
Billa mendapat kabar dari Yuga tentang keadaan revan saat ini, Billa merasa ibah dan bersalah. Jika kejayaan Revan di mulai dengan kehadiran Billa, maka kehancuran Revan di awali dengan menghilangnya Billa.
Pagi ini Billa menemui Revan atas persetujuan Levin dan bujukan Queen. Billa sengaja datang sebelum Revan bangun untuk sholat subuh. Billa tidur di samping Revan tanpa sepengetahuan suaminya. Melingkarkan lengan kekar tepat di perutnya dengan posisi membelakanginya.
Billa memakai baju tidur yang mengenakan baju tidur pemberian Revan saat masih di Jerman, sehari setelah menikah. Billa memejamkan mata di samping Revan yang masih belum mau bangun juga.
Revan merasa ada sesuatu yang di pegangnya pun langsung bangun dan sedikit mendorong Billa hingga dirinya terjatuh dari tempat tidur. Revan terjatuh dan kepalanya membentur nakas di samping tempat tidurnya. Dengan memegangi kepalanya yang terbentur Nakas Revan mencoba melihat sosok wanita yang tidur di tempat tidurnya.
Wanita dengan rambur pendek tengah tertidur di tempat tidurnya. Revan membuka sedikit demi sedikit selimut yang menutupi tubuh wanita tersebut. Revan mengembangkan senyum setelah melihat wanita itu mengenakan baju tidur berwarna ungu pemberiannya.
Tanpa melihat wajah, Revan langsung memeluk Billa dari belakang. Merasa sangat sesak oleh pelukan Revan yang sangat kencang. Akhirnya Billa terbangun.
“mmmm Mansih ngantuk,” ucap Billa dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“Tidur aja, aku kangen memelukmu. Biarkan aku tidur dengan memelukmu seperti ini.” Revan menenggelamkan wajahnya di dalam rambut Billa.
Menghirup aroma shampo yang biasa di pakai Billa dan parfum yang selalu di semprot di area leher. Menikmati hangatnya pelukan yang hampir sebulan di tinggalkan, membuat Billa tak tahan untuk tidak menutup mata lagi.
***
Sekarang adalah hari sabtu, jadi kantor libur. Yuga yang tadi bangun jam tujuh pun, sudah menyiapkan sarapan untuk kedua laki laki yang tengah berjemur di pinggi kolam renang. Reyhan asik main di kolam bola buatan yang di belikan oleh Revan. Sekarang sudah jam sepuluh, tapi belum ada yang sarapan.
Entah menunggu apa sampai saat ini belum juga sarapan. Padahal Yuga sudah sangat lapar sekali. Vano mengajak Yuga dan Reyhan untuk sarapan lebih dulu. Nasi goreng yang menjadi menu sarapan pun hanya tersisa satu piring di atas meja.
Tak lama pintu Villa di ketuk oleh kurir pengantar makanan. Vano yang menerimanya pun hanya geleng - geleng kepala. Banyak sekali ini makanannya?
Yuga membantu Vano yang sedang kesulitan untuk membawanya. Selain Vano, Yuga juga heran. Kenapa memesan makanan segini banyak. paket legkap seafood saos padang, fuyunghai, salad buah ada 4 kotak, dan masih banyak lagi.
“Maaf mas, ini sudah di bayar belum?” Tanya Vano, karena Revan kadang lupa untuk membayar pesanannya.
“Sudah mas. Mari,” pamit kurir pengantarmakanan tadi.
“Tumben pak boss beli makanan sebanyak ini.?” Tanya Yuga pada Vano yang juga sedang memikirkan hal yang sama.
“Oh makanannya sudah datang ya?” Revan kali ini terlihat lebih fress dan juga lebih ganteng dari biasanya.
“Cerah banget boss hari ini.” Tanya Vano menggoda bosnya.
“Gimana gak cerah, mataharinya sudah kembali bersinar.” Jawaban Revan di balut dengan senyum masih membuat kedua orang yang lagi di mabuk asmara ini bingung.
Vano dan Yuga berwisata di pemandian air panas bersama Reyhan. Billa yang baru terbangun, mendapati rumah sudah sepi. Bahkan Revan pun tak ada di rumah. Billa melihat makanan banyak sudah tersedia di meja makan, tanpa ragu lagi Billa langsung menyantap makanan itu.
“Hoho, siapakah wanita Sexy ini?” Vano terkejut melihat Billa yang mengenakan baju tidur warna ungu. wanita kecil yang tengah menikmati makanan seafood di atas meja..
“Ah elu ngangetin aja. Dari mana sih?” Billa kembali memakan tuan crab di depannya, yang sempat terhenti karena kaget.
