
Di kampus saat yg lain masih ada kelas, Cinta dan Rena sudah berada di kantin. Karena kelas mereka telah usai. Cinta membeli rujak yg hanya di isi buah mangga sama tahu saja. Kelakuan temannya itu mebuat Rena takut kalo Cinta sakit perut. Rena tau kalo Cinta memiliki riwayat Maag akut yg harus menghindari makan makanan yg masem juga pedes.
"Lo gak pa pa kan Cin?" Tanya Rena yg ketakutan.
"Enggak kok, lagi pengen ini." Cinta menunjukkan makananya.
Tak lama Rizal dan teman temannya yg lain datang menghampiri Rena dan Cinta yg tengah asik menyantap rujak mangganya. Rena sudah ketakutan ketika dia melihat raut wajah masam Rizal.
"Kenapa sayang makan ini? Kamu mau sakit perut gara gara maag kamu kambuh?" Rizal langsung mengambil piring dari hadapan Cinta.
"Mas, Cinta masih mau makan rujaknya." Rengek Cinta.
"Enggak yang, mas gak mau kalo kamu sakit." Ucap Rizaĺ lagi.
Cinta mendekati Rena dan memeluknya sambil menangis. Rena kaget kenapa Cinta secengeng ini. Cinta biasanya lebih memilih berdebat dengan suaminya ketimbang menangis seperti ini.
__ADS_1
"Zal kasi aja, lo ikut gue." Rizal menuruti apa kata Rena sahabatnya.
Rizal dan Rena kini di apotik dekat kampus mereka. Rena membeli sesuatu dengan berbisik pada apotekernya. Setelah mendapatkan apa yg di perlukan Rena memberikan pada Rizal.
"Apa ini Ren?" Tanya Rizal.
"Ini namanya tespeck. Nanti lo suruh bini lo tes." Ucap Rena.
"Caranya Ren?"
"Ya Saalllaaaammm gue punya temen bego banget ya. Lo itu pinter tapi kok bego ya." Ucapan Rena terlalu berbelit.
"Unfaedah ternyata ngomong sama lo."
"Enak aja, Faedah lah lo ngomong ma gue. Buktinya gue mau bantuin lo nyari giniian buat bini lo. Yg jelas lo gak bakalan kepikiran dengan ini. Gini gue terangin. Bini lo suruh pipis abis itu tempatin di sini terus masukin ujungnya saja. Tunggu beberapa menit. terus liat ada berapa garis merahnya. Kalo isi 1 berarti gagal kalo isi 2 berarti berhasil." Mendengar penjelasan Rena sepertinya Rizal tak asing lagi sama benda ini tapi kenapa bentuknya lain.
__ADS_1
Setelah kembali dari membeli tespeck. Rizal dan Cinta pulang ke rumah. Rizal tak sabar lagi ingin tau hasilnya. Sehingga dia memaksa Cinta untuk pipis lalu membantunya mengecek sendiri hasilnya.
"Mas gimana gasilnya?" Tanya Cinta yg juga penasaran.
"Gak yau yg belum naik naik." Jeda Rizal sebelum dia melihat garis yg ke dua begitu jelas. "Yang ini maksudnya apaan?" Tanya Rizal dengan binar binar kebahagiaan di mata Rizal.
"Mas, Aku hamil." Kata Cinta sambil memeluk Rizal dengan erat.
Rizal masih mematung dengan memegang benda pipih kecil itu di tangannya. Rizal masih belum percaya bahwa Cinta hamil. Rizal terlihat meneteskan air mata dengan mulut berguman.
"Mas bakalan jadi ayah!!! Cinta mas gak mimpi kan?" Ucap Rizal masih setia dengan ekspresi mematungnya.
"Iya mas, akhirnya kita bakalan punya anak. Di perutku ada anakmu mas. Mas Cinta bahagia sekali. Cinta pengen terbang rasanya mas." Ucap Cinta yg terus memeluk Rizal yg kini sudah membalas pelukan Cinta.
"Sayang sekarang gak boleh capek gak boleh kemana mana selain sama mas ato mama papa." Terang Rizal
__ADS_1
"Makasih sayang sudah berusaha selama ini buat mas. Mas sayanh banget sama Cinta." Ucap Rizal sambil menciumi wajah Cinta tak melewatkan seinci pun.