
"Mas, mas mas mas itu jagungnya Cinta kenapa di abisin juga sih!!!" Cinta jengkel.
"Ya ampun yang mas kebablasan makannya. Gimana dong ini? Apa aku transferin aja langsung ke mulut?" Goda Rizal.
"Ogah ah mas. mending tidur aja ngantuk udah malem juga." Jelas Cinta.
"Kelon yang." Rizal mulai kumat manjanya.
"Kelonan aja noh sama bang Rizal." Kata Cinta sambil masuk ke dalam tenda.
"Isssa istri gak peka kamu yang."
"Masuk tenda sono mas nanti ada mbak kunti di angkut entar lo." Teriak Cinta.
"Kuntinya canti gak yang?" Rizal masih setia di depan tenda Cinta.
__ADS_1
"Cantik banget sampek sampek separonya tinggal tulang doang." Cinta menakut nakuti Rizal.
"Istri durhaka suami di takut takuti." Rizal berlari menuju tenda karena ketakutan.
"Mbak Angel Nadia udah tidur dari tadi?" Tanya Cinta.
"Udah dek. kenapa?"
"Mbak boleh Cinta elus perutnya mbak?" Tanya Cinta ragu ragu.
"Cinta juga pengen hamil mbak. Tapi Rizal kecapek an terus jadi hormonnya gak bagus. Padahan sering Cinta ngajakin pas masa subur. Lagi lagi menelan kekecewaan saat cinta masih ketemu dengan si strip 1. Pengen ketemu strip 2 tapi dia sembunyinya lama sekali." Ucap Cinta Sambil mengelus ngelus perut Angel.
"Sabar dek, embak juga gak langsung hamil kok waktu itu. Embak program sebulan baru jadi." Terang Angel.
"Gimana perasaan mbak saat embak tau kalo suamimu punya istri lain? Bangga? Seneng? Atau bahkan merasa menang?" Tanya Cinta.
__ADS_1
"Enggak sama sekali. Embak cewek juga dek. Punya perasaan juga punya sedih. Embak sadar kini embak telah menghancurkan Hati sesama wanita. Tapi embak bisa apa?" Tangis Angel pacah.
"Bang Rama tega banget jadiin mbak Angel sebagai pelakor." Cinta memeluk Angel.
"Ngomong to the point dek sama mbak. Mbak gak bisa kalo main tebak tebakan." terang Angel.
"Mbak aku sebagai sahabat Rena juga istri dari adiknya bang Rama mau mengingatkan mbak. Mbak setau Cinta bukan orang jahat, tapi kenapa mbak merusak rumah tangga bang Rama sama Rena? Karma itu jauh lebih kejam mbak. Karena mbak sudah menyakiti hati sesama perempuan." kata Cinta sedikit mengancam.
"Mbak sudah ketemu sama Rena kemaren dek. Embak sedang wa an sama bang Rama gak taunya Rena yg pegang hpnya. Embak jujur sama Rena kalo memang memiliki hubungan dengan bang Rama. Rena Pertamanya menangis mendengar semua. Embak gak tega, embak berniat mundur dan pergi saja. Tapi Rena mengatakan kalo dia sudah gak bisa hamil. Embak kaget dia bisa bilang gitu. Sebenernya dia tau apa yg terjadi di antara kita, tapi dia diam selama Rama masih sama dia. Tapi embak yakin hatinya tidak akan rela cintanya di bagi sama embak. Embak jujur sama dia kalo embak hamil. Dia kaget tapi tiba tiba dia tersenyum. Dia meminta anak pertama embak menjadi anak dia." Jelas Angel.
"Apa Rena sudah gila?" Cinta merasa heran.
"Bukan Gila tapi sakit hati tepatnya. Embak mengambil seseorang yg paling berharga baginya maka dia meminta hal yg sama baginya. Tapi Rena memang orang baik, meski dia adalah orang tua secara hukum tetap aku lah orang tua kandung jadi gak menghilangkan identitas ku sebagai ibunya." Jelas Angel membuat Cinta tak percaya.
"Besok pulang dari camping kita akan ketemuan lagi di rumah. Sekarang dia gak ikut karena dia siap siap buat pindah ke rumah yg sekarang aku tempati dengan bang Rama."
__ADS_1