
"Rizal... hmmm Alfan Ahrizal gantengnya kaya kecebong buntung kecebur empang. Boleh gak ngobrol sebentar?" Cinta merayu Rizal yg lagi sibuk dengan kertas dan laptop di depannya.
"Hmm ngomong aja." Kata Rizal cuek.
"Rizaaalll" Panggilan masih lembut dengan nada manja dari Cinta namun masih tak mendapat respon dari Rizal.
"Zallll" Nada mulai melemah.
"Rizal." Masih tak mendapat respon dari si punya nama akhirnya Cinta mengalah, ngambek lebih tepatnya.
Cinta duduk di ranjang bersandar di kepala ranjang. Rizal yg sudah tak mendengarkan rengekan rengekan Cinta lagi akhirnya menyadari bahwa Cinta sudah pergi. Rizal sadar sudah membuat kesalahan langsung beranjak mencari Cinta. Rizal takut Cinta keluar rumah lalu menghilang seperti yg sudah sudah.
"Hmm ternyata disini, di catiin juga. Kamu mau ngomong apa hmm?" Tanya Rizal sambil baik baikin Cinta.
"Kamu anggep aku apa sih? Pajangan!!!" Geram Cinta membuat Rizal merasa bersalah.
"Maaf yang, itu tadi laporan penting buat meeting besok. Jadi harus di cek lagi. Bilang dong ada apa?" Tanya Rizal.
__ADS_1
"Gak jadi mau tidur aja." Jawab sewot Cinta membuat Rizal kehabisan kata kata.
Rizal langsung memeluk Cinta dan terus meminta maaf. Rizal tau kalau Cinta memang gak suka di cuekin. terlebih dia sudah memulai duluan.
"Bangun dong sayang, jangan ngambekan gitu aj jelek tau gak." Bujuk Rizal.
"Udah tau jelek ngapai masih di kekep aja? Lepasin ah gerah." Omel Cinta.
"Kalo gerah nyalain Ac nya atu neng, biar gak percuma akang beliin buat eneng." dengan logat sunda sontak membuat Cinta tertawa.
"Gak usah lah pakek bahasa sunda. Jelek tau." Kini Cinta membalas pelukan suaminya itu.
Rizal masih belum mau menanggepin apa yg di pertanyakan Cinta. Rizal takut ketika Cinta mengetahuinya dia akan ilfil terhadapnya. Rizal memilih berlalu menuju kamar mandi dan mengambil air wudlu untuk menunaikan sholat Isya yg memang belum di laksanakan oleh Rizal maupun Cinta.
"Yang Sholat dulu ya, nanti keburu lupa. Aku udah ngantuk sekali yang." Ajak Rizal.
"Oh iya yang aku lupa." Cinta langsung loncat dari tempat tidur dan berlari kecil ke arah Rizal.
__ADS_1
Di kamar mandi bukannya langsung mengambil air wudlu tapi Rizal malah bermanja manjaan dengan Cinta.
"Cinta coba deh liat itu." Rizal memeluk Cinta dari belakang dan melihat ke arah cermin.
"Kenapa?" Tanya Cinta bingung.
"Di antara kita, kira kira nanti anak kita mirip siapa ya?" Tanya Rizal membuat wajah Cinta memerah.
"Mirib siapa aja boleh yang, asal kamu bapaknya." Cinta menatap tajam wajah suaminya di pantulan kaca.
"Kamu pengennya anak laki laki ato perempuan?" Tanya Rizal menggoda.
"Kalo aku maunya kembar yang." Jawab Cinta manja.
"Kalo gitu harus lebih sering konsumsi ubi ungu dong mulai sekarang." Kata Rizal.
"Kenapa gitu?" Tanya Cinta.
__ADS_1
"Kami itu calon dokter tapi gak tau sih ilmu dasar. Ubi ungu itu kaya akan folat yg mampu membuat gen kembar." Jelas Rizal sambil menarik hidung Cinta.