Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Meminta Levin


__ADS_3

Queen nyampek di rumah sedang ada tamu. Di sana juga ada Bunda Rena yg sangat di rindukan oleh Queen. Tapi setelah kejadian penghinaan itu, Queen berusaha buat menahan bahkan menghilangkan segala rasa kepada sang ayah ataupun bundanya. Selain mama papa juga bundanya, di sana ada Nadia dan juga Agung selaku suami Nadia.


"Hai Queen, wah ganti warna rambut lagi ya?" sapa Nadia saat Queen sudah masuk kedalam rumahnya.


"Thante, kapan datang? Pantes tadi Levin sama Naura ketemu di restoran." Jawab Queen sambil bersalaman pada semua orang termasuk Rena.


"Oh kalian udah ketemu, Gimana menurut kamu mereka cocok kan?" Pertanyaan yg membuat Queen merasa ambigu, cocok apa ini maksudnya? Levin kan laki gue.


"Cie ganti warna rambut nie." Goda Ayu yg baru datang dengan membawa minuman dan cemilan untuk para tamu yg di bantu dengan Kliene.


"Iya, nanti malem mau tampil biar kelihatan fresh." Jawab Queen seraya membantu menghidangkan minum dan cemilan yg di bawa Ayu dan Kliene.


Levin dan Naura datang ketika suasana sudah mulai hening. Queen masuk ke dalam kamar untuk meletakkan buku dan tasnya. Sedangkan Levin duduk di samping Naura. Queen keluar dari kamar untuk gabung dengan yg lainnya.


"Oh udah pulang, Kirain masih lama tadi. Tau gitu bareng gue." Kata Queen dan menyalami Naura sebelum mencium tangan suaminya.


"Ya, ganggu dong kalo kamu iku mereka." Goda Agung yg mengetahui perasaan sang putri.


"Iya juga sih." jawab Queen sambil memakan cemilan di depannya. "Mau minum apa lo Vin?" Tanya Queen yg duduk di sandaran tangan Di sofa yg diduduki Levin.


"Pengen yg dingin dingin." Jawab Levin santai.


Queen beranjak ke dapur untuk membuatkan sirup dingin untuk suaminya dan juga Naura. Tak butuh waktu lama untuk menyiapkan minuman dingin untuk mereka. Setelah menyajikan minuman dingin, Queen kembali duduk di tempat semula. Levin menegakkan duduknya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.


"Lihat mereka berdua cocok sekali ya Zal?" Tanya Nadia pada sahabatnya Rizal.


"Terus lengket gini mending nikahkan saja secepetnya. Biar cepet dapet cucu." Lanjut Agung.


Rizal dan Cinta mengira Queen dan Levin lah yg mereka maksud.


"Iya, tapi sayang mereka masih menunda memberi cucu." Jawab Rizal santai.

__ADS_1


"Kalo Naura kapan ini mau nyusul Kliene dan Ayu?" Tanya Rena yg masih tak mau menyebut nama Queen dan Levin.


"Ya kapan siapnya Levin saja." Kata Nadia membuat Queen tersedak yg meminum air dari gelas Levin.


"Maksud tante apa?" Tanya Queen kaget.


"Gini Zal, kami ke sini ingin meminta Levin untuk menjadi menantu kami. Menjadi suami Naura." Jelas Agung yg membuat semua orang kaget.


"Lah, kenapa dadakan kaya gini?" Tanya Rizal yg tak tau harus ngomong apa.


"Ya gak langsung menikah juga gak apa apa kan bisa tunangan dulu." Kata Nadia memotong pembicaraan Rizal.


"Lagian Naura sudah menyukai Levin dari kecil." Kata Agung kembali.


"Queen gak setuju. Queen gak mau di madu." Queen kini sudah menangis dan mencengkeram pundak Levin.


"Gak ada yg akan di madu Queen. Percaya sama gue." Kata Levin mencoba menenangkan Queen.


"Ini maksudnya apa? Gak akan ada yg di madu. dan gak ada yg balas dendam. Queen sayang, tante hanya meminta Levin untuk menjadi menantu tante." Kini Nadia mendekati Queen yg sedang histeris.


