Sahabat?

Sahabat?
Season 2 Di mana Aris


__ADS_3

Langit seakan mengerti perasaan Billa saat ini. Hancur berantakan dan seakan tak bersisa. Air hujan menemani derasnya air mata Billa yang jatuh membasahi wajah ayunya. Baju kemeja putih yang basah melukiskan dengan jelas baju dalam Billa yang berdiri di tengah pelataran sebuah rumah bergaya adat Jawa. Billa mengutuki apa yang telah lama terjadi tanpa dia tau.


Billa datang ke rumah yang di yakini sebagai rumah Aris, namun rumah itu kosong, begitupun dengan toko kue ibunyA Aris yang telah tutup. Billa melanjutkan menuju rumah lelaki tua yang dia panggil sebagai Mbah Kung. Billa mengetuk pintu rumah yang terdengar sangat ramai saat ini.


"Billa." Billa terkejut ketika seorang yang sangat di kenalnya itu membuka rumah tua di depannya.


Siti Maryam memanggil papanya yang di panggil Mbah Kung oleh Billa. Billa hanya mampu menatab orang orang yang ada di depannya. Billa diam hanya mencari sosok Aris yang saat ini menjadi mantan tunangan. Siti Maryam memeluk Billa dengan tangisan yang sudah pecah saat melihat calon menantunya.


"Maafkan ibu Billa, Ibu gagal menjaga Aris." Siti Maryam menangis dan menciumi seluruh wajah Billa.


"Aris mana Bu? Kebapa dia tidak bisa setia padaku? Kenapa dia begitu tidak sabar untuk menungguku? Apa ini balasan dari kekecewaan Aris untukku? Begitu besarkah kesalahan yang ku lakukan Bu?" Billa ikut menangis. " Jawab!!!" Teriak Billa membuat Husni Tamam juga Mbah Kung memeluk Billa.

__ADS_1


"Kita harus iklas semua sudah lama belalu. Biar kamu bukan istri Aris tapi kamu adalah tetap cucu Mbah kung." Billa menangis dalam pelukan semua orang.


"Gue yang akan nikahin lo." Suara lantang dari Sandi mengagetkan semua orang.


"Tapi Frizka?" Tanya sang mama.


"Aris minta kalo suatu saat dia tidak bisa memasangkan cincin ini di jari manis Billa, dia memintaku untuk menggantikan dia. Frizka, Sandi menyerah ma. Selama dua tahun tidak ada perubahan." Sandi menyerahkan cincin pemberian Aris pada Billa.


"Bill, kita semua sudah iklas. Dan kamu juga harus bisa mengiklaskan Aris untuk pergi selamanya." Ucapan Sandi membuat Billa seperti tersambar petir.


Badan Billa lemas hingga kehilangan kesadarannya. Kebodohan yang selama ini di pelihara Billa kali ini benar benar merugikannya. Sandi menggedong tubuh Billa dn membaringkan tubuh basah Billa di sofa ruang tamu. Siti Maryam memeluk Billa dengan handuk tebal agar menutupi badan Billa di hadapan para lelaki.

__ADS_1


"Sandi, selama ini memang kamu menjaga Frizka dengan baik. Kali ini Mbah Kung juga sudah pasrah dan menyerah dengan keadaan Dia. Cepatlah menikah denga Billa jika dia sudah setuju dengan permintaan Aris. Dan tolong jaga baik baik Billa demi alm Aris." Kakek Joko menahan sakit yang sangat mendalam mengetahui permintaan konyol cucu dari putrinya.


"Sandi janji Mbah, dan Sandi juga masih mau menjaga Frizka jika semua mengijinkanku." Kata Sandi penuh pertanggung jawaban.


"Aku msngijinkanmu menjaga Frizka setelah pernikahan kita nantinya. Tapi dalam waktu 6 bulan kedepan aku harus menuntaskan masa kontrakku di sebuah perusahaan yang ada di Jerman." Jawab Billa ketika sadar dari pingsannya.


"Iya Billa, gue juga masih harus kuliah di Singapura. Gue masih semester empat, jadi paling enggak dua tahun lagi gue baru lulus." Sandi menjeda sebelum menyadari sesuatu.


"Billa, lu kan juga baru semester empat. Kok lu udah balik?" Tanya Sandi penasaran.


"Gue mendapat keringanan, dan gue lulus dengan nilai tertinggi. Bukan kaya lu lelet." Sombong Billa yang di tanggapi dengan decakan oleh Sandi.

__ADS_1


__ADS_2