Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Kuntilanak di atas genteng


__ADS_3

Hubungan Billa dan Revan semakin membaik. Di tambah mereka menghabiskan bulan madu di Jerman. Seminggu bulan madu membuat fikiran fress dan lebih bersemangat bekerja setelah menyelesaikan masalah.


Hari ini Billa dan Revan sudah tiba di Indonesia. Mereka tidak langsung ke Villa, tapi mereka singgah dulu ke rumah orang tua Billa. Di rumah yang selalu ramai pun membuat Billa sedikit bete karena selalu di bully oleh kedua kakak iparnya.


“Bill, lu makin cantik aja ya, pulang dari Jerman.” Goda Queen membuat Billa tersenyum malu.


“Iya Bill. Wah rasanya jadi pengen bulan madu lagi dech.” Ayu seakan memberi kode pada suaminya yang hanya diem mendengarkan di sampingnya.


“Elu enak mbak bisa ke Jepang buat bulan madu. Lah gue ke Bali, udah gitu baru pemanasan udah di gedor aja sama si entu anak kecil.” Sungut Queen yang teringat akan kekacauan yang di timbulkan oleh Billa saat dirinya akan belah duren.


Semua tertawa termasuk Revan dan juga Levin yang menahan malu karena ulah Istrinya. Revan memandang Billa gemas, bisa - bisanya dia memiliki keusilan yang sangat tak masuk di akal.


“Billa dulu polos, kagak kaya sekarang. Garong,” ucapan Queen membuat Billa meradang dan akhirnya melempar bantal ke arah kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.


“Rese lu kadang - kadang Queen. Lu mau rahasia lu gua bongkar di mari?” Tanya Billa sedikit mengancam.


“Gua, gak punya rahasia.” dengan PDnya Queen mengatakan dirinya tak memiliki rahasia.


“ciihhh, boong banget. Lu tau Bang, dulu dia itu kan sering minta duit sama lu. Duitnya pakek dia makan sama mas Alex, bukan di pakek ke salon.” Ceplos Billa.


Bukan tertawa atau terhibur, Semua yang dengar malah terdiam memandang ke arah Levin. Wajah Levin sudah memerah menahan amarah agar tidak meledak. Billa yang membuat suasana menjadi tidak kondusif pun langsung berpamitan untuk tidur.


***


Di rumah Levin, Queen sudah biasa saja.Bahkan seperti tidak melakukan kesalahan. Tapi Levin sudah dalam mode senggol bacok.


“Levin, ini udah malem lo. Bobok yuk, ngantuk ini,” ucap Queen manja.


“Bobok aja sana sama mas Alex.” Ucap Levin ketus.


“kamu cemburu yang? Itu udah jaman dulu lo” Queen mendekati Levin yang masih enggan untuk memandangnya.


Levin memilih untuk terus fokus padal layar tab di tangannya. Queen yang merasa di diamkan pun memilih untuk mendekati suaminya. Queen menjatuhkan diri untuk duduk di pangkuan Levin dan menggeser posisi Tab di tangannya.


“Masih mau cuek?” Queen membuka kancing atas baju koko milik Levin yang belum ganti baju sehabis sholat isyak tadi.


Dengan nafas besar Levin menyandarkan diri di sandaran sofa.”Mau apa sekarang?”


“Mau bikin adeknya Al.” Jawaban Singkat Queen mampu membuat senyum Levin kembali.


“Paling penter kalo urusan merayu.” Levin mencium pipi Queen dengan Gemas.

__ADS_1


“Jelas lah, kan kamu suamiku.” Queen menyandarkan diri di dada suaminya yang kembali bersandar. “ itu masa lalu, dan kamu lah masa kini dan masa depanku. Aku tak pernah lagi mengulang kebodohanku dengan menduakanmu. Cintaku cukup untukmu seorang.”


Levin mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya yang kini sedang merayunya.


***


Pernikahan Billa dan Revan kini sudah menginjak di angka 1 tahun. Keponakan - keponakan Billa juga sudah duduk di bangku sekolah dasar. Reyhan hidup dengan kedua orang tuanya, di sebuah rumah minimalis namun sangat damai.


