Sahabat?

Sahabat?
Bab 80


__ADS_3

Pagi hari Rizal mengaji bersama Cinta di ruang keluarga. Cinta menyudahi terlebih dulu karena dia akan menyiapkan sarapan. Rizal yg masih dengan mengajinya saat di tinggal masak oleh Cinta.


"Mas, sarapan dulu. Cinta udah bikinin sayur sob untuk sarapan."


Rizal menyudahi mengajinya. Bukannya langsung sarapan setelah membereskan Alqur'annya. Tapi Rizal malah melangkah ke ruang kerjanya.


"Apaan lagi sih ini. Kenapa gak muncul muncul dari tadi. Gak tau apa ini perut idah teriak teriak." Gerutu Cinta kesal.


"Mas buruan laper niii." Teriak Cinta membuat Rizal teringat kalo dia sudah di tunggu Cinta.


"Ya ampun lama banget si mas, Liat ni perutku udah geter geter minta di isi." Cinta menunjukkan perutnya yg bergetar getar dan menunjukkan benjolan benjolan di perutnya.


"Yang, itu bebynya yg gerak gerak bukan karena kamu laper." Rizal melihat perut istrinya yg menunjukkan benjolan dan menyentuhnya namun benjolan itu berpindah.


"Subhanallah sumpah mas gak percaya bisa pegang perut kamu ini yang. Ini anak kita ngajak main." Rizal menciumi perut Cinta.


"Mas tapi aku laper, nanti lagi. sekarang makan dulu." Cinta menyudahi sentuhan Rizal dan mengelap air mata Rizal yg menetes membasahi pipinya.


"Cengeng ah kamu mas." Kata Cinta sambil memegang perutnya namun tiba tiba." Ah mas, tanganku rasanya di tendang.... Mas mas geli perutku. hahahaha ini anak lagi main apa ya." Tanya Cinta yg merasakan pergerakan bayinya yg makin kuat saat di sentuhnya.


"Makan dulu mas suapin." Rizal menyuapi Cinta yg masih asik dengan perutnya.


"Mas mas pegang di sini sama sini. Aduh anakki nakal sekali. Kira kira segede apa ya mas anak kita. kenapa gedenya perut Cinta lebih gede dari perut mbak Angel yg udah 9 bulan ya mas." Kini usia kandungan Cinta sudah memasuki bulan ke 7.


"Yasudah nanti kita USG ya sekalian ke tempat Angel kata bang Rama sudah lahiran subuh tadi." Jelas Rizal.


"Apa mas? udah lahiran? Ayo ke sana mas. Kita jengukin mbak Angel. Rasanya gak sabar aku mas."


"Ya sudah abisin makannya dulu baru jengukin."


Dengan cepat Cinta menghabiskan makanannya lalu bersiap untuk ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Rizal tak langsung membawa Cinta menemui Angel. Tapi Rizal mengajaknya USG terlebih dulu karena sudah janjian sama Roy teman Rizal yg kebetulan bertugas di rumah sakit Bintang harapan sebagai dokter kandungan.


"Pa kabar brow. Lama gak ketemu ya. Gimana nasip cafe yg dulu lo bangga banggakan?" Tanya Roy yg memang juga teman Arya.

__ADS_1


"Baik brow. Cafe lancar. sekarang sudah jadi 10 outlet. Tapi gue harus relain yg di depan kampus."


"Kenapa emangnya? Sepi?" Tanya Roy lalu mempersilahkan masuk ke dalam ruanganya.


"Pemilik tanahnya mau ngasih tu tanah asal gue nikahin anaknya. Jelas gue relain tu cafe. Ini istri gue Cinta." Jelas Rizal di lanjut mengenalkan Istrinya.


"Akhirnya lo dapetin Cinta juga brow. Selamat ya." Kata Roy pada Rizal. " Lo tau Cin, betapa gilanya dia sama lo sampek dia beli apartemen buat lariin lo katanya." Roy bercerita saat Rizal masih dalam keadaan stress mendengar pertunangannya dengan Michel di percepat.


"Untung dia mau nikah sama gue brow."


"Kok bisa?" Tanya Roy penasaran.


