Sahabat?

Sahabat?
Bab 13


__ADS_3

"Rizal, apa yg kamu lakukan malam malam begini ke tempat anak gadis?" Suara keras penuh amarah dari papa Cinta membuat Rizal tertunduk.


"Jawab Zal, jangan jadi pengecut kamu." desak mama Erna.


Rizal melihat Cinta yg tengah menundukan kepala di dekat mama Inggrit. Kediaman Rizal membuat amarah papa Cinta semakin memuncak. Satu tamparan di pipi kiri dan pikulan di perut Rizal membuat Cinta berlari ke arah Rizal. Cinta memeluk Rizal agak papanya tak memukulinya lagi.


Cinta masih memeluk Rizal yg kesakitan, sedangkan mama Erna tak sadarkan diri. Mama Erna di tidurkan di ranjang Cinta dan Cinta tidak di izinkam untuk mendekat. Cinta yg memapah Rizal karena sakit di perut sedang berdiri di dekat pintu balkon kamar Cinta.


Mama Erna telah sadar dari pingsannya, berusaha memanggil Cinta dan Rizal. Kedua pemuda itu mendekati mama Erna dan bersimpuh mohon ampun.


"Rizal, Cinta. Mama sudah sering katakan jangan melakukan hal yg dapat membuat malu keluarga. Tapi kenapa kalian lakukan ini?" Mama Erna memangang mengetahui rencana awal Cinta dan Rizal merasa kecewa akan perbuatan mereka.


"Rizal minta maaf than, Rizal gak bisa biarin Cinta nangis sendiri setiap malam. Makanya Rizal ke sini hanya untuk memastikan bahwa Rizal cuma mau Cinta bukan yg lain. Rizal gak melakukan apapun selain bercerita atau sekedar mengerjakan pr. Saat Cinta tidur Rizal balik lagi ke kamar Rizal." Jelas Rizal membuat papa Cinya sedikit lega.

__ADS_1


"Rizal sudah kayak gini, masalahnya sudah menjadi lebih rumit. Om hanya minta pertanggung jawaban dari kamu. Biar kalian gak ngelakuin apapun yg melanggar hukum dan negara. Tapi Om harus tetap meminta pertanggumg jawaban dari kamu." Kata papa Cinta membuat Rizal angkat bicata.


"Tanggung jawab seperti apa yg om mau? Asal jangan menjauhi Cinta Rizal akan bersedia bertanggung jawab om." Ucapan tegas Rizal membuat papanya menjawab.


"Lo harus nikahin Cinta Zal. Biar kamu para orang tua tidak malu melihat kelakuanmu." papa Rizal penuh amarah.


"Ok, kapanpun saya siap menikahi Cinta." Tantang Rizal membuat semua kaget termasuk Cinta.


"Zal, jangan bodoh. Lo harus pikirin Michel." Kata Cinta


"Jangan buat dirimu menyesal Zal." Kali ini Cinta membuat keraguan di hati Rizal.


"Gue akan nyesel kalo gue kehilangan lo lagi Cin" Perdebatan itu di hentikan oleh suara papanya Rizal.

__ADS_1


"Kapan kamu siap?"


"Kapan pun. Sekarang juga saya siap." Ucapan Rizal kali ini tak menunjukan ada keraguan sama sekali.


"Menikah bukan masalah sah saja Zal, kamu harus bisa membahagiakan anak om. Kamu juga harus memenuhi kebutuhan Cinta. Tanpa harus minta orang tua."kata papa Cinta penuh penekanan.


"Masalah materi bukan hambatan bagi saya om, bukan untuk sombong karena saya sudah mempersiapkan semua untuk Cinta. Bahkan untuk biaya kuliah pun sudah ada di tangan. Apa lagi yg harus saya siapakan? Sudah mulai saya siapkan sebelum saya berani menemui Cinta om." Jawab Rizal penuh percaya diri.


"Sejauh ini kamu lakukan demi Cinta?" Tanya mama Rizal.


"Ma Rizal sudah pernah bilang ke mama, jangan pernah pisahin Rizal sama Cinta. Rizal sudah terbiasa dengan keberadaan Cinta. Bukan wanita lain, Rizal baru tau kalo ini di namakam sayang antara laki laki dan perempuan setelah mama mempertunangkanku dengan wanita gak punya sopan santun itu." Tatapan Rizal membuat mamanya menunduk.


"Bisa kamu nikahin anak om BESOK?" Pertanyaan yg mengagetkan keluarga Rizal.

__ADS_1


"Bisa om kalo tanpa resepsi. Karna saya sama Cinta masih sekolah dan kurang dari 5bulan kita baru bisa mengadakan acara resepsi. Papa gak usah bantu Rizal untuk acara resepsinya. Rizal bisa cari sendiri."


Kedua keluarga setuju dengan kesepakatan yg telah di buat. Besok pagi jam 10 adalah waktu yg di pilih oleh keluarga untuk ijab qobul Rizal dan Cinta.


__ADS_2