Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Duda kembang


__ADS_3

"Mama, Queen gak kenapa kenapa kan? Levin gak jadi duda kembang kan ma?" Tanya Levin dalam tangisannya.


"Kamu itu ngomong apa sih Vin? Heran papa. Bukannya doain yg bener malah nanya yg enggak enggak." Ucap Rizal jengkel.


" Maaf pa, Levin beneran gak pengen kehilangan Queen. Bukan mikir yg enggak enggak." Ucap Levin masih dalam dekapan sang mama.


"Diem makanya jangan ngomong macem macem lo. Kesian bini lo di dalem. Lagian ini kenapa bisa jadi begini?" Tanya Kliene


"Queen denger dia gak susah punya anak bang, gue belum sempet jelasin tapi dia sudah masuk kamar." Jelas Levin.

__ADS_1


"Jadi selama ini lo belum bilang ke Queen? Bego parah lo jadi lakik dah. Kaya gini buat Queen down." Kata Kliene memukul pelan kepala adiknya.


" Maaf bang, gue cuma gak mau mematahkan hati Queen, gue cuma mau berudaha buat dia hamil tanpa dia harus tau kalo dokter bilang dia susah hamil." Levin membela diri.


"Tetep Vin, komunikasiin. Keterbukaan dan kejujuran itu penting dalam hubungan rumah tangga. kalo kaya gini sama aja lo gak anggep istri lo ada. biar juga dengan alasan untuk melindungi dia." Ocehan Kliene membuat Levin tertunduk lesu.


Setengah jam sudah keluarga Rizal menunggu di depan ruang ICU. Dokter yg menangani Queen keluar dari ruangan dengan wajah sedikit gugup. Dengan memanggil suster yg melintas dan menyuruhnya ke bank darah untuk mengambilkan darah yg cocok untuk Queen yg sudah kehabisan banyak darah.


"Vin, mama juga dokter. Mama tau apa yg terjadi di dalam. Dan keadaan di dalam tidak lah hal baik bila di sampaikan pada keluarga yg menunggunya. Dan bisa juga Queen sedang kritis di dalam." Oceh Cinta.

__ADS_1


"Makanya punya istri itu di jaga dengan baik bukan malah di sakiti hatinya. Lo pikir hati manusia itu seenak hati ayam? Kalo udah hancur tinggal di kasi bumbu terus di goreng? Hati manusia itu selembut lapisan es yg baru membeku. tipis saat tersentuh gampang pecah dan hancur." Jelas Kliene yg entah sejak kapan menjadi seperti sang pujangga patah hati.


"Papa, semua orang nyalahin Levin. lama lama bisa nyusul Queen pa." Rengek Levin yg meminta dukungan pada papanya.


"Ya memang kamu salah Vin. Apa apa itu di komunikasiin bukan di pendem sendiri. Lihat mama sama papa, Biar seburuk apa informasi atau kabar yg papa bawa pasti mama juga tau. Inget, sandaran seorang istri itu hanya suami. Karena hanya suami lah yg memegang penuh kendali istri. Kalo salah kendali ya siap siap buka pintu neraka dengan kinci sang istri jika dia mengikuti yg salah. Kalo bener ya kamu buka pintu surga dengan kunci istrimu sendiri. Tapi suami istri itu nantinya juga akan berpisah jika sang istri tidak menjadi bidadari surga bagi suami." Kata rizal memhuat Levin makin pusing.


"Levin pusing pa, nanti saja jelasinnya kalo sudah sadar Queen nya." Kata Levin dengan naga semakin lemas.


"Hmmmm baik lah." Rizal membuang safas kasar.

__ADS_1


Sampai detik ini Queen belum juga berpindah ke ruang rawat. Meski dokter sudah tidak lagi berada di dalam ruangan ICU.


__ADS_2