
"Mas, cinta mau ngomong." Cinta menghampiri suaminya di ruang kerjanya setelah menidurkan kliene dan Levin.
"Kemarilah sayang, ada apa?" Tanya Rizal yg sudah memangku Cinta.
"Ada dua kata buat mu mas." Cinta mengalungkan tangannya di leher Rizal.
"Apa itu sayang?" Tanya Rizal
"Aku sayang kamu" Kata Cinta menahan malu.
"Itu kan 3 kata sayang." Rizal menarik pelan hidung Cinta.
"Aku kamunya kan satu mas." Protes cinta.
"Receh banget sih?" Rizal tertawa setelah mencium kening istrinya itu
"Biar receh kamu baper kan?" Goda Cinta.
"Iya lah, apa lagi yg ngreceh itu kamu. pengen rasanya mas ajak kamu berenang." Kata Rizal mengelur rambut Cinta.
__ADS_1
"Apa hubungannya mas, berengang sama baper?"
"Berenang di kolam asmara sayang." Gomabalan Rizal membuat Cinta tersipu malu.
"Gila, suamiku beneran pasien yg kabur."
"Pasien cintamu ya?" Rizal mengira Cinta masih ingin ngegombal.
"Pasiennya pak Reza yg kabur kemaren." Cinta yg masih tertawa membuat Rizal melongo.
Dirinya di samakan dengan pasien rumah sakit gila. Reza adalah senior Cinta di fakultas kedokteran yg saat ini bertugas di rumah sakit jiwa. Cinta beranjak dari pangkuan Rizal dan menuju ke kamar untuk istirahat.
"Mas, bau banget sumpah. tadi kamu makan bangke ya?" Tuduh Cinta membuat Rizal heran
"Ya elah yang, apa yg mas makan kan kamu juga makan. Masak mas makan bangke gak bagi bagi sama kamu sing yang?" Rizal keheranan melihat perlakuan Cinta.
Rizal mengalah dan menuruti apa kata Cinta yg memintanya untuk mandi sebelum dia mendekatinya. Keesokan paginya Cinta merasa berat untuk bangun. Cinta juga tak tahan menahan mual dan pusing yg berbarengan. Cinta memaksa dan akhirnya Cinta pingsan di depan pintu kamar mandi yg ingin mengambil air wudhu.
Setengah jam lebih Cinta pingsan, dan membuat Rizal kelimpungan memanggil semua orang. Mama Erna papa Irgi kak Mae mas Rendi bang Rama Rena semua berkumpul di kamar Cinta karena ulah Rizal.
__ADS_1
"Akhirnya kamu sadar juga. Gimana sekarang keadaan kamu sayang?" Tanya mama Erna hawatir.
Rizal yg sedari tadi gelisah pun akhirnya merasa lega melihat Cinta sudah sadar.
"Cinta minum dulu ya biar tenangan dikit." Rena mengambilkan air putih yg tersimpan di tempat tidur.
Belum sampai habis, Cinta malah memuntahkan kembali air yg sudah masuk ke dalam mulutnya. Seketika Rizal pun mendekati Cinta yg semakin mual.
"Mas, kamu bau. sumpah bau banget. Cinta gak tahan mas." Lagi lagi Cinta muntah karena tak tahan bau Rizal.
"Mending Lo mandi dulu deh Zal. biar gak bikin Cinta muntah muntah lagi." Suruh kak Mae.
"Rizal sudah mandi mbak, mau sholat subuh tadi. Masak iya di suruh mandi lagi sih." protes Rizal.
"Turuti dulu istrimu toh ini semua juga karena kamu." Kata mama Erna yg merasa kalo anaknya ini memang sedang baik baik saja.
"Yang, gitu banget sih. Ini bau surga Lo yang. Bau orang pulang dari masjid itu kan bau surga." Rizal merayu Cinta namun Cinta malah menangis.
"Kamu bau mas. Cinta gak kuat. Mandi sana lo. Kaya semalem itu sabunya enak sekali baunya." Rizal tak bisa menolak jika Cinta sudah memintanya.
__ADS_1