
Cinta pulang bersama Rizal karena Rizal tak kuat mengendarai kendaraannya sendiri. Cinta memapah Rizal masuk kedalam kamar. Baru masuk ke ruang tamu Cinta di kagetkan oleh wanita cantik yg entah siapa namanya duduk sendirian.
Pasti cewek barunya bang Rama, Cantik banget ceweknya kali ini. Batin Cinta dan langsung berjalan masuk kedalam menuju kamar Rizal. Rizal hanya diem saja namun raut wajahnya berubah lebih murung.
"Zal ngapa lu keliatannya lagi gak seneng banget?" Tanya Cinta penasaran sambil mendudukkan Rizal di kasurnya.
"Gak pa pa cuma pusing aja gue." Kata Rizal merebahkan diri.
"Awas sonoan lu geser dikit gue mau ikut tidur." Rizal menggeser tubuhnya lebih ketengah dan memberi tempat untuk Cinta.
"Cin, kalo gue nikah duluan, lo juga bakalan nikah sama Rico?" Pertanyaan Rizal membuat Cinta mendudukkan diri.
"Jauh amat pikiran lo." Cinta sambil meletakkan punggung tanganya di kening Rizal. Niatnya sih mau bercanda tapi merasakan panasnya kepala Rizal membuat Cinta panik.
Cinta bergegas turun ke bawah dan menuju ke dapur. Cinta mengambil es balok kecil kecil di tempatkan di baskom. Cinta bertemu mama Inggrit. Mama Rizal itu merasa sangat aneh dengan anak gadis itu.
__ADS_1
"Cinta tadi udah ketemu Michel di depan?" Tanya mama Inggrit.
"Ketemu thante.... bueee cantik beneeerr." Cinta langsung pergi setelah mengatakan itu.
Inggrit merasa aneh dengan Cinta akhirnya mengikuti dari gadis itu masuk ke dalam kamar Rizal. Cinta memang sudah terbiasa di kamar Rizal jadi Cinta sangat mudah menemukan apapun yg dia inginkan. Cinta membuka laci yg berada di dalam lemari Rizal untuk mengambil handuk kecil.
Cinta mengelap wajah Rizal sebelum menempelkan kompresan air es. Cinta kembali ke lemari Rizal untuk mengambil kaos rumahan Rizal. Cinta dengan telaten melepas seragam Rizal yg tertidur. Inggrit yg sedari tadi mengintip di balik pintu terbuka sedikit tersenyum kecil. Cinta mengelap badan Rizal sebelum memakaikan Bajunya.
Cinta mengganti kompresan nya setiap 5 menit sekali. Cinta melakukan itu sampai 2 jam, saat di rasa suhu tubuh Rizal sudah menurun. Cinta membereskan semua dan berpamitan pulang.
"Makasih ya Cinta sudah mengurus Rizal yg nakalnya gak karuan itu. Oh iya kenalin ini Michel, Michel ini mau thante jodohkan sama Rizal." Kata mama Rizal membuat Cinta berhenti mengunyah kuenya.
"Oh... iya cantik kok. Selamat ya." Cinta langsung pergi dengan kepala tertunduk.
Cinta memasukki Rumahnya setelah matahari sudah terbenam. Cinta melangkah malas menuju kamarnya. Cinta mengunci pintu menutup jendela dan mematikan ponselnya. Cinta menangis sesenggukan di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Bodoh banget sih lo Zal, kenapa lo gak bilang sama gue? Seenggaknya gue mencoba buat nerima Rico. Gue gak berani akui perasaan gue ke elo Zal. Gue naksir Rico gak lebih dari rasa kagum doang. Tapi lo udah mau ninggalin gue gitu aja dan menerima perjodohan itu." Kata Cinta di balik bantal.
Ketika makan malam tiba Erna selaku mama dari Cinta mengetuk pintu kamar putrinya itu. Cinta bilang dia sudah makan sebelum pulang tadi. Mama Erna mengalah untuk memaksa putrinya makan. Erna membawakan sepiring nasi untuk putrinya dan mengetuk kembali pintu Cinta.
Cinta membuka pintu kamar dan Erna mendapati putrinya dengam Wajah sembab membuatnya bertanya. Tanpa persetujuan dari siempunya kamar mama Erna langsung masuk. Cinta kembali menangis, namun kali ini bukan di balik bantal tapi menangis di pangkuan mamanya.
"Mak Rizal besok malem tunangan terus seminggu lagi nikah." Kata Cinta di sela sela tangisannya.
"Kata Siapa sayang? kan Rizal masih sekolah" Tanya mama Erna yg kaget mendengar kabar Rizal mau menikah.
"Thante inggrit tadi sebelum Cinta pulang juga ketemu sama Michel. Dia cantik banget ma, beda sama Cinta yg dekil ini. Cinta harus gimana ma? pasti nanti Cinta gak di kasi maen lagi bareng Rizal karna dia sudah punya istri." Mendengar itu Mama Erna menangkap sesuatu dari putrinya.
"Cinta suka sama Rizal?" Tanya Mama Erna.
"Gak tau ma. Cinta sudah terbiasa sama Rizal ma." Ucap Cinta membuat mamanya merasa iba.
__ADS_1