Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Jangan coba mendekatiku


__ADS_3

Jam 8 malam Levin tiba di rumah dan langsung mencari Queen ke dapur. Queen yg tengah focus memasak hanya di lihat oleh Levin yg bersandar di tembok. Gak romantis sekali sih? Biasanya kalo cerita romantis kan di peluk dari belakang. Ya karena ini cerita komedi thor. emang situ pernah di peluk dari belakang sama suami pas masak? Kagak Vin, di suruh suruh yg lain pastinya kaya bikin kopi ato gak di suruh cepetan udah kelaperan. Dih ngaku ngaku, emang bisa bikin kopi? kagam Vin cuma nyeduh doang kopi kemasan. Ya udah back tp cerita lo kaga kesian gue pulang kerja lu ajak ngeghibah berdiri depam pintu? Capek thor. iye iye.


Levin memandang istrinya entah apa yg di fikirkan Queen yg tak menjawab salamnya saat di pintu tadi. Setelah mencuci piring selesai betapa kagetnya Queen mendapati Levin berdiri di pintu dengan melipat tangannya.


"Sejak kapan kamu di sana sayang?" Sekitar 10menitan yg lalu." Iawab Levin santai sambil berjalan mendekat ke arah Queen yg berdiri di samping wastafel tempat cuci piring.


"Aku laper yang, ayo makan." Bisik Levin di telinga Queen.


"Mau makan aku apa makan malam ini kok bisik bisik?" Goda Queen meraba lengan kekar suaminya dari atas hingga bawah lalu mengambil tak kerjanya.


"Makan malam dulu baru makan kamu." Bisik Levin lagi melepas kancing kemeja peling atasnya.


"Is ya sudah itu aku mau naro tas kamu dulu. Oh iya sayanh, tas kuliah kamu di mobil?" Tanya Queen karena tak mendapati tas kuliah suaminya.


Levin selalu membawa 2tas dan juga baju ganti di dalam mobilnya. Karena akan sangat memakan waktu jika harus pulang dulu fikir Levin. Saat di mobil Levin, Queen kembali tekejud saat melihat seorang perempuan yg di kenal sebagai sekertaris barj sang suami duduk indah di samping kemudi.

__ADS_1


"Hai Queen, ah aku ketauan. Levin mengajakku katanya mau membahas proyek penting. Proyek masa depan" Kata Shofi dengan nada menggoda ke arah Queen.


Tak banyak bicara Queen langsung pergi keluar rumah dengan keadaan kacau. Queen terus berjalan seperti orang gila menangis sesenggukan sambil memaki sang suami juga kebodohannya. Di tengah jalan Queen bertemu dengan Cinta dan Rizal yg terlihat rapi entah mau ke mana.


"Sayang mau kemana? Kamu nangis?" Tanya Cinta melihat kekacauan pada diri Queen.


Rizal langsung memutar arah setelah Queen naik ke dalam mobinya. Acara makan malam segera di batalkan oleh sang mertua saat melihat menantu tercintanya menangis sesenggukan di tengah jalan.


Sedangkan di rumah, Levin yg merasa aneh kenapa Queen gak cepet masuk ke rumah yg hanya mengambil tas di mobil. Levin keluar rumah dan mendapati Shofi di depan pintu rumahnya seperti mau mengetuk pintu.


"Oh tadi dia pergi pak ke arah sana." Shofi menunjuk ke arah perginya Queen dengan ucapan polosnya.


"Ya sudah, mau apa kamu?" Tanya Levin dingin.


"Bapak gak menyuruh saya masuk? saya tamu bapak lo." Shofi mendekat ke arah Levin dan mencoba meraba dada Levin yg menggoda. Sebelum mendaratkan tangnya, Leving langsung mendorong Shofi menjauh darinya.

__ADS_1


"Istri saya tidak ada jadi haram bagi saya memasukkan perempuan masuk ke dalam rumah ku." Jawab tegas Levin.


"Owwww, Kalo haram ya halalin dong sayang." Shofi kembali mencoba menggoda Levin denngan mencoba membelai wajah tampannya. Lagi lagi Levin dengan sigap menahan tangan Shofi yg halus. Bukan melempar tapi kali ini memegang dengan erat.


"Tangan kamu halus Shof, putih dan mulus." Levin menggantung ucapanya dan Shofi tersenyum merasa menang ketika Levin memuji ltangan mulusnya. "Tapi sayang, tangan ini penuh dosa dengan berani menyentuh milik orang lain." Levin mendorong Shofi hingga terjatuh.


"Jangan sok suci kamu Vin, aku tau kamu itu keponakan dari om Rama. Dan melihat om Rama yg begitu tergila gila padaku, aku yakun kalo kamu akan bertekuk lutut di bawah kakiku. Dan meninggalkan Queen istri mandulmu itu." Ucap sombong Shofi.


Levin berjongkok lalu meraih dagu Shofi lalu mencengkramnya.


"Ingat 1hal, aku memang keponakan Rama Pradita. Tapi Levin Baganta jauh berbeda dengannya. Levin Baganta bukan orang yg suka dengan sampah yg di bungkus dengan keindahaan. Jangan pernah menggodaku lagi jika kamu masih mau bekerja di perusahaanku. Seandainya aku tidak punya kesepakatan dengan bandot tuamu itu agar tidak memecat karyawan pilihan dia. Sedah bisa aku pastikan kamu akan di pecat di hari pertama kamu kerja. Dan lagi, jangan pernah datang ke rumahku. Kau buat susah aku saja harus mensucikan rumah ku dengan tanah 7x lalu membilas dengan air 7x." Ucap Levin dengan penuh amarah.


"Memangnya aku seekor ****** kau harus melakukan penyucian dengan tanah sebanyak 7x?" Tanya Shofi dengan nada yg sangat emosi.


"Lebih dari itu. Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah saya sebelum saya menyeretmu menemui lelakimu." Ucapan Levin terhenti ketika melihat bayangan seseorang di depan gerbang yg tak jauh dari tempatnya berjongkok.

__ADS_1


Dia papa Rizal mama Cinta dan Queen yg ternyata sedari tadi menyaksikan pertengkaran mereka berdua dari balik gerbang.


__ADS_2