"Kalian semua sahabat Bunda sudah pasti kalian juga sakit hati sama mami Queen yg menjadi pelakor di antara bunda dan ayah. Makanya sekarang kalian mau balas dendam ke Queen. Levin suami Queen, tante. Queen sayang sama Levin. Tapi Queen bukan pelakor!!!" Queen berlari ke kamar dan membanting pintu.


"Queen, Gak ada yg akan balas dendam. Buka Queen sayang, Levin juga sayang sama Queen. Tolong buka pintunya." Levin menggedor pintu kamar mereka.


"Bohong, Que liat sendiri lo suap suapan sama wanita itu. Lo lebih mentingin jemput dia di bandara ketimbang lo jemput gue di kampus." Queen keluar dengan membawa tasnya.


"Mau kemana!!!" Kini Levin sudah dalam keadaan di puncak emosi.


"Gue mau pulang ke rumah mami. Gue gak mau di sini sama orang orang munafik. Di depan gue semua baik, tapi di belakang gue kalian semua mau menghancurkan hidup gue!!!" Kini Queen benar benar tak terkendali.


"Queen, papa sama mama gak tau semua ini. Ayo lah sayang, jangan kayak gini. Mama sama papa gak punya niat jahat sama kamu sayang." Rizal mendekati Queen yg sedang emosi.

__ADS_1


"Maafin tante sayang, Tante gak tau kalo kalian sudah menikah. Tante minta maaf." Kata Nadia merasa bersalah.


"Bohong, kalian semua hanya bohong dan mau membalas dendam karena perbuatan mami dulu." Queen sudah tek mau terima alasan apapun dan dari siapapun.


"Masuk kamar!" Kata Levin dingin.


"Gue gak mau. Lo sudah hianati gue Levin!!!" Teriak Queen semakin histeris.


"Gue bilang masuk!!!" Bentak Levin menyeret Queen masuk ke dalam kamar.


"Levin, jangan kasar sama istri kamu sayang." Cinta ikut masuk namun tak mendapati Levin di dalam.


"Cuci muka ambil air widhu." Bentak levin dengan suara semakin keras dan membuat Cinta berlari ke kamar mandi.


"Jangan terlalu keras sama istri kamu nak." Cinta menangis di pelukan Levin saat sudah di kamar mandi.


Di luar Nadia merasa bersalah duduk mematung mengingat kembali cerita Cinta dan Rizal saat mereka di serahi Queen yg masih merah. Air mata Nadia menetes karena merasa bersalah. Betapa jahatnya diriku sudah meminta kebahagiaan gadis malang itu. Tangisan Nadia semakin pecah ketika melihat kekecewaan di wajah putrinya.


"Maafkan mama sayang, mama memberikan harapan kosong terhadapmu. Tapi kita gak boleh mengambil yg bukan milik kita. Terlebih itu sudah di miliki oleh orang lain. Iklaskan Levin dan mintalah maaf pada Queen yg kini sudah kau lukai hatinya." Nadia membelai lembut rambut panjang putrinya.


"Iya ma, Naura akan minta maaf pada Queen dan Levin yg berani memiliki harapan dan impian indah bersama." Ucap Naura di sela tangisannya.


Setengah jam sudah Queen dan Levin juga Cinta berada di dalam kamar. Kini mereka keluar dengan hati yg sudah tenang. Queen keluar dengan memeluk Levin posesif, begitupun dengan Levin yg membalas pelukan Queen. Cinta membelai rambut putih Queen dari samping.


"Queen, maafin gue. Gue gak tau kalau kalian sudah menikah. Gue gak ada niatan buat misahin suami istri yg saling mencintai seperti kalian. apa lagi balas dendam yg gak gue tau untuk apa." Kata Naura yg kini jongkok di depan Queen.


"Iya, tante sama om juga mau minta maaf. Tante gak tau kalau kalian audah menikah. kamu itu sudah tante anggap sebagai putri tante sendiri semenjak kamu berada di pelukan Cinta dan Rizal papa kamu. Jadi gak ada namanya balas dendam." Jelas Nadia yg kini juga sudah duduk di depan Queen.


"Iya tante, Queen juga minta maaf sudah suuzon sama semua. Queen cuma punya Levin dan juga keluarga ini. Hanya mereka yg menyayangi Queen di saat orang tua Queen sendiri tidak menginginkan Queen." Nadia memeluk Queen dengan penyesalan di hatinya.


"Maafkan tante sayang."

__ADS_1


__ADS_2