Perusahaan yang tadinya hanya sebuah Villa dengan tiga karyawan dan dua sekertaris pribadi. Kini sudah memiliki sekitar dua puluh dua karyawan dalam satu ruangan kantor kecil itu.


Gedung berlantai dua dengan ruangan di sekat selayaknya kantor besar. Dengan managemen yang di atur langsung oleh Revan, Billa dan Vano. Menjadikan perusahaan yang bekerja di bidang penyaluran ekspor impor itu jauh lebih maju.


Sudah banyak prodak yang di pasarkan Revan dengan teamnya ke luar negri dan menembus perdagangan internasional. Contohnya perusahaan AIRA milik pak Yunus mengalami peningkatan yang sangat pesat dalam kurun waktu setahun.


Dalam sebuah pesta yang di adakan oleh rekan Bisnis Revan. Billa mengenakan dress warna ungu yang membalut tubuhnya hingga mata kaki. Membuat Billa terlihat seperti seorang putri dalam dongeng yang menggandeng seorang pangeran.


Yuga laelasari selaku nyonya Stevano Abigil, kini selalu setia mendampingi sang suami seperti saat ini. Billa dan Revan selalu menjadi pasangan yang mendapat perhatian lebih dari pada tamu. Bukan karena bajunya yang bagus, tapi tentang kolaborasi mereka berdua yang sangat di impikan oleh hampir semua pebisnis.


Bukan untuk melupakan Vano, tapi Vano sendiri hanya mau berdiri di belakang mereka berdua seperti selama ini. Sebenarnya Billa juga enggan untuk di ketahui oleh publik. tapi, statusnya sebagai istri Revano adalah hal yang sangat mustahil untuk di sembunyikan.


Pesta yang sangat ramai dengan adanya lelang pun membuat Billa sedikit tidak nyaman. Bukan karena keramaiannya, tapi karena seseorang yang selalu memperhatikan mereka. Tatapan tajam dari seorang Frizka membuat Billa enggan untuk berlama - lama lagi di pesta mewah ini.


Revan melihat kearah Frizka, dan dia menunjukkan sebuah buku nikah yang entah itu milik siapa. Kepala Revan langsung terasa berputar - putar.


Vano yang awalnya kebingungan dengan tingkah bossnya, kini sudah mengetahui alasannya saat melihat ke arah frizka.


“Kenapa wanita itu masih juga tidak jera mengejar mu boss?” Pertanyaan Vano membuat Revan semakin pusing.


Billa yang ada di samping Revan pun hanya bisa diam tanpa kata. Billa memilih diam bukan karena merasa terancam, tapi merasa jengkel. Seperti *** ayam saja Frizka itu, biar sudah di cuci bersih tetap baunya masih melekat.


Billa dan Revan tinggal di rumah yang sangat mewah, dengan desain yang simple. Rumah yang tak terlalu besar dan juga tak terbilang kecil itu di huni Billa dan Revan. Di bantu dengan tiga orang yang setia kepada majikannya.


Rumah dua lantai dengan tiga kamar utaman dan pafiliun yang di huni oleh sepasang suami istri pekerja rumah ini. Satu kamar pembantu yang di tempati mbak - mbak yang membantu pasangan suami istri yang menempati rumah belakang.


Revan selalu memanjakan Billa dengan memberikan apa yang dia mau. Wanita dengan rambut yang kini lebih panjang dari sebelumya, lebih beruntung. Dengan kasih sayang dari lelaki yang di nikahinya setahun lalu.


Lika liku kehidupan sudah di jalani oleh mereka berdua. Jatuh bangun membangun perusahaan, juga mendapat cibiran dari rekan bisnis. Semua itu tak membuat Billa dan Revan jatuh.


Tapi kedatangan seorang wanita cantik yang kini tengah mewarnai rambutnya dengan warna pirang. Mampu menggoyahkan hati dan keteguhan Billa dan Revan.


“Vano, kamu dulu memastikan dia menandatangi surat cerai itu kan?” Pertayaan Revan membuat Vano teringat jika dirinya hanya mengirim. Tidak mengantar langsung.

__ADS_1


“Bodohnya kelalain ku dulu, dan kini menjadi bumerang bagi ku sendiri saat ini.” Gumam Revan yang membuat Billa menatap ke arahnya dengan tatapan mengintimidasi.


