Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kuliah


__ADS_3

Kegilaan mereka ak terhenti di stand makanan saja. Kini mereka berempat ke depan panggung saat adik kelas mereka menampilkan salah satu koreografi dari BTS yang lagi booming saat ini. Tanpa piki panjang Billa langsung ikut menari di bawah panggung. Billa memang seorang Army garis samar samar seperti kelakuannya yang samar samar. kadang bener dan terkadang absurd. Kalo di ingat kembali, Rizal ataupun Rizal gak separah Billa. Terus Billa itu keturunan siapa?


Jawabannya simple, setiap gen itu gak harus mewarisi sifat sikap dan kebiasaan orang tuanya. Karena pada dasarnya manusia di lahirkan dengan segala keunikannya yang lain dari pada yang lain. Jika memiliki kesamaan dengan orang tuannya itu pasti hanya sebagian kecil bukan plek ketiplek. Jadi intinya Billa ya Billa, Rizal a Rizal. Begitupun dengan Cinta yang memiliki sifat kekonyolan yg tak sama dengan putra putrinya, meski semua keluar dari goa dan tempat bertapa yang sama.


"Billaaaaa tarik maaaaaannnngggg." Teriak Frizka pada Billa yang merubah koreonya menjadi dangdutan.


"Siap sayangkuh." Jawab Billa dengan goyangannya yang semakin hot.


Kenapa kalian gam nanya Sandi dan Aris? lagsung aja di jawab ya meaki gak ada yang tanya. Aris dan Sandi berdiri di samping panggung menundukkan kepala malu akan kelakuan Billa. Sebenarnya tidak terlalu malu juga karena memang sudah terbiasa Billa melakukan itu dalam kelas. Namun Tawa yang tak mampu di tahan pun keluar dengan kencengnya. Aris maupun Sandi masih menunduk dengan tawanga, namun Billa sudah naik ke pentas.


"Uyeee,,,, selamat pagi menjelang siang semua. Dari guru guru serta staf tata usaha maupun kepala sekolah. Di sini saya Salsabilla mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada kalian semua. Terimakasih kalian sudah sabar mengajari ku juga membentuk pribadiku yg sedikit lain ini menjadi lebjh bertanggung jawab akan apa yang aku kerjakan selama ini. Terimakasih kalian tak melupakan obat kalian saat menghadapi kami, terutama aku yg cantik secantik bidadari ini." Sorakan dari teman teman pun di tanggapi dengan berbangga diri.


"Saya lanjutkan lagi teman teman. Bu maaf, Billa tidak menyiapkan pidato secara formal. Ya kita kan pren ya kan pak? Billa gak mau berpanjang lebar lagi karena sudah panas juga. Selain meminta maaf dan terima kasih. Saya Salsabilla mengundang bapak ibu guru serta staf tata usaha untuk makan malam di restoran keluarga Sandi. Nanti malam jam 7 Sudah di lokasi." Kata Billa yang terpotong oleh teriakan pak satpam.

__ADS_1


"Non, mamanh gak di ajak?" Tanya pak satpam dari kejauhan.


"Tentu anda juga pak satpam. Ajak sekalian keluarga ya. Dan pak Mario juga jangan lupa. Nanti malam, kalo butuh jemputan katakam saja. Semua pada tau restoran keluarga Sandi kan?" Tannya Billa yang di jawab sudah oleh semua guru.


"Untuk teman teman kelas 12 yang bisa datang kerumah saya besok, kita akan BBQ an ok." Ajak Billa tak melupakan teman teman seangkatannya.


"Bill lu ngadain ini acara gede gedean, ada berita apaan?" Tanya Ida penasaran.


Sorak sorai dari teman teman beserta guru terdengar sangat riuh, namun tidak dengan Sandi maupun Aris. Kedua pemuda itu diam mematung, di tambah Frizka yang tiba tiba lemas dan terduduk di lantai panas lapangan basket.


"Lu utang penjelasan sama gue." Aris merasa kecewa pada Billa langsung meninggalkan sekolah itu dengan perasaan yang di selimuti dengan rasa marah dan kecewa.


"Billa kenapa lu sejahat ini? Gue mau berobat banya karena gue pengen hidup lebih lama lagi dengan elu. Bukan yang lain, lu keluarga gue Billa lu adek gue lu kakak gue lu emak gue lu sodari gue." Tangisan Frizka pecah ketika Billa sudah di sampingnya.

__ADS_1


"Gue juga berat Friz, tapi mimpi gue yang mengharuskan gue tega sama kalian semua. Dan saat gue balik, gue mau liat kalian bahagia." Ucap Billa yang kali ini lebih serius dari pada Sandi maupun Aris.


"Aris gimana?" Tanya Sandi yang melihat kekecewaan di mata Aris.


"Dia akan baik baik saja. Lebih baik malah dia marah sekarang. Agar gue gak terlalu beban melepas kalian bertiga. Gue sadar, dengan gue mengorbankan kalian demi ambisi gue itu sangat jahat dan egois. Tapi gue masih hidup man, come on sekarang bukan jaman batu yang membuag kita benar benar hilang bagai di telan bumi. Ada WA ada panggulan vidio juga, jangan kaya orang susah ya kalian. Sudah kita pulang, jangan di fiirin Aris. Dan tolong rahasiakan keberangkatan gue." Billa menenangkan Frizka dan mencoba meredakan emosi Sandi.


"Lu belum bilang berangkat Markonah." Sandi menoyor kepala Billa.


"Oh iya gue lupa hehe, Senin gue berangkat. Dan barang barang gue udah di kirim kemarin. Bang Levin yang ngurus di sana, gue tinggal di asrama jadi ya bakalan focus di kuliah aja." Jawab Billa santai.


"Bill, Sejahat itukah lu sama gue? Senin itu dua hari lagi lo." Air mata Frizka kembali mengalir.


"Sorry Frizka, dan gue gak mau Aris tau juga gak mau tau kabar Aris lagi sebelum gue berhasil. Empat tahun gak sebentar juga gak lama lo, jadi tunggu gue." Billa memeluk Frizka yang terisak.

__ADS_1


__ADS_2