinta dan Rizal lakukan di kamar mandi. Cinta keluar dari kamar mandi dengan wajah sumringahnya dengan menggandeng tangan Rizal.
"Mama, Cinta hamil." Cinta memeluk mama Erna.
"Selamat ya dokter Cinta. Di tunggu di rumah sakit ya untuk USG biar tau pastinya sudah berapa usia kandungan dokter." Kata dokter Roy sambil merapikan bawaannya. "Dan inget nanti jangan ulangi kaya dulu lagi ya kalo mau lahiran." Dokter Roy mengingatkan kejadian saat melahirkan kliene dan Levin
Semua orang tertawa ketika mengingat kejadian di mana Cinta yg sudah pecah ketuban malah mencari dokter kandungan dan meminta untuk membantunya melahirkan.
__ADS_1
Setelah mengetahui bahwa usia kandungan Cinta memasuki 10 Minggu. Semua kaget karena Cinta baru menunjukkan tanda tandanya sekarang. Usia kandungan yg hampir 3 bulan itu masih membuat Cinta males untuk bangun dan dekat dengan suaminya. Setiap Rizal mendekati Cinta dia selalu mual dan muntah.
"Ya Allah kenapa kehamilan kali ini menyiksa batin dan si Otong sih?" Gumam Rizal yg sudah puasa selama Hampir dua minggu.
"Sabar mas, nanti juga kalo sudah baikan juga di manjain lai itu si Otong mas." Kata Cinta yg tak sengaja mendengar keluh suaminya yg berada di ruang kerjanya.
Selama dua Minggu setelah mengetahui Cinta hamil. Rizal memilih untuk tidur di ruang kerjanya. Rizal memasak sendiri bahkan melayani Cinta meski hanya di lakukan dengan cara berjauhan. Seperti menyiapkan sarapan sebelum Cinta bangun dan Susu hangat ketika Cinta habis mandi. Cinta sama sekali tidak mau keluar kamar. Pernah sekali Cinta memaksa keluar kamar dan akhirnya dia pingsan di ruang tengah saat mau mengambil minum karena Rizal tidak ada.
Semenjak kejadian pingsan di ruang tengah. Rizal memutuskan untuk kerja dari rumah. Rizal ingin menjaga Cinta 24 jam dan memastikan dia baik baik saja. Ya meskipun dari jarak jauh, karena cinta masih belum bisa berdekatan dengan Rizal.
Rizal masih setia mengaji untuk Cinta meskipun di pinggiran pintu. Rizal ingin anaknya nanti menjadi seorang yg Soleh kalo cowok dan Sholeha kalo cewek. Rizal memang tidak memfokuskan pada cewek ato cowok. takut kecewa karena harapannya sendiri.
__ADS_1