“Frizka menunjukkan buku nikah yang dulu pernah aku serahkan padanya. Karena aku menikah di Indonesai tanpa mengambil berkas di Jerman, maka secara resmi Billa istri saya satu satunya. Tapi di Indonesia Frizka adalah istri pertamaku, jika dia tidak menandatangangi surat cerai itu.” Revan mencoba menjelaskan pada Billa yang sudah memerah matanya.


“Aku hanya mencintaimu seorang, Billa. Aku gak mungkin menduakan mu.” Revan mencoba menahan tanggul yang sebentar lagi akan jebol karena bah air mata Billa.


Di ruang tamu rumah Revan, keempat orang itu memikirkan hal - hal yang akan terjadi di kemudian hari. Billa sudah menangis di pelukan Yuga. Revan semakin kebingunga, ketika Billa sudah mulai menangis.


POV BILLA


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku di permainkan oleh takdir begini? Kapan aku akan bahagia, jika masalalu selalu menghantui bagai kuntilanak di atas genteng. Gak capek apa dia mengejar laki - laki yang sudah menjadi milik orang lain? Jelas jelas Revan sukanya sama aku, masih aja ngotot.


Apa ini yg di namakan wanita gatel? Haduh, jadi pengen garukin deh. Garuknya pakai tongkatnya tipatkai, sambil bilang. Cinta, deritanya tiada akhir! Oh Billa yang sabar ya. Punya laki tampan, sekseh, menggoda itu tak gampang sayang. Di tambah dengan laki lu kaya raya tujuh turunan. Makanya frizka itu kasi saja yang tanjakan.


Frizka itu sudah seperti virus aja sih dalam hidup gua. Sebel gua lama lama. Pengen gua sianida, tapi gua takut masuk neraka. Mau gua hajar, lah iya gua udah cantik kaya gini main tangan. Gak keren ah, terus gimanaaaaa?


Kalo dia kembali lagi sama laki gua, lah gua sakit ati lagi dong. Gak bisa gak bisa, gua harus nyusun rencana kalo gini. Aaaahhhhh gua spaneng tapi laki gua malah enak enakan tidur. Gua tendang juga lu Van.


“Ngapa lu mesti ganteng sih Van? Kan gua yang tersiksa! Bayangin aja, gua pengen hidup tenang aja kagak bisa.” gua maki aja itu laki gua mumpung tidur.


“Salahkan Author sudah menciptakanku sesempurna ini,” ucapan Revan sumpah membuat ku kaget dan malu.


“Kok lu belum tidur Van?” Tanya gua basa basi basah.


“Aku terbiasa tidur memelukmu, tanpa kamu ada di sampingku. Bagaimana aku bisa tidur?” Revan bisa aja merayuku untuk tidur ‘kan malu.


“Maaf ya sayang, gua gak peka jadi istri.” gua langsung tidur di sampinya mengambil posisi berhadapan.


“Makanya jangan mikirin Frizka saja, aku suamimu. Jauh lebih penting untuk kau pikirkan. Jangan menduakanku dengan apapun” bisikannya sumpah membuatku merinding.


“Bukan gua yang menduakanmu’” jawabku santai.


“Maaf sayang, aku masih belum bisa setia terhadapmu. Hatiku hanya milikmu, tapi kenyataannya. Aku masih berstatus suami orang.”


“Ceraikan dia” langsung aja gua minta Revan menceraikan itu si ono.


“Sesuai keinginanmu Ratuku.” Revan meluk gua,


Sumpah, perlakuan yang kaya gini buat gua luluh lantah tak berbentuk lagi. Sebenernya hati gua ini terbuat dari apa sih Thor? Kenapa begitu banyak godaan dalam percintaan gua?


(SABAR BILL ENTAR JUGA LU BAHAGIA. QUEEN DULU GUA BUAT KAYA GIMANA COBA? TERUS NENEK LU GUA BIKIN GILA JUGA. LU MAU GUA BIKIN KAYA MEREKA? DIEM LU MAKANYA IKUTIN ALUR, BUKAN MALAH NGELUH)

__ADS_1


Serah elu thor serah elu. Kalo pembaca lu minggat jangan salahin gua Thoooorrrr.


__ADS_2