“Ni abis ngajak calon istri sama calon anak jalan - jalan.” Vano memeluk Pinggang Yuga dan menggendong Reyhan.
“Sejauh itukah kalian?” pertanyaan yang hanya di jawab dengan senyuman oleh Yuga dan Vano.
“Selamat aja deh, laki gua mana?” Tanya Billa setelah memberi selamat dengan cara menggoda.
“Lah mana kita tau ‘kan elu bininya.” Vano membalikkan kata - kata Billa.
__ADS_1
“Di atas paling, eh kapan lu nyampek?” Tanya Yuga yang kini duduk di samping anak kecil yang berbaju sexi itu.
“Tadi subuh, pusing kepala gua. Kalian tega banget sih buat laki gua kurus gitu. Sengaja ya gak kalian kasi makan?” Tuduh Billa pada kedua orang yang tengah asik, ikut menikmati teman - teman tuan crab.
Untung spongebob sama sandy kagak ngikut.
“Ya sudah, gua nyari laki gua dulu ke atas.” Billa mencuci tangannya lalu berjalan ke lantai dua, dimana kantor berada.
Billa melihat Revan tengah fokus pada laptopnya dan tak menyadari kedatangan Billa.
“Lagi fokusin apa?’ Tanya Billa menutup mata Revan dengan kedua tangannya,
“Hmm, lagi fokus untuk masa depan kita sayang.” Billa membuka penutup mata Revan.
“Kita berberapa?” pertanyaan Billa membuat Revan tersenyum.
“Seposesif itukah kamu?” Tanya Revan yang mengalungkan tangan Billa di pundaknya dengan posisi Billa masih di belakannya.
“Iya, dan aku sangat egois, hanya ingin memilikimu sendiri. Ceraikan Frizka” Billa merayu Revan dengan mencium pipi lelakinya.
“Siap laksanakan kanjeng ratu.” Revan tersenyum cerah dan lebih bersemangat bekerja.
“Seperti ini dulu sebentar,” Revan menahan tangan Billa ketika hendak melepaskan dari leher suaminya.
“Capek aku berdiri seperti ini,” keluh Billa yang mulai merasa kesemutan karena di tahan untuk berdiri.
“Sini, dagunya sandaran di bahu.” Revan menarik Billa lebih dalam lagi.
“Bajunya pendek, takut ada yang liat di belakang entar.” Bisik Billa pada Revan yang langsung memutar posisi Billa ke depannya.
“Cuma cuci muka sama gosok gigi aja tadi hehehe, males. Dingiiiiinnnn.” Billa memilih bermanja di hadapan Revan.
“Mau di mandiin?” goda Revan yang membuat Billa tersipu malu, namun tetap mengangguk.
***
Setlah mandi, Billa memilih menonton tv di dalam kamar dengan Revan yang tetap fokus pada layar laptopnya. Billa yang memang menyukai salad buah pun, tak henti hentinya menyuapkan buah berbalur mayonise dan yourd itu ke dalam mulutnya.
Revan sesekali melihat Billa yang berkomentar tentang apa yang di tontonya dengan mulut penuh. Inilah kebahagiaan Revan di tengah kehancuran bianisnya yang di akibatkan oleh berita penangkapan Frizka istri pertama Revano Alibaba Sahid.
Billa tak mengetahui jika bukti dan tuduhan yang di tujukan pada Frizka itu di tolak oleh pihak kepolisian. Semua itu karena Mbah Kung pernah mengatakan jika masalah tentang cucu - cucunya tidak ingin di naikkan ke permukaan lagi.
Frizka di tahan hanya beberapa bulan saja karena aksi penembakannya pada Salsabilla. Jadi tahanan Frzika Audya kurang dari satu tahun.
“Billa, aku mau ke Jerman besok, kamu mau ikut apa stay di sini?” Tanya Revan yang hanya di senyumin oleh Billa tanpa membalas.
“Hmmm ikut ya,” ucapan Revan membuat senyum Billa berubah menjadi sebuah cebikan kecut di bibirnya dan memanyunkan setelahnya.
“Gak usah menggoda, inget kamu masih berhutang malam pertama padaku.” Revan mengingatkan jika Billa sekarang adalah seorang istri sah.
“Tunggu aku bisa melupakan hal termanis itu dari sang mantan.” Jawaban Billa membuat Revan merasa sebal.
“Bagaimana akan lupa jika kamu masih berhubungan baik. Ingatlah, kamu sekarang itu berstatus istriku.”Revan mengingatkan Billa.
