
Pagi yg dingin menyapa Cinta dan Rizal yg lagi ngelonin buah hatinya satu satu. Cinta terbangun oleh suara tangisan Rena. Entah apa lagi yg di buat oleh bang Rama pikir Cinta. Perlahan Cinta mendekati pintu dan menajamkan pendengarannya. Cinta mendengar dua bahkan tiga tangisan seorang perempuan. Cinta segera membangunkan Rizal suaminya pelan pelan agar tak membangunkan si kembar.
Rizal dan Cinta keluar dari kamar dan mendapati mamanya juga Angel sudah menangis tersedu sedu. Rena yg menangis di pelukan Rama menjadi sasaran kedua wanita itu. Rizal melihat itu segera menjauhkan mamanya dari bang Rama. Saat sudah jauh mama Rizal tiba tiba menjambak rambut Cinta.
"Mama!!! Apa salah Cinta? Kalo Cinta punya salah Cinta minta maaf. Tapi lepaskan rambut Cinta. ini sakit ma." Pinta Cinta sambil menangis merasakan sakit di kepalanya.
"Rizal. Kamu harus ceraikan istri kamu. Dia sudah kurang ajar sama mama. Dia sudah berani membantah mama." Kata mama Rizal sambil terus menjambak Cinta.
"Jambak aja sampai botak. Rizal juga gak bakalan ceraikan Cinta." Kata Rizal santai duduk di sofa sambil menyalakan layar televisi di depannya.
__ADS_1
"Mas, rambut Cinta sakit mas." Kata Cinta namun tak mendapat respon dari Rizal.
"Ssstttt!!! Si kembar tidur sayang. Nikmatin aja, kalo udah bosen mama juga bakalan lepasin kamu." Cinta mulai mengerti pemikiram Rizal.
Cinta menuruti suaminya dandiem merasakan cakaran di pipi dan sakitnya jambakan di rambut. Mertuanya itu melepaskan cengkraman darinya lalu berlari menuju kamar di mana si kembar menangis. Rizal menarik tangan Cinta untuk berlari mendahului mamanya masuk ke dalam kamar dan mengunci dari dalam.
"Bang Queen membutuhkanmu. jangan kaya gini sama aku. Rena, lo sendiri yg pergi ninggalin bang Rama. Kenapa malah lo yg sekarang mengikat bang Rama. Inget kalian itu Zinah. Kalian itu sudah bercerai." Teriak Angel dari balik pintu.
"Bang Rama dari dulu milik gue mbak. Embak yg merebutnya dari gue. Lo nyadar gak mbak gimana hubungan lo dulu? Bang Rama gak pengen sama lo lagi. Masalah Queen kalo lo gak mau ngurus biar gue yg ngurus. Gue gak akan beda bedain dia anak siapa." Terang Rena.
__ADS_1
"Dasar jalang. keluar lo!!!" Teriak Angel lagi.
"Kalo gue jalang lo pelakor murahan." Teriak Rena lagi yg langsung di peluk oleh Rama.
"Yang, sekarang abang akan selalu ada di belakang mu untuk menahan mu rapuh dan abang akan selalu ada di depanmu untuk membelamu dan menghadang serangan dari segala penjuru." Kata Rama dengan nada tinggi bertujuan agar Angel juga mendengar bahwa selama ini dia hanya mencintai Rena.
Di kamar Rizal dan Cinta. Si kembar terus menangis. Rizal mengajak Cinta keluar lewat balkon yg memang ada tangga menuju bawah. Rizal mengetuk pintu balkon abangnya dan mengajaknya segera pergi.
Dengan mengendarai 2 mobil. Rizal dan Rama kini sudab terbebas dari kedua perempuan yg lagi ngamuk itu. Rizal tak menghubungi papanya karena dia yakin pasti papanya juga berada di pihak mamanya. Rizal mengajak Rama ke apartemennya yg ada di kota dekat kampus. Sementara tinggal di sana. Karena di sana saja tempat tinggal Rizal yg masih belum ada yg tau.
__ADS_1