Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Bertemu.


__ADS_3

Senyum Queen terus merekah sepanjang hari, setelah di beri kabar bahwa sore ini Toni akan mengunjungi Rizal. Toni masih belum mengetahui anak keberadaan Queen di antara Rizal dan Cinta trman kuliahnya dulu. Toni sadar bahwa Angel dulu memilih Rama untuk menikahinya demi anak yg dia kandung. Tapi kabar terbaru yg ia dapat lima tahun lalu adalah Queen bersama Angel karena Rama tak mau mengakuinya. Dan saat itu adalah waktu pertama kali Rama memberikan Queen pada Angel saat SMA dulu.


Toni mengetuk pintu rumah yh di tinggali oleh Levin dan Queen. Rizal mengatakan akan sedikit terlambat, maka dia memberi alamat rumah putranya agar menemaninya ngobrol masalah Bisnis dengannya.


"Assalamualaikum." Sapa Toni ramah saat mengetuk pintu.


Hati Queen bergetar dan berdetak lebih kencang saat suara lelaki itu mengucapkan salam. Hatinya tak tenang ketika membuka pintu lelaki paruh baya itu. Sedikit rasa takut Queen mempersilahkan lelaki itu duduk. Lelaki itu memandang lekat pada Queen seperti mengingat sesuatu.


"Silahkan duduk bapak....?" Tanya Queen terbata saat mempersilahkan lelaki itu masuk dan terus menatapnya.


"Ah, iya Toni. Nama saya Toni, saya teman dari Rizal dan Cinta." Toni menyalami wanita blasteran berambut coklat sedikit kemerahan di depannya.


"Oh bapak Toni, saya Queen menantu dari bapak Rizal."


Mendengar kata menantu yg keluar dari mulut wanita didepannya, Toni hanya manggut manggut. Tak mungkin Rizal segila itu menikahkan putranya dengan putri abang kesayangannya. pikiran Toni terus berkecamuk tanpa dia tau memang segila itu Rizal menikahkan putranya dengan putri abangnya yg pernah di adopsinya.


"Mau minum apa tuan?" Tanya Queen dengan senyum yg masih menghiasi bibirnya meski wajahnya nampak sangat pucat.

__ADS_1


"Oh, kopi tanpa gula kalau ada." Jawab Toni yg masih menatap Queen seakan mencari jawaban atas pertanyaannya.


"Ada, tunggu sebentar ya. Suami saya sebentat lagi juga keluar." Kata Queen sebelum meninggalkan lelaki yg tengah duduk di ruang tamunya.


"Om Toni." Sapa Levin yg baru saja keluar dari kamarnya.


"Oh iya, pasti kamu Levin." jawab Toni dengan mengulurkan tangan yg di sambut hangat oleh Levin.


"Anda benar tuan. hahahaha, karena anda langsung ketemu dengan sang adik sebelum bertemu dengan kakak saya. Jadi saya bisa pastikan jika ketemu lagi anda akan sangat bingung mengenali kami." Jelas Levin yg menunjukkan bahwa dirinya adalah kembar.


"Iya, kami kembar beda 5Menit saja. Sayang, minumannya mana?" Levin memanggil sang istri lalu keluar dengan dua gelas kopi tanpa gula.


"Silahkan di minum tuan." Queen menyuguhkan kopi dengan cemilan di piring untuk tamu.


"Ini istri saya Om, namanya Queen. Kami menikah sekitar 4 tahun dan baru saja mendapat kabar bahagia." Jelas Levin yg sengaja memberi tahukan nama dan keadaan sang istri.


"Queen? Dia cantik. apa dia blasteran? pintar kamu milih istri." Kata Toni yg kembali memandang Queen.

__ADS_1


"Dia putri bang Rama Ton kalo lo masih mengingatnya." Jawaban Rizal dari balik pintu membuat kaget Toni.


"Lo gila Zal? dia putri kakak lo tapi lo masih nekat buat nikahin anak lo sama keponakan lo?" Tanya Toni sedikit kaget.


"Ya lo pikir aja sendiri lah, abang gue sama kaya gue asli indonesia. Tapi lo liat dia, dia itu wajahnya bule. Dari mana dia dapetin wajah itu? lagian, dari pada anak gue ngelakuin Zinah kan mending nikahin aja." Kata Rizal duduk di sebelah Toni bersama Cinta.


"Kenapa bisa gitu? Apa Angel selingkuh?" Tanya Toni pura pura tak tau dan menutupi rasa gugupnya yg merada di hakimi saat ini.


"Ton, kamu pernah berbuat salah sama Anggel? Jujur. Ada seorang putri yg menunggu pengakuan seorang ayah. Dia selama ini sudah di buang oleh bang Rama dan juga Angel. Aku tak tega melihat dia seperti ini, dia sedang hamil cucu ku. Dari kecil sampai saat ini dia sendirian, tanganku dan Cinta lah yg membesarkan dengan kasih sayang kami. Dan kedatangan Angel membuat Queen makin tersiksa. Dia tak mau mengakui juga karena merasa Queen adalah sebuah kesalahan yg kalian bertiga lakukan." Rizal tak sabar dengan kepura puraan yg di tunjukkan Toni.


"Maafkan aku putriku." Toni memeluk Queen yg berdiri tak jauh dari tempat Levin duduk.


"Anda mengakuiku anak?" Tanya Queen yg seketika tangisnya pecah.


"Iya sayang, aku mengakuimu. sampai sekarang bapak tak tau diri ini masih terus merasa berdosa. Bagaimana caranya bapakmu ini membalas semua rasa sakit yg kamu derita selama ini?" Tanya Toni yg juga menangis sesenggukan selayaknya orang yg memohon ampunan.


"Cukup anda mengakui aku putrimu itu sudah cukup. Kasih sayang mama Cinta dan papa Rizal sudah membuatku kuat selama ini. Dan cinta kasih Levin suamiku juga sudah memberiku kebahagiaan. Di tambah ini, sungguh lengkap sedah kebahagiaan ku. Aku tak menginginkan apapun lagi papi." Kata Queen menangis sesenggukan dalam pelukan sang papi kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2