Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kunjungan Malam


__ADS_3

Hallo kawan kawan semua, apa ada yang kangen? maaf ya sedikit lama gak up, cz banyak fikiran jadi belum bisa memikirkan Levin dan Queen beserta keluarganya.


***


Bulan demi bulan sudah berlalu, setelah kepulangan Levin dan Queen dari Bali. Levin memutuskan untuk membeli rumah kosong yg berada tepat di depan rumah oma Erna. Rumah minimalis yg di tumbuhi tanaman liar kini berubah menjadi rumah minimalis yg sangat asri. Dengan 2 kamar tidur berukuran 3x4m berisi kamar mandi dalam dengan ukuran 2x2m. Dapur yg juga minimalis dengan meja bundar dan kursi di tengah yg menjadi tempat makan. Keluar sedikit adalah taman kecil biasanya di gunakan untuk menjemur baju. Ruang tamu yg langsung bergabung dengan ruang televisi atau keluarga. Rumah yg bener bener minumalis itu membuat Queen dan Levin bangga. Ya mereka bangga, karena rumah itu di beli dari hasil menabung Levin dengan Queen selama hampir dua tahun.


Harga rumah sekarang dengan dulu sangat berbeda jauh. Dulu Rizal membeli rumah dengan harga 450 juta sudah mendapat rumah besar lengkap dengan kolam renang dan tentunya tanah yg luas. Sedangkan sekarang Levin membeli rumah dengan harga 700juta harus puas dengan rumah minimalisnya. Ya meski masih mendapat tanah yg sedikit luas sebagai halaman depan dan belakang juga samping kiri. Sedangkan samping kanan terdapat garasi yg mepet dengan tembok pembatas antara rumah Levin dengan rumah papanya Rizal.


Kliene karena memang sudah menabung dari masih remaja. Tabungannya sudah terlalu banyak, apalagi sekarang mendapat pemasukan dari perusahaan kakeknya yg di kelolah Levin hampir 100%. Dengan pembagian 30% Levin 30% dan Billa 20%, Kliene berharap bisa membangun sebuah klinik untuk orang yg kurang mampu setelah mendapatkan SK nya nanti.

__ADS_1


Kandungan Ayu semakin besar dan membuatnya semakin susah tidur. Tengah malam Ayu merasakan sangat lapar dengan perut yg sangat besar dia berusaha bangun dan berjalan ke arah dapur. Tapi sayangnya Ayu tak mendapatkan apa yg dia mau. Karena rasa lapar yg begitu menyiksa, Ayu memberanikan diri keluar rumah sekitaran jan setengah 2 malam. Berjalan menuju rumah Queen yg di yakini selalu ada makanan kapanpun dia menginginkannya, seperti saat ini.


Tok Tok Tok


"Queen, ini gue Ayu. Bukain pintunya Queen." Ayu mengetuk pintu rumah Queen.


Queen terbangun dan mendengar ayu mengetuk pintunya. Queen tau apa yg di mau Ayu kakak iparnya itu. Dengan senyum di bibir, Queen menuntun Ayu yg sedikit kesusahan berjalan ke dapur dan memanaskan makanan yg selalu di sisakan untuk sang kakak ipar.


"Semalem, Levin pulang dari Bandung bawa brownis coklat lumer, mbak mau gak?" Tanya Queen membuka kulkas yg berada tak jauh dari tempatnya duduk.

__ADS_1


"Kamu tau apa yg aku mau Queen. Aku masih mampu menghabiskannya." Ayu membuka penutup mangkok berbahan mika itu.


"Semua untuk mu mbak, habiskan aku menunggumu di sini." Queen memberikan sendok plastik yg baru di bukannya.


"Pasti, eh Queen. Memangnya kamu gak mau? Kok nyuruh aku habisin ini semua?" Tanya Ayu yg menikmati makanan lumer di depan matanya.


"Levin beli banyak mbak, lihat saja." Queen membuka kulkas di sampingnya tanpa beranjak dari tempat duduknya.


"Oooohhhhh melihat kulkasmu serasa berada di surga Queen. Aku boleh minta buah strowberi itu?" Ayu terlihat sangat menginginkan buah merah dengan rasa sedikit masam itu.

__ADS_1


"Tentu, semua ini boleh mbak makan kapan pun mbak mau. Bahkan jika mbak mau menghabiskan pun Queen akan sangat senang." Lanjut Queen dengan mengambil sekotak strowberi dari dalam kulkasnya.


"Oh surga."


__ADS_2