__ADS_1
Revan membereskan pekerjaannya dan menyimpannya di ruang kerjanya sebelum besok di bawa ke Jerman. Revan mengambil minuman yang ada di laci meja kerjanya. Revan meredakan sakit kepala karena emosi yang baru saja tersulut karena api cemburu.
Api yang selama ini mampu di redakan dengan minuman yang tengah di tengaknya. Revan melampiaskan emosi tentang cemburunya kepada billa memalui minuman keras. Billa memang begitu menggoda, namun Revan takut untuk menyentuhnya.
Revan takut akan kehilangan Billa kembali. Mendapatkannya saat ini, merupakan sebuah keajaiban dalam hidupnya. Tak pernah terfikir sebelumya untuk mendapatkan Cintanya. Tapi Revan hanya mampu menyimpannya untuk entah kapan. Kesempatan yang datang ketika wanita yang di cintainya mengajak menikah.
Tapi, perjuanga Revan tak berhenti di sana. Karena Revan menikahi seorang janda yang masih di liputi dengan dendam. Dendam dari seorang istri yang belum terima, jika suaminya mati terbunuh di tangan mantan tunangan. Mantan tunangan yang saat itu menjadi istri sirinya.
Kembali Revan menenggak Minuman yang membuatnya masuk neraka jalur orang dalam. Billa melihat Revan saat itu langsung melempar gelas dan minuman itu ke lantai. Revan hanya menundukkan kepala. Bukan karena sudah mabuk, tapi mengerti jika dirinya salah.
“jika ada masalah katakan.” Kata Billa membuat Revan merinding sendiri.
“Maaf,” Hanya itu yang mampu membuat Revan menyesali perbuatannya.
“Masuk kamar!!” Revan menurut seperti seorang anak kecil yang tengah melakukan kesalahan.
Billa memarahi Revan ketika sudah di dalam kamar. Dengan geram Billa menuntun Revan ke kamar mandi. Billa menyuruh Revan masuk ke dalam bath up lalu menyiramnya dengan shower hingga membasahi semuanya.
Revan masih sadar tapi hanya pura - pura mabuk, Billa menyeringai saat melihat tubuh Revan yang basah. Otot kekar yang mengintip dari balik bajunya membuat Billa merasakan sesuatu dalam dirinya. Revan melihatnya dan dengan cepat Revan menyeret Billa ikut masuk ke dalam bath up dan mengambil alih showernya.
Kini gantian Revan lah yang menyiram Billa, bukannya marah. Billa malah menggoda Revan. Billa menyentuk tubuh Revan, dari bahu belakang karena secara reflek tadi berpegangan. Sentuhan beralih pada dada depan dengan pandangan Billa mengikuti gerakan tangannya.
Revan memperhatikan Billa yang menggigit bibir bawahnya. Ingin sekali Revan menggantikan Billa menggigit bibir tipis itu. Revan menikmati sentuhan Billa dengan tersenyum penuh harap, berharap ini bukanlah sebuah mimpi.
Billa membuka satu persatu kancing baju yang membalut tubuh Revan. Perlahan dan pasti, tubuh kekar dengan otot tak begitu menonjol namun padat terlihat dengan jelas. Roti sobek tipis menambah sedikit kesempurnaan pemandangan indah ciptaan Tuhan yang sudah halal untuk di sentuhnya.
Revan memejamkan mata, menikmati sentuhan intens dari istrinya. Billa membaluri tubuh polos suaminya dengan sabun cair miliknya. Aroma bunga menenangkan membuat Revan semakin terbuai. Sedikit sentuhan nakal Billa di area perut membuat Revan tanpa sadar mengeluarkan desahan yang menggoda Billa.
IKLAN
penulis: masih kagak terimakasih lu sama gua? Gua santet lu.
Revan: hehe, makasih Thor cantiiiikkkkk
pembaca: dih gitu aja bilang cantik, bikin Billa hamil Thor.
penulis: suruh Revan noh, susah gua bikin Billa hamil. secara Billa kgak pernah di apa apain sama si onoh
Revan: nah elu buat gua kerja mulu thor, giliran malem lu skip.
penulis: maklum dong pembaca gua bukan cuma emak emak, ada yang masih es deh asal lu tau.
Revan: gila Thooorrrr berarti roti sobek gue di liat sama ana es deh?
pembaca: masak Thor ada yang masih es deh?
penulis: beneran
pembaca: badahal tulisan lu ngaco ya, gak terdaftar kbbi pula. tapi kenapa pembaca lu banyak ya?
Penulis: gua pakek ati kalo nulis, kagak asal haluk
__ADS_1
Revan: giiillllaaaa gua nulis pakek jempol aja susah, tapi elu pakek hati.
penlis: serah elu