Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Upss keceplosan


__ADS_3

"Kalian ini, masak di ruang kerja papa. mesra mesraan. Sana ke kamar." Seru Rizal membuat Levin dan Queen diam seribu bahasa.


"Sudah mas, jangan di godain terus Levin nya. nanti yg ada gak jadi meeting. Queen Levin, kalian siap siap saja biar mama sama Ayu yg masak sarapan." Kata Cinta membuat Levin dan Queen beranjak ke kamar nya.


Setengah jam Queen dan Levin sudah siap dengan penampilan mereka. Queen mengenakan kaos putih yg di lapisi dengan kemeja kegedean yg tak di kancing dengan celana jins robek robek. sedangkan Levin mengenakan kemeja warna putih lengkap dengan dasi dan setelan jasnya. celana bahan senada dengan jasnya.


"Kalian ini, satunya rapi satunya berantakan." Celetuk Cinta yg melihat penampilan putra dan menantunya.


"Queen cuma bimbingan ma, gak ada kuliah. masih abis kontes baru ada mata kuliah" Jawab Queen


"Levin mau ketemu clien penting ma jadi harus rapi. ini juga tuntutan dari mister Jepang itu." Kata Levin menjawab tatapan sang mama.


"Mau apa lagi si jepang itu? bukannya dia bilang gak mau inves? Kenapa masih ngajak ketemu lagi?" Rizal merasa aneh.


"Katanya dia mau minta kita kerja sama sama dia tapi ke Jepang. gak tau lagi nanti gimana kelanjutannya." Jawab Levin.


"Berarti sewaktu waktu harus kesana dong buat ngecek lokasi." Rizal menambahkan.

__ADS_1


"Iya pa, masih bulan bulan ini mister Jepang itu ngajakin. Cuma belum Levin respon, karna masih belum ketemu jadwal kosongnya." Jawab Levin lagi dengan menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Kalo ke Jepang ajak Queen sekalian." Usul mama Cinta.


"Tapi Queen kan gak punya pasport ma. bakalan lama ngurusnya." Kata Queen manja.


"Sudah aku bikinin tinggal tunggu jadinya saja." Kata Levin santai.


"Iiihhhh kapan kok Lo gak ada bilang ke gue?" Tanya Queen penasaran.


"sebulan yg lalu kan Que masih tunangan bang Kliene." Queen makin aneh.


"Asem keceplosan." Levin menghentikan makannya.


"Levin, jujur sama mama sama papa sekarang. Itu abangmu gak tau apa apa malah tunangannya kamu buatin paspor."Selidik Rizal.


"Nanti malem saja lah pa Levin cerita semuanya. Levin sudah telat, ayo Queen berangkat." Levin yg merasa gak aman pun segera melarikan diri.

__ADS_1


Di dalam mobil Queen hanya diam. melihat kediaman Queen, Levin menjadi sedikit jengkel.


"Gue buatin Lo paspor itu niatnya emang mau ngajak ke Jepang. Jujur gue mau nikahin Lo di sana. Bodo amat sama Abang, toh yg gue tau Abang gak cinta sama Lo. dan Lo cintanya sama gue, itu sudah cukup." Levin menjelaskan pada Queen.


"Tapi kan jadinya seperti gue yg mempermainkan perasaan bang Kliene. Sedangkan dia mau Nerima gue apa adanya Vin," Queen menundukkan kepala dengan sesekali menyeka air matanya.


"Hei kenapa jadi nangis sih sayang? Gue sayang sama Lo, dan banh Kliene tau. Rencana ini juga di ketahui sama dia. Bahkan dia juga punya niat buat lari sama Ayu." Terang Levin yg tak mau di salahkan.


"Jadi kalian berdua emang sudah niat buat tukeran pasangan?" Tanya Queen yg hanya di angguki oleh Levin.


"Ayu itu gue gak tau dia beneran suka ato enggak ke gue. Cuma setau gue, setiap sama gue dia terus tanyain Abang. Maka dari itu kita rencanakan kawin lari." Levin menerangkan saat bersama Ayu.


"Vin. Lo sama Ayu kalo berduaan ngapain aja sih?" Tanya Queen penasaran.


"Gue sama ayu itu gak pernah berduaan selain nganterin dia pulang. Soalnya pasti gue ngajakin Abang kalo ketemua sama dia. Lain kalo sama Lo, Gue milih ga ngajak siapapun. Pengennya berduaan doang sama Lo." Levin mencium tangan Queen dengan sedikit menggodanya


"Ya sudah kalo gitu jangan nakal ya, inget. Jangan gampang tergoda sama cewek cantik. Gue denger, cewek di kelas Lo favorit semua. cantik cantik." Queen dengan manjanya menyandarkan kepalanya di bahu Levin yg mengendarai mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2