"Gue malem malem ke kamar dia terus kepergok orang tua gue sama dia ya akhirnya di nikahin gue besoknya sama dia." Jelas Rizal


"Untung lo udah ada persiapan ya." lanjut roy


"Ya sudah sini tiduran. Di cek dulu ya." Cinta pun menurut lalu berbaring di Ranjang yg di siapkan.


"Brow lo tau anak lo kembar?" Tanya Roy sambil menggerak gerakkan alat yg ada di tangannya yg tersambung dengan layar yg ada di depannya.


"Iya. Jangan bilang lo gak tau ya. Mau sekalian di liatin jenisnya juga gak?" Tanya Roy.


"Emang udah ketauan?"


"Gak perlu. Aku pengen ini jadi rahasia untuk kami. Kalo pak Roy udah tau jangan kasi tau kami." Pinta Cinta memotong pembicaraan Rizal.


"Ok, Tapi selamat ya. Sekali dapet langsung 2." Kata Roy lalu memberikan resep Vitamin dan foto hasil USG barusan.


Dengan Wajah berseri seri Rizal memasuki ruangan ibu dan anak yg tengah di rawat. Ya kini Rizal dan Cinta berada di mana Angek beristirahat.


"Ih cantiknya, kita nanti dapet yg kaya gini juga gak ya?" Tanya Cinta membuat Rizal tersenyum.


"Semoga yang. Oh iya ma. Sekarang mama sama papa harus diem di rumah jangan keluar negri ato keluar kota mulu." Kata Rizal masih dengan senyumannya.

__ADS_1


"Lah kenapa? Mama sama Mama Erna harus jaga anak Rizak satu satu dan papa ajak anaknya bang Rama." Mendengar itu Rama pun langsung protes.


"Enak aja lo. Maruk banget jadi orang. Udah di bantuin tante Erna kenapa masih minta mama sih?" Bang Rama tersulut emosi karena iri.


"Ya karena abang cuma punya satu bang. Tapi Rizal punya dua." Terang Rizal yg masih membuat Mama sama papa nya bingung.


"Maksudnya Zal, Mama bingung ini." Tanya Mama Rizal.


"Cinta hamil anak kembar Ma." Sontak membuat orang tuanya kegirangan.


"Apa? Kembar? Wah pah kita dapet cucu langsung 3. Senengnya pa kita punya cucu banyak." Kata mama Rizal seneng. Namun tidak dengan Rena.


"Lo gak usah iri sama gue Ren. Ini anak lo juga. Ayo senyum, gue gak bakalan bisa jaga sendirian kalo gak lo bantuin juga." Kata Cinta seakan mengerti kesedihan sahabatnya itu.


" Boleh anak lo panggil gue bunda? Gue pengen sekali di panggil bunda." Kata Rena yg sudah tak mampu membendung lagi tangisannya.


"Tentu boleh Ren. Lo itu bundanya anak kita semua. Lo yg punya semua anak anak ini." Kata Angel membuat senyum Rena mengembang.


"Kalo gue ngajak anak kamu tidur denganku sesekali boleh?" Tanya Rena pada Angel.


"Boleh dong kamu pindah di kamarku juga ga pa pa Ren." Ucap Angel.


"Tapi lo gak boleh tidur di kamar gue Ren." Ucap Rizal tegas.


"Kenapa?" Tanya Rena penasaran.


"Lo boleh ngajak anak anak gue tidur di tempatmu tapi jangan tidur di kamarku. Ya kali gue mau kelonan sama Cinta lo ngintilin. Gak asik lah." Kata Rizal membuat semua tertawa.


"Iya, gue juga kalo kaya gitu ngerti lah. Kan gue juga ngegilir." ucapan Rena membuat mertuanya merasa bersalah.


"Kamu menantuku paling aku sayang Rena." Kata mama Rizal memeluk Rena.


"Kamu juga istri terbaikku dan juga paling aku sayang." Rama memeluk Rena.

__ADS_1


"Kamu madu termanis yg pernah ada Ren. Maafin gue." Angel menggengam tangan Rena.


"Lo juga Madu paling manis yg gue kenal Ngel." Ucap Rena sembari melihat putri dari suaminya.


__ADS_2