Sahabat?

Sahabat?
Bab 17


__ADS_3

Cinta dan kedua sahabatnya masuk kelas dan duduk di bangku masing masing. Bel masuk pun berbunyi Rizal baru masuk ke kelas. Cinta hanya diem saja selama pelajaran berlangsung. Rizal cuma bisa mengikuti Cinta karena beberapa kali Rizal bertanya hanya di acuhkan oleh Cinta.


Bel istirahat berbunyi, Rena dan Nadia yg tau situasi dia hanya diem di bangku tak beranimengajak bicara. Rizal terus berusaha untuk mengajak Cinta bicara malah membuat Cinta marah.


"Enak ya pagi pagi dapet ciuman!!!" Gebrakan meja membuat siswa siswi yg masih berada di kelas menoleh ke arahnya.


"Ya elah baru juga balikan udah marah lagi aja sih lo Cin." Rizal memeluk Cinta dari samping.


"Woe jangan mesum di kelas dong najis." Teriak salah satu temen Rizal tak membuatnya melepaskan pelukannya.


"Gerah gue liat kalian berdua, akui aja napa kalo kalian itu bucin. Heran gue, gedein aja terus tu ego kalian. Ayo Ren ke kantin cari yg dingin dingin." Nadia mengajak Rena namun Cinta juga Rizal ikut ke kantin.


"Kalo gue ngakuin emang akan ngerubah sesuatu Nad?" Tanya Cinta.

__ADS_1


"Paling enggak Rizal bisa jaga perasaan lo, sukur sukur Rizal bisa perjuangin cinta lo Cin." Rena menasehati.


"Gue udah perjuangin kok, tinggal gue suruh dia panggil abang aja dx malah bilang gue kang cilok. Jengkel gak lo?" Kata Rizal meminum es milik Cinta.


"Zal lo gak jijik gitu minum dari selang yg sama ma Cinta?" Tanya Nadia.


"Ngapain jijik dari dulu juga gitu bahkan makan juga gitu. lebih dari itu juga boleh." Kata Rizal menggoda.


"Njiir ngomongin apaan sih kalian." Gerutu Cinta sambil memakan mie goreng pesenannya dengan telor setengah mateng kesukaan Rizal.


"Pulang bareng gue!!" Seru Rizal.


"Al sayang, gue ikut pulang ke rumah lo ya. Mama masih di Jogja." Ucap Michel sambil memeluk lengan Rizal.

__ADS_1


"Lo naik taxi aja gue bayarin." Rizal melepas tanganya yg di peluk Michel.


"Gue takut naik taxi." Ucap Michel dengan manja.


"kalo lo gak mau ya udah lo suruh sopir lo jemput. Seperti biasa kan lo di antar jemput sopir lo." Rizal menggandeng tangan Cinta lalu meninggalkan Michel.


Rena dan Nadia hanya bisa melongo melihat Rizal meninggalkan Michel dan lebih memilih Cinta. Rena tersenyum puas ketika memastikan Michel melongo karena patahati. Nadia memberi tepuk tangan pada Rizal karena rasa bangga sudah memperjuangkan Cinta di depan Michel.


"Bagus Zal ayo langsung ajak ke kamar Cintanya." Teriak Nadia membuat semua melihatnya.


"Otak lo kenapa ke sana sih Nad?" Rena mengomel sejadinya.


"Abisnya kesel gue ma mereka berdua. Gak ada yg mau ngaku." Nadia memajukan bibirnya.

__ADS_1


Rizal dan Cinta nyampek di rumah yg sudah di tunggu oleh Michel di depan gerbang rumah Rizal. Cinta dengan kesal turun dari motor dan mendorong gerbang masuk lebih dulu. Rizal memarkirkan motornya di garasi dengan di ikuti oleh Michel.


"Chel gue mau ngomong sesuatu sama lo. Cinta sekarang tinggal di rumah gue, dan gue punya tanggung jawab penuh untuk menjaga Cinta. Jadi gue mohon sama lo tolong jangan dekati gue lagi jangan buat Cinta marah dan sakit hati. Lo sama Cinta sama, sama sama cewek jadi gue harap lo bisa bersikap lebih baik lagi kalo mau bertamu ke rumah gue." Ucap Rizal memperingati Michel.


__ADS_2