Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kumpul


__ADS_3

Malam pun menyapa dan kini Cinta dan Rizal baru pulang kerja. Dengan wajah kusutnya Rizal menghampiri putra putri beserta menantunya di meja makan. Rizal menatap satu persatu orang yg duduk di meja makan itu. pandangan Rizal terhenti di kedua putranya Kliene dan Levin.


"Ayu, Queen kalian bisa bedain suami kalian?" Tanya Rizal pada menantunya yg membuat Cinta memukul tengkuk suaminya.


"Bisa lah pa, masa ketuker sih." Jawab Ayu dengan senyum ayunya


"Yaaa siapa tau, buktinya kemaren tunangan aja ketuker. takut gitu papa kalian salah masuk. Kalo Kliene yg di masuki Queen gak hawatir papa. tapi kalo Levin yg di masuki, bisa ancur tatanan dunia." goda Rizal pada kedua anak dan menantunya.


"Jangan salah pa, ini pengalaman aja ya. bang Kliene lebih hot dari Levin pa." Queen mendapat jitakkan di kepala dari Levin yg tak terima.


"Hahaha bener banget itu, dulu kalo keluar sama Levin yg ada di tinggalin Mulu. nah kalo sama Abang Kliene di gandeng ke mana mana pa, kan seneng Ayunya." Jawab Ayu membenarkan ucapan Queen.


"Hahahaha, Levin galak pa. Makanya dia di takuti sama cewek. dari mana dah dia punya pengalaman. Queen aja yg betah sama Levin." Celetuk Billa.


"Tapi Bill jangan salah, biar di kata Levin dingin gak hot, terus gak mau gandeng kaya bang Kliene. Tapi Levin itu keren kalo lagi kerja, lagi serius apa lagi pas dia marah jadi tambah sexy. Sumpah Maco banget, keliatan badboynya. bikin merinding." Ucap Queen sambil mengingat ngingat di mana Levin dalam keadaan yg di ceritakan.

__ADS_1


"Sekarang Lo bilang keren nanti sexy, sedangkan besok pas Lo di kurung dengan buku buku matematika tebal Lo mewek lagi." Sindir Billa yg tau banget kelakuan kedua manusia di depannya.


"Sudah sudah, ini gak akan ada ujungnya nanti. Mas mandi dulu gih, sudah Cinta siapin air hangatnya." Cinta yg baru datang dengan wajah fresh setelah mandi.


"Nanti saja mas mandinya. Lagi kumpul seru ini yang." Kata Rizal yg memang tak pernah canggung memanggil Cinta dengan sebutan sayang.


"Mas, percaya sama Cinta mas. Cintaku padamu tak akan pernah luntur tersapu air hangat. Tak akan pudar meski di gosok dengan sabun mas." Ucap Cinta membuat Rizal menurut dengan senyuman yg terus mengembang.


"Ma, Levin itu anak mama sama papa gak sih?" Tanya Queen yg sudah memajukan bibirnya.


"Tapi kok gak nurun ma?" Tanya Queen lagi.


"Nurun gimana sayang?" Tanya Cinta lagi.


"Bang Kliene romantis kaya mama sama papa, terus Billa juga hangat orangnya kocak. lah giliran Levin kenapa dingin gini ma?" Tanya Queen sambil menengok ke arah suaminya

__ADS_1


"Kalo Levin memang anak mama Queen, dulu harusnya di masukin inkubator ya tau lah karena mama lahiran cuma 7 bulan. Tapi dokternya geblek malah di masukin freezer. Ya gini lah jadinya." Jawab Cinta dengan raut wajah yg sungguh sungguh.


"Hahaha pantesan Abang kaya balok es, ternyata emang dulu lahirnya di lepehin sama mama pas maen ke kutub Utara." Billa menggoda abangnya yg sudah mulai kesal.


"Diem Lo, besok gak gue kasi uang jajan Lo." Kata Levin.


"Vin, gue gak usah di kasih uang jajan. Kasi aja dompet Lo." Queen yg di sampingnya santai sambil mengunyah roti panggang ya.


"Kenal ngeliatin gue gitu?" Tanya Queen lagi yg sedari tadi di tatap dengan tajam oleh sang istri.


"Lo waras kan Queen?" Tanya Levin tak percaya.


"Inget Vin, uang suami itu sama dengan uang istri. Uang istri itu ya uang istri sendiri. memperlancar rizkimu. membuka lebar pintu keberhasilan Lo Vin. jadi Lo harus iklass."Ucap Queen lagi.


"Ya sudah lah, mau gimana lagi kalo ibu negara sudah berkomentar." Jawab Levin pasrah.

__ADS_1


__ADS_2