Sahabat?

Sahabat?
Bab 69


__ADS_3

Di rumah keluarga Cinta. Mae dan Rendi duduk di ruang tengah bersama mama Erna yg sedang memasang manik manik pada kebaya Rena. Kebaya yg akan di pakai pas acara ijab qobul.


"Ma, besok sodara yg dari Sumatra datang?" Tanya Mae.


"Iya sayang, pas nikahan adek mu kan gak ada yg tau jadinya sekalian mereka kenalan juga sama Rendi. Soalnya pas mama kasi tau kalo suami Cinta itu si Rizal semua pada gak ada yg penasaran lagi." jelas mama Erna.


"Gimana mau penasaran, orang mereka udah lengket dari bayi." Terang Mae.


"Oh ya Sayang, itu Cinta yg kamu bilang pernah pacaran sama Rico adik aku itu?" Tanya Rendi penasaran.


"Iya, Kasian sih Rico. Kayanya hubungan dia ngegantung gitu. Gak tau deh sekarang udah di putusin apa enggak." Jelas Mae.


"Kayaknya belum deh yang, soalnya pas dia tau kalo kamu itu kakannya Cinta dia yg semangat gitu." Rendi menerka nerka.


"Lah kenapa dulu Rico homeschooling?" Tanya Mae.


"Rico itu kena gagal jantung bawaan terus dia waktu itu kambuh habis keluar malem terus semingguan kayanya. Dan dokter menyarankan untuk mencarikan donor jantung kalo misalnya masih mau Rico selamat. Ya karena waktu itu udah parah banget. Sambil menunggu Rico mendapat donor yg cocok, dokter nyaranin untuk Rico opname di rumah sakit. Selama 3 bulan akhirnya dapet donor dan sampai masa pemulihan selesai makanya Rico homeschooling karena gak lama dia harus ujian akhir." Jelas Rendi.


"Kasian Rico. Dia terkapar di rumah sakit adek gue malah nikah sama orang lain. Jangan sakit hati sama Cinta ya sayang." Bujuk Mae.


"Ngapain aku marah sama Cinta. Semua sudah ada yg ngatur. Jadi jangan ngerasa bersalah. Nanti biar mereka bertiga yg menyelesaikan masalah ini. Kita gak usah ikut campur." Jelas Rendi.


Di rumah keluarga Rizal.

__ADS_1


"Yang mas mau ke cafe kamu mau ikut apa enggak?" Tanya Rizal.


"Mau mas, tapi nyampek sana bikinin sosis bakar ya." Rengek Cinta manja.


"Iya nanti mas bikinin." Kata Rizal sambil membangunkan Cinta dari duduknya. "Pa ma Rizal sama Cinta pamit mau ke cafe." Pamit Rizal.


Di cafe banyak pasang mata yg tertuju pada Rizal yg hanya mengenakan celana levis sobek sobek selutut dengan perpaduan kaos oblong abu abu. Sedangkan Cinta mengenakan celana levis robek panjang dengan kaos warna putih di lapisi kemeja Rizal tanpa di kancing. Dengan santainya Rizal menuju dapur dan Cinta menunggu Rizal di sofa yg berada di pojok dengan memainkan hpnya.


Rizal datang dengan membawa 2 porsi sosis panggang dan 1 porsi kentang goreng. Jus alpukat sebagai minumannya. Rizal memang hanya mau memantau karena kerjaan sudah di serahkan pada Fendi.


"Yang aku mau cuci tangan dulu ya." Ijin Cinta.


"Iya, mau di anterin?" Tanya Rizal.


"Kadang aku gak suka lo yang kamu terlalu mandiri." Kata Rizal saat Cinta sudah kembali dari cuci tangan.


"Lho kenapa? Bukannya bangus kalo Cinta mandiri?" Jawab Cinta sambil memasukkan sosis bakar ke mulutnya.


"Bagus sih, Cuma gak biasa aja kalo kamu gak manja sama aku." Terang Rizal.


"Ya sudah aku manja aja deh sama kamu mas." Kini Cinta menyandarkan kepalanya lagi di dada suaminya.


"Cih, kalo kalian mau mesra mesraan di kamara aja sana." Suara yg datang dari arah depan.

__ADS_1


"Sirik aja lo May." Sungut Cinta.


"Rizal kok lo gak main ke apartemen ku sih, udah aku wa juga, gak kamu baca ya?" Tanya Maya yg kini duduk di depan mereka lalu meminum jus milik Rizal yg belum sempat di minum.


"Itu minuman suami gue." Pekik Cint kaget.


"Lo harus terbiasa dengan adanya gue sekarang Cin. Kalo lo mau suami mu masih ngurus cafe ini." Terang Maya santai.


"Maksudnya apa sayang?" Tanya Cinta pada Rizal.


"Cafe ini di bangun di atas tanah milik papanya. Kemaren mas ketemu beliau mau jual ke emas asal mas mau nikahin Maya." Jelas Rizal.


"Terus mas mau?" Rizal menggeleng.


"Mas gak mau pisah dari kamu. Mas menyerah sama keadaan tapi Maya gak mau nyerah. Mas gak mau kamu sakit hati, mas sudah relain cafe ini untuk keluarga Maya. Tapi Semua barang akan mas pindahkan juga karyawannya mau mas pindahkan sementara di cafe yg deket sekolahan sama di cafe bang Arya." Jelas Rizal.


"Tapi gue maunya lo Rizal. Gue rela jadi bini ke 2 lo."


"Tapi gue gak rela berbagi dengan siapapun." Potong Cinta


"Lo jangan tamak deh Cin, Rizal itu sayang sama gue. Tapi adanya lo gue sama Rizal gak bisa bersatu." ucapan Maya meninggi


"Jangan mimpi. Sama sekali gue gak respek sama lo. Gue tekankan sekali lagi. Gue jijik sama cewek yg menjatuhkan hada dirinya." Ucap Rizal dengan nada tinggi.

__ADS_1


__ADS_2